Thursday, April 4, 2013

IMAB MERDEKA - Masa Kebodohan Itu

Entah kenapa saya lagi pengen ngepost soal kejadian-kejadian yang udah lama terjadi. Barusan keingetan waktu acara 17 Agustusan bareng IMAB. Sebuah keajaiban akhirnya aku bisa menikmati acara tanpa harus jadi panitia. Huray!

Jadi waktu itu kami janjian jam 7 pagi di tulisan D.A.G.O buat kumpul briefing. Jadi sejak 2 tahun terakhir ini IMAB selalu merayakan 17 Agustusan dengan hiking, jalan-jalan ke hutan atau Amzing Race. Dan kali ini si panitia IMAB Merdeka memilih buat bikin acara semacam Amzing Race atau sebut saja Balapan Hebat. Yak yang kayak di tipi-tipi itu, kita disuruh keliling kota Bandung, dengan dikasih clue tertentu sampai pada titik akhirnya. Dan setiap kelompok yang udah dibagi gak diperkenankan bawa uang selain yang udah dijatah oleh panitia. Dan kali ini kami dikasih jatah Rp.12.500 per kelompok, yaitu 3 orang. Hufft..

Saya beserta tim biru yaitu Jib dan Adrianpun memulai petualangan ini. Di awal, panitian nyuruh kita buat menjawab semua clue dengan jangan terlalu berpikir banyak. "Berpikirlah seolah-olah kalian anak kecil. Soal-soalnya gampang-gampang kok," kata mereka. Woke!

Pertanyaan pertama, kedua, ketiga terjawab dan kami laksanakan dengan tanpa susah payah. Seinget saya waktu itu tugasnya disuruh fotoan sama kuda. Tapi di kertas clue gak ditulis 'kuda' melainkan bahasa latin dari kuda. Yah itu sih tinggal googling beres lah. Thanks to Google!

Kemudian sampailah kami ke pertanyaan begini:

"Kembalilah ke masa di mana kalian tidak perlu repot memikirkan baju apa yang akan dipakai, ke waktu sebelum acara Spongebob ditayangkan."

lanjutannya.. aku lupa, pokoknya disuruh menengadah, dengan tangan ditekuk sebesar 45%.

Di clue awal kami cukup berdebat. "Maksudnya masa tidak repot memikirkan baju, masa sekolah, kali," entah Jib atau Adrian yang berpendapat.

"Masa sekolah kan kita tetep mikir mau pake baju apa. Anak-anak sekarang kan udah suka milih-milih baju. Pasti maksudnya masa bayi. Dan, kan di deket sini ada toko peralatan bayi!"

"Trus ini menengadah trus sikap hormat 45% gimana ceritanya. Bukannya maksudnya upacara bendera?"

"Oh itu pasti kita disuruh ngehormat ke gambar bayi! Di Lavie (toko peralatan bayi) itu kan ada gambar bayinya! Kita disuruh ngehormat ke situ trus difoto! Spongebob kan tayangnya jam 6, mana ada upacara sebelum jam 6!" aku bersemangat dengan analisisku. Mereka tampang ragu, tapi aku langsung mengambil keputusan bahwa kami harus segera ke Lavie. Amat yakin. Padahal si Amat juga gak yakin-yakin banget.

Sampe di Lavie, kami nyari gambar bayi dan.. gak ketemu. Setelah bingung ga ada gambar bayi, ahaaa..
"Mungkin kita harus pake bayi beneran. Yuk cari bayi yuk!" ide aneh si Adek muncul. Setelah celingak-celinguk nyari bayi, akhirnya aku nemu ibu-ibu yang lagi gendong bayi. Dengan pede bak sehabis memakai Rexona aku mendatangi si ibu.

"Permisi, Bu. Maaf ganggu. Saya lagi ada tugas buat fotoan sama bayi. Boleh kan numpang pinjem dedeknya buat fotoan?" si Ibu awalnya heran, tapi akhirnya ngangguk. "Iya aja deh daripada anak gue digigit," pikirnya, mungkin. Kami fotoan, dengan pose aku menghormat ke bayi itu dan selesai. Kami berterimakasih sama si Ibu dan suaminya yang masih dengan tampang heran.

Clue selanjutnya. "Temui 5 Sang Pencerah di institusi nonformal tempat kita berkumpul dan belajar bersama." Hmm.. Apa pulak ini. "Institusi nonformal, maksudnya tempat les gitu kan? Ada tempat les gak sih di daerah sini?" kami mulai berpikir.

"Kalo ga salah ada deket Famos gitu deh! Iya ada! Tempat Les Bahasa Inggris!" Adrian bersemangat.
"Beneran? Ayo ke sana kalo gitu!" Aku ikut bersemangat. Kemudian kami berjalan dan cukup jauh, tapi si tempat les gak ketemu juga. Wah udah gak beres nih. Masa sejauh itu sih?
"Gakpapa, jalan aja dulu, setauku emang ada di sini." Jib ikut bersuara. Akhirnya kami terusin jalan, daaaan ketemu deh tuh tempat les. Tapi, kok tutup ya? Trus siapa tuh Lima Sang Pencerah? Kami mulai bingung. 

"Eh, jangan-jangan itu gambar orang-orang yang di spanduk?"
"Tapi kan gak 5 orang, mereka banyakan."
"Ya udah kita fotoan sama 5 orang aja, sisanya jangan masuk foto."
"Oh iya, iya." DEngan polosnya kamipun fotoan sama spanduk itu. Tapi ternyata susah. Spanduknya tinggi banget, susah masuk kamera. Udah nyoba segala macam pose, gak bisa-bisa juga. Akhirnya kami mulai ragu ini tempat yang dimaksud dan kami memutuskan buat minta bantuan. Format SMS, "BIRU MINTA CLUE TAMBAHAN DONG!"

Dan panitia membalas
""Temui 5 Sang Pencerah di institusi nonformal 4 huruf, tempat kita berkumpul dan belajar bersama."

"Lah kok ada tambahan 4 huruf? Bukan ini dong? Terus apa dong?"
"ITHB mungkin!" Jib menebak.
"Tapi kan nonformal. ITHB kan formal."
"Atau mungkin mereka salah clue? Maksudnya formal, mungkin."
"Ah masa sih mereka salah clue?"
"Iya, kali aja mereka ga tau arti 'formal' itu apa. Kan formal juga ada badan hukumnya."
Kami mulai ngaco dan songong. 

"Ya udah deh kita ke ITHB!" Kamipun naik angkot dengan pedenya ke ITHB. Di angkot, kami ngobrol-ngobrol lagi dan ketawa-ketawa seandainya bener si panitia gak tau bedanya formal dan informal. Tiba-tibaa, Adrian nyeletuk, "AECS! AECS kan 4 huruf, dan itu informal, tempat kita Bible Study!"
"Howalaaaah iya ya! Kok ga kepikiran? Untung angkotnya masih sejurusan." Kemudian kami menertawakan diri sendiri yang songongnya mengira si panitia bodoh. HA HA HA.. menyedihkan.

Sampai di AECS, ternyata bener, kelompok lain udah banyak yang sampai lokasi. Ah, kami urutan ketiga. Gakpapa deh, siapatau yang kelompok lain ada yang salah menjalankan tugas. Kami masih pede. Setelah semua kelompok berkumpul, akhirnya diceklah tugasnya satu persatu dan.. tolong, kami malu semalu-malunya! Perlu diceritain ga ya? Hm.. Iya deh kami pasrah.

Jadi ternyata, yang clue 'masa tidak perlu repot memikirkan baju' itu maksudnya adalah, kami disuruh seolah-olah sedang upacara bendera di ahri Senin, menghormat ke arah bendera. PFFFFFFFFFFFFTT.. "Tapi kan Spongebob tayangnya jam 6, masa ada upacara jam 6?"

"Bukannya Spongebob itu jam 7?" si panitia jadi bertanya.
"JAM 6! AKU PENGGEMAR SPONGEBOB MANA MUNGKIN SALAH!" Aku ngotot. Setidaknya ada yang masih bisa didebatkan. Hahaha.
"Eh iya deh maap, harusnya sesudah Spongebob tayang."
"Tuh kan, kami harusnya bener tuh kalo cluenya ga salah mah."
"Tapi kan tetep aja gak nyambung ke ngehormat ke bayi." HAHAHAHAHAHAHAHA.. Mereka menertawakan kami. Tertawa puas sekali. Gak brenti-brenti. "Makanya jangan terlalu mumet mikirnya, berpikir seperti anak kecil.." lagi-lagi mereka menertawakan kami.

Dan jadilah itu jadi ejekan abadi. Menghormat ke bayi. Astagaaaa.. Entah dari mana ilham itu muncul. Astaga.. Jadi begitu ceritanya. Kami juara harapan. Ya karenapesertanya juga cuma segitu. Setidaknya bukan juara terakhir lah ya. Masih bagus lah ya. Iya'in kek.


No comments: