Wednesday, April 3, 2013

Akhirnya Ketemu Copet Juga

Setelah bertahun-tahun hidup di kerasnya Kota Kembang, sering denger soal tindak kriminal yang dialami temen-temen, akhirnya aku punya kesempatan merasakannya juga. Ini bukan kalimat yang menunjukkan kebahagiaan, tapi yah ada kepuasaan juga akhirnya pernah mengalaminya dan bisa mengucap syukur bisa melewatinya. ;)

Jadi ceritanya begini. Waktu itu (Juli 2011) aku sedang di angkot menuju ke tempat mojok favorit, McDonalds Istana Plaza. Dengan peralatan perang seperangkat laptp beserta colokan dan terminal listriknya, aku siap nongkrong di McD seharian. 

Ngambil angkot Caringin-Sadang Serang, waktu itu isinya kira-kira 4 orang. Tiga orang di kursi panjang, satu orang di kursi pendek. Aku memilih duduk di kursi pendek. Gak lama setelah itu, kira-kira beberapa menit, secara bertahap beberapa penumpang lainnya naik satu persatu. Dan hampir penuhlah si angkot. Sebenernya gak penuh-penuh amat, soalnya di bangku panjang masih ada kira-kira space buat 2 orang lagi dan ada seorang penumpang pria yang malah maksa milih duduk di bangku pendek, padahal bangku pendek itu udah empat orang.

Dengan sebel, aku keukeuh gak mau geser, dan bilang ke dia. "Pak, di sana (nunjuk ke bangku panjang) masih kosong.". Dia ngeyel, pura-pura gak denger kayaknya, dan tetep duduk di sebelahku yang sebenernya udah penuh dan mepet banget duduknya, Hmm.. aku mulai mencium ketidakberesan di sini,

Aku mulai curiga sama gelagat mereka, yang mirip sama ciri-ciri pencopet di angkot yang sering aku denger ceritanya dari temen-temenku. Dengan segera aku mangku tas ranselku yang tadinya aku taro di sampingku, kemudian pindah ke bangku panjang dan nunjukin muka sebel. Terus aku meluk tas itu kenceng-kenceng. Pertunjukan dimulai. Bener aja, mereka mulai bertingkah. Tiba-tiba yang satu mengeluh kakinya sakit, terus ngeregangin kakinya ke arahku. Wah kebaca nih taktiknya. Aku belagak cuek, ga peduli. Si temennya masih mencoba mengalihkan perhatian dengan bilang ke aku kaki temennya sakit. Dengan tampang masa bodo, aku meluk tas semakin kenceng.

Sadar trik kaki sakitnya gak mempan, mereka pake cara lain. Mereka minta tolong aku bukain jendela angkot dengan alasan kepanasan. Masih meluk tas, aku cuekin mereka. Setelah beberapa kali mencoba segala cara dan ngeliat mukaku yang mulai mencurigai mereka, akhirnya mereka nyerah, SAtu per satu turun dari angkot dan tinggallah beberapa orang di angkot. Setelah mereka turun, aku menghembuskan napas lega, terus bilang ke pak supirnya "Pak, yang tadi itu copet semua!"

Akupun mulai curhatin kecurigaanku sama pak supir dan penumpang yang masih di angkot. Aku cerita juga sama bapak di depanku (yang duduk di bangku pendek dan tadinya ada di sebelah kananku). Aku bilang kalo aku udah curiga dari awal sama orang-orang tadi dan ternyata bener, mereka mau nyopet. Si bapak yang aku ajak cuma ngangguk-ngangguk, ga bilang apa-apa dan mimik mukanya aneh.. Dan kemudian si bapak itu ambil sesuatu dari bawah joknya. Aku kaget. Dia pegang batere laptopku! "Ini neng, saya nemu di bawah, saya kira pisau," katanya. Astaga. Kok bisa di situ? Aku langsung meriksa isi tasku takut-takut ada yang hilang. Dompet, handphone, aman. Gak lama, si bapak yang di depanku turun.

Beberapa menit mikir kenapa batere laptopku ada di bawah, akhirnya aku sadar. Si bapak tadi juga komplotan mereka! Hastagah! Dan aku malah nyurhatin dia! Tapi puji Tuhan banget tadi aku ga langsung turun di tengah jalan. Kalo ngga, apa kabar ini laptop baterenya ilang. :(

Masih deg-degan sama pengalaman barusan, aku tetep lanjut ke McD dan ngetweet. Yes, Twitter is my boyfriend. :| Aku ngetweet tentang kejadian itu, dan gak lama ada temen yang mention kalo temennya juga barusan hampir kecopetan, di angkot yang sejurusan sama angkotku tadi. PASTI KOMPLOTAN YANG SAMA! Astaga..

Bersyukur banget rasanya bisa ngalamin dan lepas dari pengalaman menyeramkan tadi.. DAn setelah sampai di McD sempet-sempetnya aku kultwit soal #tipssaatketemucopetdiangkot. Dan tentu saja versi ngaconya. Ini beberapa di antaranya.


Absurd emang. Temenku aja merinding waktu ceritain kejadian itu, sedangkan aku sendiri yang ngalamin bisa-bisanya ngultwit begituan pasca kejadian. Hahaha. But thank God itu ga bikin aku trauma. Sampe saat ini sih masih lebih takut ketemu ahntu daripada copet atau preman. ;p

1 comment:

Anonymous said...

Kejahatan dapat terjadi dimanapun anda berada
tak mengenal korban baik itu pria maupun wanita, penodongan, penculikan, pemerkosaan dsb
Jadilah Kuat dan lindungi diri anda serta orang-orang yang anda cintai
bergabunglah dengan kami di :
www.bakatsuper.com