Saturday, May 10, 2014

God Works in Misterious Ways

Harusnya aku udah terbiasa dengan kejutan-kejutan ajaib-Nya yang selalu ada di setiap saat di hidupku. Dan kali ini, Dia masih Tuhan baik yang sama buatku.

Jadi kemaren aku bergumul sama bayaran kuliah. Mulai semester kemaren aku mau mencoba buat bayar kuliah sendiri. Sebenarnya ini adalah tindakan sok-sokan, soalnya aku, yang belum punya kerjaan tetap ini, mau bayar kuliah sendiri yang jutaan itu? Ditambah lagi, dalam waktu dekat aku pengen ikut pelatihan IAFCOE yang selain uang pendaftarannya juga lumayan, plus ongkos dan segala macemnya itu. Aku masih keukeuh, aku harus ikut acara ini. Aku malah berpikir, gakpapa aku kuliah masih belum jelas, yang pasti aku pengen ikut acara ini, yang aku harap bisa bikin aku semakin mengerti tentang jalan Tuhan.

Dan secercah harapan datang. Aku tiba-tiba dihubungi dan dapet 2 kerjaan dari Tuhan. Oh iya bagus, aku jadi nih ke IAFCOE (tanpa mikirin soal bayaran kuliah gimana). Sampai hari H bayar kuliah datang. DEG!

Sampai akhirnya kemaren mendekati tenggak bayar kuliah. Duit masih nggak ada. Sekali gak masukin, udah deh, cuti akademik. Do I Worry? Dikit. 

Dan ternyata ada ujian lain dari Tuhan. Di tengah kegalauan aku tentang uang kuliah ini, sempet terpikir beberapa teman yang dulu pernah berpesan, kalau ada masalah apa-apa, bilang aku ya Dek, jangan segan-segan. Aku tau mereka bisa aku andalkan dalam hal ini juga. Tapi kemudian ada dari teman-teman yang mau bikin pelayanan di suatu tempat, mereka masih kekurangan dana. Mereka minta tolong buat bantuan cari dana dengan menghubungi para alumni, yang adalah beberapa di antaranya orang-orang tadi, yang mau aku mintai bantuannya buat kuliahku.

Pilihannya begini, kalau aku mintai mereka bantuan buat pelayanan ini, aku udah pasti gak akan minta bantuan lagi soal masalahku. Atau, aku minta mereka bantu masalahku, tapi aku gak minta bantuan dana pelayanan ke mereka. Entah kenapa, aku dengan mantapnya minta mereka bantu pelayanan ini. Sedangkan, kurang dari 2 jam lagi adalah tenggak aku bayar kuliah. God will provide, kataku dalam hati.

Kemudian abangku nelepon. Dia nanya kuliah trus apa yang dia bisa bantu. Dengan sok jual mahal dan sok mandirinya aku bilang, nggak usah Bang. Selesai bicara dikit, telepon ditutup. Nyesel. HAHAHA. Agak ngerasa bodoh dikit, gimana kalau ternyata itu jalan Tuhan. Lalu jalan Tuhan macam apa lagi yang aku harapkan dengan melewatkan yang satu tadi? Selamat setress dek.

Sampai akhirnya beberapa jam mendekati jam autodebet, aku udah pusiang tujuah kaliliang. Duit yang terkumpul belum cukup juga. Waktu berjalan, tinggal 1 jam lagi, secercah harapan datang. Ada dua teman yang bisa bantu aku. Yang satu tanpa basa-basi, dan satunya lagi dengan tambahan kata 'cicil semampunya aja, Dek.' :') Tapi nggak bisa gitu, aku masih punya kewajiban buat bayar itu. Tapi, tapi, gimana? Proyek yang ini belum jelas bayarannya kapan.

Dan tibalah hari ini, doaku dijawab. DIJAWAB LAGI! Yes He provided! Sejumlah uang sudah di tangan. Belum nutupin semuanya, tapi SANGAT SANGAT MEMBANTU. Pengen lompat rasanya. Terima kasih, Tuhan. MeragukanMu memang bukan hakku. Terima kasih! 

And still, He works in misterious ways. And I'm excited to His next miracle.

I love You, God. Teach me to love You more. :)

No comments: