Tuesday, May 7, 2013

John Wycliffe - Penerjemah Alkitab Bahasa Inggris Pertama

Wycliffe adalah seseorang yang menerima pendidikan liberal, dan baginya takut akan Tuhan adalah permulaan himat. Ia menonjol di peguruan tinggi dalam hal semangat kesalehan, demikian juga dalam bakat yang luar biasa serta ilmu petahuan yang luas. Dalam kehausannya akan ilmu pegetahuan ia berusaha untuk mengetahui setiap cabang ilmu pengetahuan. Ia dididik dalam ilmu filsafat, peraturan-peraturan gereja, dan hukum-hukum sipil, terutama yang berlaku di negaranya. 

Ia kemudian terjun dalam perjuangan hak-hak sipil dan kebebasan beragama. Kecerdasannya serta terperincinya pengetahuannya mengundang rasa hormat dari baik teman maupun lawan. 

Pada waktu Wycliffe masih di perguruan tinggi, ia sudah mempelajari Alkitab. Pada masa itu, pada waktu Alkitab hanya ada dalam bahasa kuno, dan hanya orang-orang berpendidikan saja yang mampu menemukan kebenaran Alkitab, Wycliffe salah satunya. 

Wycliffe menyelidiki Alkitab dengan teliti seperti yang ia lakukan untuk menguasai ilmu pengetahuan di sekolah. Sampai sejauh ini ia telah merasakan kebutuhan besar, yang tidak bisa dipenuhi baik oleh pendidikannya yang tinggi maupun oleh pengajaran gereja. Di dalam Firman Tuhan ia menemukan apa yang sebelumnya dicarinya dengan sia-sia. Di sini ia melihat rencana keselamatan dinyatakan, dan Kristus ditetapkan sebagai satu-satunya pembela bagi manusia. Ia menyerahkan dirinya menjadi pelayan Kristus, dan memutuskan untuk mengabarkan kebenaran yang telah ia temukan. 

Ia melihat bahwa Roma telah melupakan firman Tuhan dan menggantikannya dengan tradisi manusia. Tanpa gentar ia menuduh keimamatan telah menghapuskan Alkitab, dan menuntut agar Alkitab dikembalikan kepada orang banyak, dan agar wewenang Alkitab kembali diteguhkan di dalam gereja. 

Wycliffe adalah seorang guru yang terampil dan seorang pengkhotbah yang fasih berbicara. Kehidupannya setiap hari adalah peragaan kebenaran yang dikhotbahkannya. Pengetahuan Alkitabnya, kuasa pertimbangannya, kesucian kehidupannya, dan keberanian serta kejujurannya yang tak terbengkokkan, membuat orang-orang menghargai dan mempercayainya. Banyak dari antara orang-orang yang tidak merasa puas lagi dengan kepercayaan mereka yang sebelumnya, pada waktu mereka melihat kejahatan yang merajalela di dalam Gereja Roma, lalu menyambut kebenaran yang ditunjukkan oleh Wycliffe. Tetapi para pemimpin gereja sangat marah pada waktu mereka mengetahui bahwa Wycliffe memperoleh pengaruh yang lebih besar daripada mereka. 

Pada waktu ia menjabat sebagai pendeta bagi kerajaan, ia dengan berani menentang pembayaran upeti yang dituntut oleh paus dari raja Inggris, dan menunjukkan bahwa penggunaan kekuasaan negara bertentangan dengan akal sehat maupun wahyu. Raja dan para bangsawan bersatu untuk melawap tuntutan paus kepada penguasa kerajaan, dan menolak membayar upeti. Dengan demikian pukulan hebat melawan supremasi kepausan telah dimulai di Inggris. 

Kejahatan lain yang sudah lama ditentang dan diperangi oleh Pembaru itu ialah pembentukan ordo biarawan peminta-minta sedekah. Kehidupan biarawan yang bermalas­malas dan meminta-minta bukan saja menghabiskan sumber-sumber daya dari masyarakat, tetapi juga membuat pekerjaan yang berguna menjadi terhina. Para pemuda menguami kemerosotan moral. Oleh pengaruh para biarawan ini banyak mereka terbujuk untuk memasuki biara dan membaktikan hidupnya pada kehidupan biarawan. Hal ini bukan saja tidak dengan seizin orangtua, tetapi bahkan tanpa sepengetahuan mereka, dan bertentangan dengan perintah mereka. 

Tuntutan kebiarawan melebihi kewajiban kepatuhan dan cinta serta kewajiban keluarga, berkata: "Meskipun ayahmu tergeletak di pintu rumahmu menangis dan merengek, dan ibumu harus menunjukkan tubuhnya yang melahirkan engkau dan payudaranya yang menyusui engkau, injaklah mereka dan berjalanlah lurus mendapatkan Kristus." 

Dengan sifat yang tidak berperikemanusiaan yang dahsyat ini demikianlah hati anak-anak dikeraskan melawan orangtua mereka. Itulah yang dilakukan para pemimpin gereja, seperti orang Farisi pada zaman dahulu, membuat hukum Tuhan; tidak berguna digantikan oleh tradisi mereka. 

Gereja telah memberikan kepada para biarawan ini kuasa untuk mendengarkan pengakuan dan memberikan pengampunan. Ini disalahgunakan dan menjadi sumber kejahatan besar. Cenderung untuk meningkatkan pendapatan mereka, para biarawan bersedia memberikan pengampunan dosa kepada para penjahat dari segala jenis kejahatan yang meminta pertolongan kepada mereka. Dan sebagai akibatnya, kejahatan yang paling buruk pun bertambah dengan cepat. 

Para biarawan menuntun mereka mempercayai bahwa kewajiban keagamaan adalah mengakui supremasi paus, memuja orang-orang kudusnya, dan memberikan persembahan kepada para biarawan; dan dengan melakukan hal-hal itu sudah cukup untuk mendapatkan suatu tempat di surga. 

Sementara biarawan-biarawan itu menjelajahi negeri untuk menjual surat pengampunan paus, banyak yang sangsi mengenai kemungkinan membeli pengampunan dengan uang. Mereka heran mengapa tidak mencari pengampunan dari Tuhan gantinya dari paus Roma. 

Untuk menutupi ketamakan mereka, para biarawan peminta-minta ini mengatakan bahwa mereka mengikuti teladan Juruselamat. Mereka mengatakan bahwa Yesus dengan murid-murid-Nya telah didukung oleh sumbangan derma orang-orang. Walaupun profesi biarawan sebagai profesi miskin, kekayaan para biarawan terus bertambah dan bangunan mereka yang megah dan meja makan mereka yang mewah membuat kemiskinan bangsa itu semakin nyata. 

Tak lama kemudian ada tiga surat perintah dikirimkan ke Inggris, dan kepada pejabat-pejabat gereja- semuanya memerintahkan untuk segera mengambil segala tindakan membungkam Wycliffe si guru bidat itu. 

Namun, sebelum surat perintah itu tiba, para uskup, dengan bersemangat, telah memanggil Wycliffe untuk diperiksa. Tetapi dua orang putra mahkota yang paling berkuasa di kerajaan itu mendampinginya di pengadilan. Dan massa yang mengelilingi gedung pengadilan menerobos memasuki gedung, sehingga mengintimidasi para hakim. Akhirnya sidang pada waktu itu di tunda, dan Wycliffe diizinkan pergi dengan aman. Tidak berapa lama kemudian, Edward III, yang diminta untuk mempengaruhi Wycliffe, meninggal dunia. 

Akan.tetapi dengan tibanya surat perintah itu berlakulah untuk seluruh Inggris suatu perintah yang harus dituruti, untuk menangkap dan memenjarakan para bidat. Tetapi Wycliffe tidak takut. Ia percaya Tuhan yang pernah berkata kepada seseorang pada zaman dahulu, "Jangan takut, . . Akulah perisaimu" (Kejadian 15:1), sekali lagi merentangkan tangan-Nya untuk melindungi hamba-Nya. Kematian datang bukan kepada Wycliffe, tetapi kepada paus yang telah mengelurkan dekrit untuk membinasakannya. Paus Gregory XI meninggal dan para petinggi gereja yang berkumpul untuk memeriksa Wycliffe akhirnya dibubarkan. 

Sebagai seorang profesor teologi di Universitas Oxford, Wycliffe mengkhotbahkan firman Tuhan di kelas-kelas univesitas. Dengan setia ia menyatakan kebenaran itu kepada para mahasiswanya, sehingga ia menerima gelar "Doktor Kabar Injil." Tetapi karya-terbesarnya selama hidupnya ialah penerjemahan Alkitab ke dalam Bahasa Inggris. Dalam salah satu karyanya, ia mengatakan rencananya untuk menerjemahkan Alkitab, agar setiap orang di Inggris boleh membaca perbuatan ajaib Tuhan dalam bahasanya sendiri. 

Akan tetapi, tiba-tiba pekerjaannya itu terhenti. Pekerjaannya yang tak habis-habisnya, belajar keras, dan siksaan dari musuh-musuhnya telah mempengaruhi kekuatannya, yang membuatnya lekas tua. Ia terserang penyakit yang berbahaya. Berita itu mebuat para biarawan senang. Mereka berkumpul sekeliling Wycliffe yang sudah sekarat itu. "Maut segara akan menjemputmu," kata mereka, "sadarilah akan kesalahanmu dan tariklah di hadapan kami semua apa yang telah engkau katakan yang melukai kami." Sang Pembaru itu mendengarkan dengan diam. Kemudian ia memandang dengan tenang pada mereka yang sedang berdiri menunggu penarikan kembali pernyataannya itu. Lalu ia berkata dengan suara yang keras dan teguh yang telah membuat mereka sering gemetar, "Saya tidak akan mati, tetapi akan tetap hidup, dan kembali akan menyatakan perbuatan jahat para biarawan." Terkejut dan malu, para biarawan itu bergegas meninggalkan kamar itu. 

Kata-kata Wycliffe itu telah digenapi. Ia tetap hidup dan akhimya Alkitab terjemahan bahasa Inggris pertama telah dibuat. Firman Tuhan telah dibukakan ke Inggris 

Percetakan pada masa itu belum semaju sekarang. Untuk menggandakan Alkitab dibutuhkan usaha yang sangat melelahkan. Namun orang-orang sangat berminat memiliki buku itu sehingga banyak orang yang bersedia untuk menyalinnya. 

Munculnya Alkitab membawa ketakutan bagi penguasa-penguasa ge­reja. Sekarang mereka harus menghadapi suatu alat yang lebih ampuh dari Wycliffe-suatu-alat yang mereka tidak dapat lawan dengan alat mereka. Pada waktu itu tidak ada undang-undang di Inggris yang melarang ber­edarnya Alkitab, karena sebelumnya belum pernah ada diterbitkan dalam bahasa Inggris. Undang-undang seperti itu baru kemudian diberlakukan dan dipaksakan dengan keras. Sementara itu, walaupun para imam berusa­ha membendung peredaran Alkitab, ada satu masa kesempatan bagi firman Tuhan itu untuk tetap beredar. 

Sekali lagi para pemimpin kepausan merencanakan untuk membungkam suara Pembaru itu. la telah diperiksa di depan pengadilan sebanyak tiga kali, tetapi tanpa hasil. Mula-mula sinode para uskup menyatakan tu­lisannya sebagai ajaran sesat atau bidat. Dan setelah mempengaruhi Raja Muda Richard II memihak kepada mereka, mereka memperoleh dekrit raja untuk memenjarakan semua orang yang berpegang pada ajaran-ajaran yang dilarang itu namun lagi-lagi gagal dan Wycliffe dibebaskan. 

Para pemimpin kepausan telah gagal melaksanakan kehendaknya ke­pada Wycliffe semasa hidupnya, dan kebenaran mereka tidak puas kalau jasadnya terbaring beristirahat di kuburnya. Dengan dekrit Konsili Constance lebih empat puluh tahun sesudah kematiannya, tulang-tulang­nya digali dan dibakar di depan umum, dan abunya dibuang ke anak sungai yang terdekat. "Anak sungai ini," kata seorang penulis tua, "telah menerus­kan abunya ke Avon, dari Avon ke Severn, dari Severn ke laut sempit dan terus ke lautan luas. Dan dengan demikian abu jenazah Wycliffe adalah lambang doktrinnya yang sekarang tersebar di selurub dunia. 

Melalui tulisan Wycliffe inilah, John Huss dari Bohemia telah dituntun untuk meninggalkan banyak kesalahan Romanisme dan memasuki gerakan Reformasi. Jadi di dalam dua abad ini, yang telah terpisah jauh, bibit kebenaran telah ditaburkan. Dari Bohemia pekerjaan itu meluas ke negeri-negeri lain. Pikiran-pikiran manusia telah dituntun kepada firman Tuhan yang telah lama dilupakan. Tangan llahi telah mempersiapkan jalan kepada Reformasi Akbar. 




sumber:
Kemenangan Akhir - Ellen G White
(gambar) wycliffe.org

No comments: