Tuesday, December 17, 2013

Ada apa hari ini?

Uang yang aku kantongi gak lebih banyak dari kemarin. Baju yang aku pakai gak lebih bagus dari kemarin. Makanan yang aku makan gak lebih enak dari kemarin. Tapi aku senang. Mungkin bahagia. Menikmati rasanya diomongin sama orang. Menikmati rasanya disindir sama orang. Menikmati membuat pilihan yang tepat. Tanpa ada celah untuk ingin mengeluh. Ah, terima kasih Tuhan. :)

Wednesday, November 13, 2013

pesan untuk diri sendiri

Jangan cengeng. Masa cengeng kamu sudah habis. Ayo bangun dan selesaikan semuanya.

Thursday, September 5, 2013

What Will I Be Today?


Keadaan 1
Bangun pagi, bangunnya kesiangan gara-gara semalem nongkrong sampe malem sama temen-temen. Buru-buru mandi, ke kampus, pas nyebrang hampir ketabrak. Nyampe kampus, ternyata dosen gak datang. Kesel, ngumpat.

Keadaan 2
Di kantor, pusing banyak kerjaan numpuk gara-gara semalam begadang nonton bola. Tiba-tiba alarm kebakaran nyala. Seisi kantor berhamburan berdesakan ke pintu keluar. Sampe di luar, dapat pengumuman alarmnya bermasalah, ternyata ga ada kebakaran. Kesel, ngumpat.

Bagaimana kalau keadaan 1 berakhir dengan dosennya dateng, dan kamu ga dibolehin masuk gara-gara kesiangan? Kesel dan akhirnya ngumpat juga?

Atau pas lagi nyebrang tadi kamu ketabrak beneran dan harus dibawa ke rumah sakit? Masih sempet kesel dan ngumpat juga?

Bagaimana kalau keadaan 2 berakhir dengan kantor yang beneran kebakaran dan kamu kejebak di dalam? Masih sempet kesel dan ngumpat?
You decide what will you be today.
Tukang mengeluh dan hidup akan jadi penderitaan, atau menjadi orang yang beryukur dan semua akan menjadi berkah?

Have a thankful day, people!

Monday, August 19, 2013

Dilema Jadi Orang Batak (part 1)


Pernikahan jadi topik siang kemarin antara aku dan mama, dengan papa yang pura-pura gak denger, tapi PASTI banget nyimak.

Intinya sih, papa keukeuh nikahan abang itu kudu dipestain. Secara, abang cucu laki-laki pertamanya opung dari papa. Sedangkan abang, pengennya sederhana aja, jadi duitnya juga bisa dipake buat yang lain.

Hmmphh.. Ini salah satu dilema jadi orang Batak. Aku ngerti pemikiran papa, kenapa musti diadatin, dipestain, undang banyak keluarga dan kerabat. Dan aku juga ngerti pertimbangan abang. Dan tentunya mendukung 100%. Ngapain spend banyak duit di satu hari, tapi kemudian di hari berikutnya malah jadi nyusahin. Pesta heboh, tapi besoknya luntang-lantung mikirin pengeluaran selanjutnya. Dan yang paling penting, uang terbuang sia-sia, sama sekali gak disenangi Tuhan.

Selain itu, sangat menyedihkan melihat beberapa pernikahan adat Batak yang pernah aku datangi. Penuh asap rokok, minuman Alkohol, tata cara yang bertele-tele, musik yang kencang, dan penuh hura-hura. Yang punya hajat malah gak bisa menikmati acara yang seharusnya sakral ini.

Iya, ini dilema. Di satu sisi, ingin menjalin hubungan baik dengan saudara-saudara sesuku, tapi di sisi lain, menyadari bahwa ini salah. Salah banget. Gak sesuai dengan apa yang Tuhan suruh.

Ikut Tuhan memang harus total ya. Ngikut yang Tuhan bilang, efeknya bisa diomongin sama keluarga yang lain, dicibir tetangga, dan macem-macem efek lain. Tapi harus siap. Toh semua juga buat kebaikan diri sendiri. Semoga keluarga dapat solusi yang terbaik deh. Mohon doanya. Soalnya ini berhubungan sama pernikahanku nantinya juga. Hihihii..

Thursday, August 15, 2013

Lagu Sion no. 116 - Aku Ada Sahabat

Aku ada Sahabat terindah bagiku
Teman yang sangat setia, yang kasihNya sungguh
Ia  tak akan tinggalkan asal aku setia
Aku hendak berjalan besertaNya

Krap kali aku jatuh sebab aku lemah
Tapi Tuhan kuatkanku, ku sandar padaNya
Dan dengan perlahan-lahan aku dipimpinnya
Aku hendak berjalan besertaNya

Ku critakan padaNya suka dan dukaku
Ku critakan sgala susah dan kesenanganku
Padaku Ia katakan harus berusaha
Aku hendak berjalan besertaNya

Tuhan tau aku rindu cari jiwa sesat
DisuruhNya pergi aku bawa kabar slamat
Dan disuruhNya nyatakan rahmat dan kasihNya
Aku hendak berjalan besertaNya

Wednesday, August 7, 2013

untitled

Banyak yang terjadi, banyak yang pengen ditulis. Tapi, ya sudahlah. Simpan semuanya di kepala, tempat semuanya aman, tak ada yang tersakiti, tak ada yang direpotkan. Semoga harimu menyenangkan. :)

Monday, June 24, 2013

"Don’t be judgemental!"

“Janganlah kamu menghakimi supaya kamu tidak dihakimi.”

Orang-orang, termasuk aku, sering banget mengutip ayat ini dan kayaknya sekarang udah banyak banget quotes senada berseliweran dan dijadiin status atau tweet di social media. Hmm.. beberapa waktu lalu aku nemuin sesuatu yang menarik tentang ini. Kita sering banget make hal ‘jangan nge-judge’ ini dengan memposisikan diri kita menjadi orang yang dijudge, kan? Aku malah mikir, ini ayatnya lebih buat kita memosisikan diri kita (aku) di bagian yang menghakimi. Dulu, aku sering banget make ayat pamungkas ini ketika ada seseorang yang membuat aku merasa di-jugde.

Tapi sadar gak sih, kadang-kadang kita make ayat ini hanya untuk melindungi diri kita dari ‘penghakiman’ orang lain? Oke, di bagian kita dihakimi orang lain emang salah, Cuma Tuhan yang punya hak untuk menghakimi. Tapi kemudian, kalau kita di posisi lagi di-judge seseorang, apa dengan mengatakan atau berpikir orang itu judgemental itu kemudian masalah selesai?

Gini deh sederhananya, kalau ada orang yang ngejudge aku tukang gossip dan aku merasa ga seperti itu, kemudian aku ngecap orang itu ngejudge aku (lucunya ini juga namanya nge-judge kan? Hahaha), apa kemudian urusan aku selesai? Ngga. Sebagai orang normal sepatutnya aku kemudian harus introspeksi dong, kok bisa dia ngejudge aku tukang gossip? Jangan-jangan ada tindakan aku yang memang dia lihat mengindikasikan aku tukang gosip.

Dan lucunya lagi, seringkali kata ‘jangan nge-judge’ ini dipakai buat menutupi diri dari kesalahan yang disadari orang lain. Misalnya nih, temen aku negor aku yang suka pake baju ketat-ketat, terus aku akhirnya merasa dia menghakimi aku dengan pakaian yang aku pake. Yang penting kan hati! Udah kayak bener aja hidupnya pake ngurusin orang lain! Begitu tameng yang biasa kita pake. Hahaha. Padahal sebenernya tegorannya dia bener, kita sadar penuh itu. Tapi gara-gara malu, merasa dihakimi, akhirnya bukannya berubah, malah jadi sebel sama orang itu.

Miris ya, padahal kan dia ngasih kita sesuatu yang bener dan memang baik buat kita. Gak peduli lah sama motivasinya dia, sirik kek, apa kek, that’s not our business. It’s their own problem. Yang pasti, yang dia sampaikan itu bener. Makanya, yang diperlukan di sini adalah kerendahan hati. Kerendahan hati buat mau dikoreksi sama orang lain. Kerendahan hati untuk ngubah apa yang seharunya diubah. Kerendahan hati buat keluar dari zona nyaman, kuping yang terbiasa denger yang manis-manis doang dari orang lain.

Kita seringkali maunya temenan sama orang yang sering muji kita, setuju dengan pendapat-pendapat kita (walaupun kadang salah), dan mendukung kesalahan-kesalahan kita. Padahal kan temen yang bener itu temen yang siap menegur kalau kita salah, jujur walaupun itu menyakitkan. Tapi yakinlah, buahnya manis. Jangan maunya makan bubur mulu, hanya mau Firman yang enak didengar dan gak mengganggu ketenangan hidup kita yang gelap. Kita harus siap juga dikasih ‘makanan keras’ yang kadang terlampau keras dan butuh waktu buat ngunyahnya, tapi bersabarlah. Itu tanda kita udah gak bayi lagi. Kita udah siap ditempa Tuhan buat jadi emas murni dan siap jadi penghuni surge nantinya. Amin.

Jadi, mulai sekarang, yuk siap menerima kritikan dan stop melindungi diri dari merasa dihakimi. Kalau yang dibilang itu bener, ya udah, belajar untuk berubah. Kalo gak bener, doakan dia. Tapi aku yakin gak 100% tanpa alasan dia bilang gitu. Introspeksi aja. Udah paling bener itu, dan susah memang. Tapi, dalam Tuhan, apa yang tidak mungkin?

Wednesday, June 12, 2013

Daddy's First Surgery

Daddy's home! Akhirnya setelah 5 hari rawat inap di Rumah Sakit MAL Cibaligo. Jadi ceritanya, hari Jumat dan sebelum-sebelumnya bokap udah ngeluh-ngeluh sakit di bagian perutnya. Kami pikir cuma maag biasa, soalnya sebelumnya udah beberapa kali ngeluh yang sama, minum obat, sakitnya ilang. Dan kami pikir kali ini juga sama.

Hari itu, seharusnya Pdt Budi Kelana yang seharusnya jadi pembicara Bible Study, mengabari kalau beliau kecelakaan. Aku yang dapat berita dari Bang Edmond dikabari kalau beliau dapat luka cukup parah di lututnya. Gitu deh aku juga ga akan jelasin. Hii.. Nah, akrena Pendeta Budi ga bisa dan sebelumnya aku sempet dapat telepon dari Kak Charley bahwa ada acara Seminar Musik di Cihampelas, jadi aku memutuskan untuk Bible Study gabung sama Cihampelas. Dan aku sendiri, ke KPA Naripan. Mumpung lagi bisa. Pulang dari KPA, dianter pulang, sampe rumahcuma ada Isnot sama si EO. Dan mereka bilang kalau bokap opname. Dana akan dioperasi malam itu juga. Jeng jengggggg..

Buat keluarga kami, ini kejadian yang cukup mengagetkan. Karena, di sejarah keluarga kami sangat sangat jarang ada yang sakit sampe rawat inap di rumah sakit, bahkan sampai operasi. Jadi yang terpikir di kepalaku saat itu, takut tentu saja. Udah aneh-anhe aja mikirnya. Takut begini, takut begitu. Walaupun katanya sih cuma operasi usus buntu, operasi kecil, tapi tetep aja, was-was. Selain itu, kepikiran juga biayanya gimana. Abis pernah denger juga ada temen yang operasi usus buntu sampe 20 juta. Pait pait pait.

Nyokap nginep di rumah sakit nemenin bokap. Pagi-paginya pulang dan ngabarin ternyata operasinya ditunda jadi siang ini jam 2. Adek-adek pada ke gereja sendiri, akupun. Aku berangkat ke Naripan soalnya ada jadwal ngambil bagian sekaligus ada janji.

Pulangnya, aku nyusul ke rumah sakit. Ternyata operasi ditunda lagi ke jam 3 dan akhirnya jam 4 baru dioperasi. Hufff. Kami nunggu di lobi, dan puji Tuhan operasinya lancaaaar. Legaaaaa rasanya. Kejadian ini semakin mengingatkan aku pentingnya jaga kesehatan. Semoga bokap juga. Kami sama-sama gak doyan minum. Paling parah, aku sih. Rasa haus kayaknya hampir ga kerasa lagi saking kebiasanya. Tapi sekarang sih gak mau bertindak bodoh dan akhirnya menyusahkan orang lain nantinya. Bukan hanya menyusahkan, pasti bikin sedih juga.
Pasca Operasi

Ayo, ayo, sekarang makan dan minumnya lebih diperhatiin lagi. Hidup sehat harus mulai dari sekarang. Jangan kalah sama nafsu lidah dan menyesal nantinya. And anyway, get well soon, Dad!

Friday, June 7, 2013

Buah Kesabaran

Di acara Tuesday Meeting IMAB beberapa waktu lalu, ada seorang teman yang kesaksian. Kesaksiannya bikin saya emosi pada awalnya, tapi kemudian terenyuh pada akhirnya. Sebut saja, R, Ralda. Eh kesebut. Ya udah sik, terlanjur. Oke, jadi dia kesaksian cerita waktu dia kelas 6 SD. Jadi R ini tinggal di daerah bawah Cihampelas. Buat yang pernah ke sana, tau kan kali panjang yang terbentang di sepanjang jalam Cihampelas bawah itu banyak pemukiman? Nah di daerah situ kejadiannya. 

Jadi, dulu, tiap kali pulang sekolah, R ini selalu lewat daerah kali itu. Dan di sana, ada sekelompok anak (sepertinya sebaya R dan semuanya cewek!) yang selaluuu aja ngejek-ngejekin R ini. Terutama setiap kali dia pulang gereja (dengan pakaian rapi) gitu. Mereka selalu teriak-teriak "Haleluuyaa.. Haleluyaa.." sambil cekikikan nunjuk-nunjuk ke arah R. Dan gak jarang, mereka ga cuma mengejek dengan kata-kata yang mencemooh, mereka juga suka menciprat air dari kali ke badan R. Rese? Banget. Saya aja yang denger ceritanya emosi. Jangan tahan saya, jangaaan. Oke, emang ga ada yang nahan saya juga sih. Lanjut. Gak puas sampai situ, ternyata anak-anak itu juga pernah beberapa kali meludahi R. Sekali lagi, sambil mencemooh dia. Kurang ajar? Bangeeeet. Saya kesel dan sedih dengernya. Diajarin apa mereka sama orang tuanya sampe sekurang ajar itu memperlakukan seseorang yang sama seperti mereka juga, manusia, dengan kurang ajar begitu dan bahkan dalam usia sebocah itu. Huft.

"Terus reaksi kamu gimana, R pas digituin?" kami penasaran. Aku berpikir, ya setidaknya sebagai bocah normal R bakal refleks dorong mereka, nangis, atau sekedar ngadu sama papanya. Terus papanya marah-marah ke orang tua anak-anak itu. Dan !$#^%^%(&^)(^&). Untungnya drama itu hanya ada di kepalaku yang isinya masih dihuni setan ini.

"Aku diem aja. Terus aku pulang, ganti baju."
Hah? Gitu doang? Buseeeet. Kami pada bingung. Terus dia lanjut cerita.

"Trus waktu itu aku ke warung, ketemu sama anak cewek yang ketua geng mereka." Ebuseet bocah-bocah ini udah kenal geng-gengan! "Terus aku datengin dia, terus ajak salaman. Aku bilang 'Maafin aku ya kalo aku punya salah sama kamu', anak itu kaget. Terus pergi."

"Huwoow. Kamu ngapain minta maaf?" Kami bertanya bingung. R cuma tersenyum kemudian melanjutkan.

"Terus waktu aku pulang, ternyata anak tadi ada di depan rumahku. Dia ngajak kenalan. Dan kami jadi temenan." Sejak saat itu, anak-anak itu gak pernah lagi ngejekin Ralda.

Seketika aku kagum dan salut. Dengan usia semuda itu, dia bisa bersikap sesabar itu. Seandainya aku di posisi dia, aku mungkin ambil tindakan kayak yang aku pikirkan di atas, dan pasti ceritanya jadi lain. Endingnya mungkin jadi berantem dan ga ada yang terubahkan. Yang ada, permusuhan makin besar, kebencian, pokonya ga ada bagus-bagusnya sama sekali.

Benar-benar kesabaran yang berbuah manis. Salute, R! Buat aku dan kita yang masih sering pake emosi ketimbang pakai hati, yuk berubah. Sedikit, sedikit, demi sedikit. Untuk pribadi yang lebih baik di masa depan. Kalo nggak orang lain yang terubahkan, kitalah yang diubahkan. Betul? :)

Wednesday, May 22, 2013

Birthday Wish of 2013

Halo. Udah 22 Mei 2013. Gak kerasa. Iya, ga kerasa soalnya aku merasa belum mencapai sesuatu apapun. Masih kayak kemaren. Masih menyusahkan orang lain, bikin sakit hati orang lain, belum bikin apa-apa buat orang lain. *tarik napas panjang*

Bentar lagi aku ulang tahun. Gak mau tau? Gakpapa. Kali ini juga aku ga akan posting wish listku dengan barang-barang yang aku inginkan dan butuhkan. Bakalan panjang mungkin. Gak abis-abis. Tapi aku punya harapan di tahun ini. Siap mengabulkan? Aku rasa kamu bisa kalau kamu mau.

Mulai dari awal tahun ini tahun yang berat buatku. Berat maksudnya bukan penuh masalah, tapi bisa jadi berkat kalau aku pikir-pikir. Aku banyak dapat kritikan. Fiuh, akhirnya. Aku senang. Sekaligus berbeban. Banyak masukan buat aku, tentang kekuarangan-kekuranganku di masa lalu. Yang semuanya menggunung tanpa aku tau. Tanpa sebelumnya ada yang bilang padaku ada apa, semuanya berubah begitu saja. Sedih? Banget. Kemudian aku pikir aku gak bisa berdiam diri seolah ga terjadi apa-apa. Aku harus lakukan sesuatu.

Beberapa minggu lalu aku sudah memulainya. Dan beberapa hari lalu aku mengambil langkah kedua. Hasilnya? Masih abu-abu. Gakpapa deh, yang penting aku sudah melakukan kewajibanku. Berat awalnya, berdoa lama sebelum akhirnya aku melakukannya. And I did it. I did my part.

Kembali ke wish list, jadi harapanku di ulang tahun nanti simpel, harusnya. Aku berharap semua yang pernah aku sakiti di waktu yang lalu-lalu mau memaafkanku. Itu aja. Termasuk kamu yang baca ini. Kamu bisa bantu ngasih kado ulang tahun buatku tahun ini. Maafkan kalau aku ada salah. Itu saja. Dan semoga selalnjutnya tahun ini dan seterusnya jadi indah buat aku, kamu, kita semua. Dan aku bisa meniup lilinkunanti dengan perasaan lega. Fiuh.

Maaf.

Tuesday, May 7, 2013

John Wycliffe - Penerjemah Alkitab Bahasa Inggris Pertama

Wycliffe adalah seseorang yang menerima pendidikan liberal, dan baginya takut akan Tuhan adalah permulaan himat. Ia menonjol di peguruan tinggi dalam hal semangat kesalehan, demikian juga dalam bakat yang luar biasa serta ilmu petahuan yang luas. Dalam kehausannya akan ilmu pegetahuan ia berusaha untuk mengetahui setiap cabang ilmu pengetahuan. Ia dididik dalam ilmu filsafat, peraturan-peraturan gereja, dan hukum-hukum sipil, terutama yang berlaku di negaranya. 

Ia kemudian terjun dalam perjuangan hak-hak sipil dan kebebasan beragama. Kecerdasannya serta terperincinya pengetahuannya mengundang rasa hormat dari baik teman maupun lawan. 

Pada waktu Wycliffe masih di perguruan tinggi, ia sudah mempelajari Alkitab. Pada masa itu, pada waktu Alkitab hanya ada dalam bahasa kuno, dan hanya orang-orang berpendidikan saja yang mampu menemukan kebenaran Alkitab, Wycliffe salah satunya. 

Wycliffe menyelidiki Alkitab dengan teliti seperti yang ia lakukan untuk menguasai ilmu pengetahuan di sekolah. Sampai sejauh ini ia telah merasakan kebutuhan besar, yang tidak bisa dipenuhi baik oleh pendidikannya yang tinggi maupun oleh pengajaran gereja. Di dalam Firman Tuhan ia menemukan apa yang sebelumnya dicarinya dengan sia-sia. Di sini ia melihat rencana keselamatan dinyatakan, dan Kristus ditetapkan sebagai satu-satunya pembela bagi manusia. Ia menyerahkan dirinya menjadi pelayan Kristus, dan memutuskan untuk mengabarkan kebenaran yang telah ia temukan. 

Ia melihat bahwa Roma telah melupakan firman Tuhan dan menggantikannya dengan tradisi manusia. Tanpa gentar ia menuduh keimamatan telah menghapuskan Alkitab, dan menuntut agar Alkitab dikembalikan kepada orang banyak, dan agar wewenang Alkitab kembali diteguhkan di dalam gereja. 

Wycliffe adalah seorang guru yang terampil dan seorang pengkhotbah yang fasih berbicara. Kehidupannya setiap hari adalah peragaan kebenaran yang dikhotbahkannya. Pengetahuan Alkitabnya, kuasa pertimbangannya, kesucian kehidupannya, dan keberanian serta kejujurannya yang tak terbengkokkan, membuat orang-orang menghargai dan mempercayainya. Banyak dari antara orang-orang yang tidak merasa puas lagi dengan kepercayaan mereka yang sebelumnya, pada waktu mereka melihat kejahatan yang merajalela di dalam Gereja Roma, lalu menyambut kebenaran yang ditunjukkan oleh Wycliffe. Tetapi para pemimpin gereja sangat marah pada waktu mereka mengetahui bahwa Wycliffe memperoleh pengaruh yang lebih besar daripada mereka. 

Pada waktu ia menjabat sebagai pendeta bagi kerajaan, ia dengan berani menentang pembayaran upeti yang dituntut oleh paus dari raja Inggris, dan menunjukkan bahwa penggunaan kekuasaan negara bertentangan dengan akal sehat maupun wahyu. Raja dan para bangsawan bersatu untuk melawap tuntutan paus kepada penguasa kerajaan, dan menolak membayar upeti. Dengan demikian pukulan hebat melawan supremasi kepausan telah dimulai di Inggris. 

Kejahatan lain yang sudah lama ditentang dan diperangi oleh Pembaru itu ialah pembentukan ordo biarawan peminta-minta sedekah. Kehidupan biarawan yang bermalas­malas dan meminta-minta bukan saja menghabiskan sumber-sumber daya dari masyarakat, tetapi juga membuat pekerjaan yang berguna menjadi terhina. Para pemuda menguami kemerosotan moral. Oleh pengaruh para biarawan ini banyak mereka terbujuk untuk memasuki biara dan membaktikan hidupnya pada kehidupan biarawan. Hal ini bukan saja tidak dengan seizin orangtua, tetapi bahkan tanpa sepengetahuan mereka, dan bertentangan dengan perintah mereka. 

Tuntutan kebiarawan melebihi kewajiban kepatuhan dan cinta serta kewajiban keluarga, berkata: "Meskipun ayahmu tergeletak di pintu rumahmu menangis dan merengek, dan ibumu harus menunjukkan tubuhnya yang melahirkan engkau dan payudaranya yang menyusui engkau, injaklah mereka dan berjalanlah lurus mendapatkan Kristus." 

Dengan sifat yang tidak berperikemanusiaan yang dahsyat ini demikianlah hati anak-anak dikeraskan melawan orangtua mereka. Itulah yang dilakukan para pemimpin gereja, seperti orang Farisi pada zaman dahulu, membuat hukum Tuhan; tidak berguna digantikan oleh tradisi mereka. 

Gereja telah memberikan kepada para biarawan ini kuasa untuk mendengarkan pengakuan dan memberikan pengampunan. Ini disalahgunakan dan menjadi sumber kejahatan besar. Cenderung untuk meningkatkan pendapatan mereka, para biarawan bersedia memberikan pengampunan dosa kepada para penjahat dari segala jenis kejahatan yang meminta pertolongan kepada mereka. Dan sebagai akibatnya, kejahatan yang paling buruk pun bertambah dengan cepat. 

Para biarawan menuntun mereka mempercayai bahwa kewajiban keagamaan adalah mengakui supremasi paus, memuja orang-orang kudusnya, dan memberikan persembahan kepada para biarawan; dan dengan melakukan hal-hal itu sudah cukup untuk mendapatkan suatu tempat di surga. 

Sementara biarawan-biarawan itu menjelajahi negeri untuk menjual surat pengampunan paus, banyak yang sangsi mengenai kemungkinan membeli pengampunan dengan uang. Mereka heran mengapa tidak mencari pengampunan dari Tuhan gantinya dari paus Roma. 

Untuk menutupi ketamakan mereka, para biarawan peminta-minta ini mengatakan bahwa mereka mengikuti teladan Juruselamat. Mereka mengatakan bahwa Yesus dengan murid-murid-Nya telah didukung oleh sumbangan derma orang-orang. Walaupun profesi biarawan sebagai profesi miskin, kekayaan para biarawan terus bertambah dan bangunan mereka yang megah dan meja makan mereka yang mewah membuat kemiskinan bangsa itu semakin nyata. 

Tak lama kemudian ada tiga surat perintah dikirimkan ke Inggris, dan kepada pejabat-pejabat gereja- semuanya memerintahkan untuk segera mengambil segala tindakan membungkam Wycliffe si guru bidat itu. 

Namun, sebelum surat perintah itu tiba, para uskup, dengan bersemangat, telah memanggil Wycliffe untuk diperiksa. Tetapi dua orang putra mahkota yang paling berkuasa di kerajaan itu mendampinginya di pengadilan. Dan massa yang mengelilingi gedung pengadilan menerobos memasuki gedung, sehingga mengintimidasi para hakim. Akhirnya sidang pada waktu itu di tunda, dan Wycliffe diizinkan pergi dengan aman. Tidak berapa lama kemudian, Edward III, yang diminta untuk mempengaruhi Wycliffe, meninggal dunia. 

Akan.tetapi dengan tibanya surat perintah itu berlakulah untuk seluruh Inggris suatu perintah yang harus dituruti, untuk menangkap dan memenjarakan para bidat. Tetapi Wycliffe tidak takut. Ia percaya Tuhan yang pernah berkata kepada seseorang pada zaman dahulu, "Jangan takut, . . Akulah perisaimu" (Kejadian 15:1), sekali lagi merentangkan tangan-Nya untuk melindungi hamba-Nya. Kematian datang bukan kepada Wycliffe, tetapi kepada paus yang telah mengelurkan dekrit untuk membinasakannya. Paus Gregory XI meninggal dan para petinggi gereja yang berkumpul untuk memeriksa Wycliffe akhirnya dibubarkan. 

Sebagai seorang profesor teologi di Universitas Oxford, Wycliffe mengkhotbahkan firman Tuhan di kelas-kelas univesitas. Dengan setia ia menyatakan kebenaran itu kepada para mahasiswanya, sehingga ia menerima gelar "Doktor Kabar Injil." Tetapi karya-terbesarnya selama hidupnya ialah penerjemahan Alkitab ke dalam Bahasa Inggris. Dalam salah satu karyanya, ia mengatakan rencananya untuk menerjemahkan Alkitab, agar setiap orang di Inggris boleh membaca perbuatan ajaib Tuhan dalam bahasanya sendiri. 

Akan tetapi, tiba-tiba pekerjaannya itu terhenti. Pekerjaannya yang tak habis-habisnya, belajar keras, dan siksaan dari musuh-musuhnya telah mempengaruhi kekuatannya, yang membuatnya lekas tua. Ia terserang penyakit yang berbahaya. Berita itu mebuat para biarawan senang. Mereka berkumpul sekeliling Wycliffe yang sudah sekarat itu. "Maut segara akan menjemputmu," kata mereka, "sadarilah akan kesalahanmu dan tariklah di hadapan kami semua apa yang telah engkau katakan yang melukai kami." Sang Pembaru itu mendengarkan dengan diam. Kemudian ia memandang dengan tenang pada mereka yang sedang berdiri menunggu penarikan kembali pernyataannya itu. Lalu ia berkata dengan suara yang keras dan teguh yang telah membuat mereka sering gemetar, "Saya tidak akan mati, tetapi akan tetap hidup, dan kembali akan menyatakan perbuatan jahat para biarawan." Terkejut dan malu, para biarawan itu bergegas meninggalkan kamar itu. 

Kata-kata Wycliffe itu telah digenapi. Ia tetap hidup dan akhimya Alkitab terjemahan bahasa Inggris pertama telah dibuat. Firman Tuhan telah dibukakan ke Inggris 

Percetakan pada masa itu belum semaju sekarang. Untuk menggandakan Alkitab dibutuhkan usaha yang sangat melelahkan. Namun orang-orang sangat berminat memiliki buku itu sehingga banyak orang yang bersedia untuk menyalinnya. 

Munculnya Alkitab membawa ketakutan bagi penguasa-penguasa ge­reja. Sekarang mereka harus menghadapi suatu alat yang lebih ampuh dari Wycliffe-suatu-alat yang mereka tidak dapat lawan dengan alat mereka. Pada waktu itu tidak ada undang-undang di Inggris yang melarang ber­edarnya Alkitab, karena sebelumnya belum pernah ada diterbitkan dalam bahasa Inggris. Undang-undang seperti itu baru kemudian diberlakukan dan dipaksakan dengan keras. Sementara itu, walaupun para imam berusa­ha membendung peredaran Alkitab, ada satu masa kesempatan bagi firman Tuhan itu untuk tetap beredar. 

Sekali lagi para pemimpin kepausan merencanakan untuk membungkam suara Pembaru itu. la telah diperiksa di depan pengadilan sebanyak tiga kali, tetapi tanpa hasil. Mula-mula sinode para uskup menyatakan tu­lisannya sebagai ajaran sesat atau bidat. Dan setelah mempengaruhi Raja Muda Richard II memihak kepada mereka, mereka memperoleh dekrit raja untuk memenjarakan semua orang yang berpegang pada ajaran-ajaran yang dilarang itu namun lagi-lagi gagal dan Wycliffe dibebaskan. 

Para pemimpin kepausan telah gagal melaksanakan kehendaknya ke­pada Wycliffe semasa hidupnya, dan kebenaran mereka tidak puas kalau jasadnya terbaring beristirahat di kuburnya. Dengan dekrit Konsili Constance lebih empat puluh tahun sesudah kematiannya, tulang-tulang­nya digali dan dibakar di depan umum, dan abunya dibuang ke anak sungai yang terdekat. "Anak sungai ini," kata seorang penulis tua, "telah menerus­kan abunya ke Avon, dari Avon ke Severn, dari Severn ke laut sempit dan terus ke lautan luas. Dan dengan demikian abu jenazah Wycliffe adalah lambang doktrinnya yang sekarang tersebar di selurub dunia. 

Melalui tulisan Wycliffe inilah, John Huss dari Bohemia telah dituntun untuk meninggalkan banyak kesalahan Romanisme dan memasuki gerakan Reformasi. Jadi di dalam dua abad ini, yang telah terpisah jauh, bibit kebenaran telah ditaburkan. Dari Bohemia pekerjaan itu meluas ke negeri-negeri lain. Pikiran-pikiran manusia telah dituntun kepada firman Tuhan yang telah lama dilupakan. Tangan llahi telah mempersiapkan jalan kepada Reformasi Akbar. 




sumber:
Kemenangan Akhir - Ellen G White
(gambar) wycliffe.org

Monday, April 8, 2013

After All Those Times

Today, for the first time, after few month passed, I came back to this place. The place I hate (let say) the most. But the more I hate it, the more I have to stay. And today, again, it feels so ridiculous to be here. Looking at those people and bewailed.

Thursday, April 4, 2013

IMAB MERDEKA - Masa Kebodohan Itu

Entah kenapa saya lagi pengen ngepost soal kejadian-kejadian yang udah lama terjadi. Barusan keingetan waktu acara 17 Agustusan bareng IMAB. Sebuah keajaiban akhirnya aku bisa menikmati acara tanpa harus jadi panitia. Huray!

Jadi waktu itu kami janjian jam 7 pagi di tulisan D.A.G.O buat kumpul briefing. Jadi sejak 2 tahun terakhir ini IMAB selalu merayakan 17 Agustusan dengan hiking, jalan-jalan ke hutan atau Amzing Race. Dan kali ini si panitia IMAB Merdeka memilih buat bikin acara semacam Amzing Race atau sebut saja Balapan Hebat. Yak yang kayak di tipi-tipi itu, kita disuruh keliling kota Bandung, dengan dikasih clue tertentu sampai pada titik akhirnya. Dan setiap kelompok yang udah dibagi gak diperkenankan bawa uang selain yang udah dijatah oleh panitia. Dan kali ini kami dikasih jatah Rp.12.500 per kelompok, yaitu 3 orang. Hufft..

Saya beserta tim biru yaitu Jib dan Adrianpun memulai petualangan ini. Di awal, panitian nyuruh kita buat menjawab semua clue dengan jangan terlalu berpikir banyak. "Berpikirlah seolah-olah kalian anak kecil. Soal-soalnya gampang-gampang kok," kata mereka. Woke!

Pertanyaan pertama, kedua, ketiga terjawab dan kami laksanakan dengan tanpa susah payah. Seinget saya waktu itu tugasnya disuruh fotoan sama kuda. Tapi di kertas clue gak ditulis 'kuda' melainkan bahasa latin dari kuda. Yah itu sih tinggal googling beres lah. Thanks to Google!

Kemudian sampailah kami ke pertanyaan begini:

"Kembalilah ke masa di mana kalian tidak perlu repot memikirkan baju apa yang akan dipakai, ke waktu sebelum acara Spongebob ditayangkan."

lanjutannya.. aku lupa, pokoknya disuruh menengadah, dengan tangan ditekuk sebesar 45%.

Di clue awal kami cukup berdebat. "Maksudnya masa tidak repot memikirkan baju, masa sekolah, kali," entah Jib atau Adrian yang berpendapat.

"Masa sekolah kan kita tetep mikir mau pake baju apa. Anak-anak sekarang kan udah suka milih-milih baju. Pasti maksudnya masa bayi. Dan, kan di deket sini ada toko peralatan bayi!"

"Trus ini menengadah trus sikap hormat 45% gimana ceritanya. Bukannya maksudnya upacara bendera?"

"Oh itu pasti kita disuruh ngehormat ke gambar bayi! Di Lavie (toko peralatan bayi) itu kan ada gambar bayinya! Kita disuruh ngehormat ke situ trus difoto! Spongebob kan tayangnya jam 6, mana ada upacara sebelum jam 6!" aku bersemangat dengan analisisku. Mereka tampang ragu, tapi aku langsung mengambil keputusan bahwa kami harus segera ke Lavie. Amat yakin. Padahal si Amat juga gak yakin-yakin banget.

Sampe di Lavie, kami nyari gambar bayi dan.. gak ketemu. Setelah bingung ga ada gambar bayi, ahaaa..
"Mungkin kita harus pake bayi beneran. Yuk cari bayi yuk!" ide aneh si Adek muncul. Setelah celingak-celinguk nyari bayi, akhirnya aku nemu ibu-ibu yang lagi gendong bayi. Dengan pede bak sehabis memakai Rexona aku mendatangi si ibu.

"Permisi, Bu. Maaf ganggu. Saya lagi ada tugas buat fotoan sama bayi. Boleh kan numpang pinjem dedeknya buat fotoan?" si Ibu awalnya heran, tapi akhirnya ngangguk. "Iya aja deh daripada anak gue digigit," pikirnya, mungkin. Kami fotoan, dengan pose aku menghormat ke bayi itu dan selesai. Kami berterimakasih sama si Ibu dan suaminya yang masih dengan tampang heran.

Clue selanjutnya. "Temui 5 Sang Pencerah di institusi nonformal tempat kita berkumpul dan belajar bersama." Hmm.. Apa pulak ini. "Institusi nonformal, maksudnya tempat les gitu kan? Ada tempat les gak sih di daerah sini?" kami mulai berpikir.

"Kalo ga salah ada deket Famos gitu deh! Iya ada! Tempat Les Bahasa Inggris!" Adrian bersemangat.
"Beneran? Ayo ke sana kalo gitu!" Aku ikut bersemangat. Kemudian kami berjalan dan cukup jauh, tapi si tempat les gak ketemu juga. Wah udah gak beres nih. Masa sejauh itu sih?
"Gakpapa, jalan aja dulu, setauku emang ada di sini." Jib ikut bersuara. Akhirnya kami terusin jalan, daaaan ketemu deh tuh tempat les. Tapi, kok tutup ya? Trus siapa tuh Lima Sang Pencerah? Kami mulai bingung. 

"Eh, jangan-jangan itu gambar orang-orang yang di spanduk?"
"Tapi kan gak 5 orang, mereka banyakan."
"Ya udah kita fotoan sama 5 orang aja, sisanya jangan masuk foto."
"Oh iya, iya." DEngan polosnya kamipun fotoan sama spanduk itu. Tapi ternyata susah. Spanduknya tinggi banget, susah masuk kamera. Udah nyoba segala macam pose, gak bisa-bisa juga. Akhirnya kami mulai ragu ini tempat yang dimaksud dan kami memutuskan buat minta bantuan. Format SMS, "BIRU MINTA CLUE TAMBAHAN DONG!"

Dan panitia membalas
""Temui 5 Sang Pencerah di institusi nonformal 4 huruf, tempat kita berkumpul dan belajar bersama."

"Lah kok ada tambahan 4 huruf? Bukan ini dong? Terus apa dong?"
"ITHB mungkin!" Jib menebak.
"Tapi kan nonformal. ITHB kan formal."
"Atau mungkin mereka salah clue? Maksudnya formal, mungkin."
"Ah masa sih mereka salah clue?"
"Iya, kali aja mereka ga tau arti 'formal' itu apa. Kan formal juga ada badan hukumnya."
Kami mulai ngaco dan songong. 

"Ya udah deh kita ke ITHB!" Kamipun naik angkot dengan pedenya ke ITHB. Di angkot, kami ngobrol-ngobrol lagi dan ketawa-ketawa seandainya bener si panitia gak tau bedanya formal dan informal. Tiba-tibaa, Adrian nyeletuk, "AECS! AECS kan 4 huruf, dan itu informal, tempat kita Bible Study!"
"Howalaaaah iya ya! Kok ga kepikiran? Untung angkotnya masih sejurusan." Kemudian kami menertawakan diri sendiri yang songongnya mengira si panitia bodoh. HA HA HA.. menyedihkan.

Sampai di AECS, ternyata bener, kelompok lain udah banyak yang sampai lokasi. Ah, kami urutan ketiga. Gakpapa deh, siapatau yang kelompok lain ada yang salah menjalankan tugas. Kami masih pede. Setelah semua kelompok berkumpul, akhirnya diceklah tugasnya satu persatu dan.. tolong, kami malu semalu-malunya! Perlu diceritain ga ya? Hm.. Iya deh kami pasrah.

Jadi ternyata, yang clue 'masa tidak perlu repot memikirkan baju' itu maksudnya adalah, kami disuruh seolah-olah sedang upacara bendera di ahri Senin, menghormat ke arah bendera. PFFFFFFFFFFFFTT.. "Tapi kan Spongebob tayangnya jam 6, masa ada upacara jam 6?"

"Bukannya Spongebob itu jam 7?" si panitia jadi bertanya.
"JAM 6! AKU PENGGEMAR SPONGEBOB MANA MUNGKIN SALAH!" Aku ngotot. Setidaknya ada yang masih bisa didebatkan. Hahaha.
"Eh iya deh maap, harusnya sesudah Spongebob tayang."
"Tuh kan, kami harusnya bener tuh kalo cluenya ga salah mah."
"Tapi kan tetep aja gak nyambung ke ngehormat ke bayi." HAHAHAHAHAHAHAHA.. Mereka menertawakan kami. Tertawa puas sekali. Gak brenti-brenti. "Makanya jangan terlalu mumet mikirnya, berpikir seperti anak kecil.." lagi-lagi mereka menertawakan kami.

Dan jadilah itu jadi ejekan abadi. Menghormat ke bayi. Astagaaaa.. Entah dari mana ilham itu muncul. Astaga.. Jadi begitu ceritanya. Kami juara harapan. Ya karenapesertanya juga cuma segitu. Setidaknya bukan juara terakhir lah ya. Masih bagus lah ya. Iya'in kek.


Wednesday, April 3, 2013

Akhirnya Ketemu Copet Juga

Setelah bertahun-tahun hidup di kerasnya Kota Kembang, sering denger soal tindak kriminal yang dialami temen-temen, akhirnya aku punya kesempatan merasakannya juga. Ini bukan kalimat yang menunjukkan kebahagiaan, tapi yah ada kepuasaan juga akhirnya pernah mengalaminya dan bisa mengucap syukur bisa melewatinya. ;)

Jadi ceritanya begini. Waktu itu (Juli 2011) aku sedang di angkot menuju ke tempat mojok favorit, McDonalds Istana Plaza. Dengan peralatan perang seperangkat laptp beserta colokan dan terminal listriknya, aku siap nongkrong di McD seharian. 

Ngambil angkot Caringin-Sadang Serang, waktu itu isinya kira-kira 4 orang. Tiga orang di kursi panjang, satu orang di kursi pendek. Aku memilih duduk di kursi pendek. Gak lama setelah itu, kira-kira beberapa menit, secara bertahap beberapa penumpang lainnya naik satu persatu. Dan hampir penuhlah si angkot. Sebenernya gak penuh-penuh amat, soalnya di bangku panjang masih ada kira-kira space buat 2 orang lagi dan ada seorang penumpang pria yang malah maksa milih duduk di bangku pendek, padahal bangku pendek itu udah empat orang.

Dengan sebel, aku keukeuh gak mau geser, dan bilang ke dia. "Pak, di sana (nunjuk ke bangku panjang) masih kosong.". Dia ngeyel, pura-pura gak denger kayaknya, dan tetep duduk di sebelahku yang sebenernya udah penuh dan mepet banget duduknya, Hmm.. aku mulai mencium ketidakberesan di sini,

Aku mulai curiga sama gelagat mereka, yang mirip sama ciri-ciri pencopet di angkot yang sering aku denger ceritanya dari temen-temenku. Dengan segera aku mangku tas ranselku yang tadinya aku taro di sampingku, kemudian pindah ke bangku panjang dan nunjukin muka sebel. Terus aku meluk tas itu kenceng-kenceng. Pertunjukan dimulai. Bener aja, mereka mulai bertingkah. Tiba-tiba yang satu mengeluh kakinya sakit, terus ngeregangin kakinya ke arahku. Wah kebaca nih taktiknya. Aku belagak cuek, ga peduli. Si temennya masih mencoba mengalihkan perhatian dengan bilang ke aku kaki temennya sakit. Dengan tampang masa bodo, aku meluk tas semakin kenceng.

Sadar trik kaki sakitnya gak mempan, mereka pake cara lain. Mereka minta tolong aku bukain jendela angkot dengan alasan kepanasan. Masih meluk tas, aku cuekin mereka. Setelah beberapa kali mencoba segala cara dan ngeliat mukaku yang mulai mencurigai mereka, akhirnya mereka nyerah, SAtu per satu turun dari angkot dan tinggallah beberapa orang di angkot. Setelah mereka turun, aku menghembuskan napas lega, terus bilang ke pak supirnya "Pak, yang tadi itu copet semua!"

Akupun mulai curhatin kecurigaanku sama pak supir dan penumpang yang masih di angkot. Aku cerita juga sama bapak di depanku (yang duduk di bangku pendek dan tadinya ada di sebelah kananku). Aku bilang kalo aku udah curiga dari awal sama orang-orang tadi dan ternyata bener, mereka mau nyopet. Si bapak yang aku ajak cuma ngangguk-ngangguk, ga bilang apa-apa dan mimik mukanya aneh.. Dan kemudian si bapak itu ambil sesuatu dari bawah joknya. Aku kaget. Dia pegang batere laptopku! "Ini neng, saya nemu di bawah, saya kira pisau," katanya. Astaga. Kok bisa di situ? Aku langsung meriksa isi tasku takut-takut ada yang hilang. Dompet, handphone, aman. Gak lama, si bapak yang di depanku turun.

Beberapa menit mikir kenapa batere laptopku ada di bawah, akhirnya aku sadar. Si bapak tadi juga komplotan mereka! Hastagah! Dan aku malah nyurhatin dia! Tapi puji Tuhan banget tadi aku ga langsung turun di tengah jalan. Kalo ngga, apa kabar ini laptop baterenya ilang. :(

Masih deg-degan sama pengalaman barusan, aku tetep lanjut ke McD dan ngetweet. Yes, Twitter is my boyfriend. :| Aku ngetweet tentang kejadian itu, dan gak lama ada temen yang mention kalo temennya juga barusan hampir kecopetan, di angkot yang sejurusan sama angkotku tadi. PASTI KOMPLOTAN YANG SAMA! Astaga..

Bersyukur banget rasanya bisa ngalamin dan lepas dari pengalaman menyeramkan tadi.. DAn setelah sampai di McD sempet-sempetnya aku kultwit soal #tipssaatketemucopetdiangkot. Dan tentu saja versi ngaconya. Ini beberapa di antaranya.


Absurd emang. Temenku aja merinding waktu ceritain kejadian itu, sedangkan aku sendiri yang ngalamin bisa-bisanya ngultwit begituan pasca kejadian. Hahaha. But thank God itu ga bikin aku trauma. Sampe saat ini sih masih lebih takut ketemu ahntu daripada copet atau preman. ;p

That Feeling

How does it feel to be in love? I almost forgot. I found few people who are in love, recently. They do stupid and ridiculous things sometimes. Some stupidity that tingling me. Then it bothers me. I miss that feeling of falling in love. Yes, I miss it much. That feeling of having someone that always come to your thought no matter what are you doing or where are you at. That feeling when you find someone who knows how to treat you just as the way you want it without any clues. That feeling when you get (no matter how short) the text from him, that makes you smile, without any special reasons. Just because it comes from him/her. That’s it.

Sunday, March 31, 2013

Happy Birthday, JMS!

*lyrics from the Birthday Song - Corrine May

Don't worry about that extra line
That's creeping up upon your face
It's just a part of nature's way
To say you've grown a little more

Tanda-tanda penuaan,
HAHAHA tenang aja, masih ada Ponds Age Miracle
Gak, ini gak ngiklan
Itu hanya penanda
Kita bertambah tua setiap hari, setiap jam, setiap detik terlewat tanpa permisi
Itu alami
Gak bisa ditolak

Trees have rings and thicker branches
Kids shoes get a little tighter
Every year we're getting closer to who we're gonna be
It's time to celebrate the story of how you've come to be

Setiap waktu yang terlewat makin bikin kita menemukan siapa diri kita sebenarnya
Kalo kemaren-kemaren masih ngikut-ngikut, niru-niru
Semakin hari kita semakin menemukan mau jadi apa kita sebenarnya
Bukan jadi orang lain, tapi jadi diri kita yang sebenarnya
(TEEEET.. MENGULANG KATA ‘SEBENARNYA’!)

So light a candle on your cake
For every smile you've helped create
For every heart and every soul
You've known to grow a little more

Aku bukan pembuat surprise yang baik
Kamu mungkin bahkan udah nebak
Tapi ini yang bisa aku bikin
Sepotong cake sederhana dan beberapa batang lilin di tengah pergantian harimu
Mau mengucapkan “selamat merayakan kedewasaan!”
Iya, kedewasaan
Kata mereka, “Tua itu pasti, dewasa itu pilihan.”

A few more pounds, a little more grey
Don't count the years just count the way
It takes a little time to go from water into wine
Don't ever lose the wonder of the child within your eyes

Gak usah capek mikirin angka di lilin ulang tahun kamu
Coba hitung berkat-berkat yang kamu dapat selama itu
Apa pelajaran gratis yang kamu terima
Yang bikin kamu pribadi yang lebih istimewa dari sebelumnya
Bukan, ini bukan Mario Teguh yang ketik

Happy birthday my friend
Here's to all the years we've shared together
All the fun we've hadIt's such a blessing
Such a joy in my lifeMay the good Lord bless you
And may all your dreams come true

Selamat ulang tahun, Janice Marcellina Saerang!
Makasih buat tahun-tahun kebersamaan kita sebelumnya


Eciyeeee..

Keep making smiles on everyone’s face
Mari makin dewasa setiap hari, setiap menit
Jadi orang yang bawa sukacita dan berkat
Jadi orang yang bersyukur, bukan mengeluh
Jadi orang yang bisa diandalkan dan dipercaya
Jadi orang yang bisa bikin orang lain lihat siapa Tuhan kita

May the Good Lord bless you.
I love you. <3

Tuesday, March 19, 2013

Random Questions


  1. Grab the book nearest to you, turn to page 18, and find line 4. - Sabbath School Book: Allah menyatakan ada makhluk yang bersorak-sorai ketika Allah membentuk dunia.
  2. Stretch your left arm out as far as you can, What can you touch? - my cellphone
  3. Before you started this survey, what were you doing? - tweeting
  4. What is the last thing you watched on TV? - Mario Teguh Golden Ways
  5. Without looking, guess what time it is - 09.34
  6. Now look at the clock. What is the actual time? - 10.37 ehm.. okay..
  7. With the exception of the computer, what can you hear? - my refrigerator machine sound
  8. When did you last step outside? What were you doing? - took the towel
  9. Did you dream last night? - hmm.. idk
  10. Do you remember your dreams? - nope
  11. When did you last laugh? - last night, at Tree House
  12. Do you remember why / at what? - Lola told me something funny
  13. What is on the walls of the room you are in? - calendars, schedule board, pictures, photos, mirror, my kebaya
  14. Seen anything weird lately? - yes, why did I put my kebaya there?
  15. What do you think of this quiz? - nothing's special
  16. What is the last film you saw? - Habibie and Ainun
  17. If you could live anywhere in the world, where would you live? - Yogyakarta or Vienna, maybe?
  18. If you became a multi-millionaire overnight, what would you buy? - a House for mom and Dad, a car for IMAB
  19. Tell me something about you that most people don't know - I love wearing skirt
  20. If you could change one thing about the world, regardless of guilt or politics, what would you do? - I can't think of something specific
  21. Do you like to dance? - Yes
  22. Would you ever consider living abroad? - Right now, no.
  23. Does your name make any interesting anagrams? - Haha. I don't even ever think about it.
  24. Who made the last incoming call on your phone? - Henson
  25. What is the last thing you downloaded onto your computer? - Katon Bagaskara song - Negeri di Atas Awan
  26. Last time you swam in a pool? - About a month ago
  27. Type of music you like most? - Pop, Classic, Pop Rock
  28. Type of music you dislike most? - Metal, Hard Rock, Dangdut, Pure Jazz
  29. Are you listening to music right now? - Yes, Sherina - Anda Aku Besar Nanti :))
  30. What color is your bedroom carpet? - I don't use carpets
  31. If you could change something about your home, without worry about expense or mess, what would you do? - we'll be moved very soon! Don't really care bout current home.
  32. What was the last thing you bought? - Cilok depan BIP
  33. Have you ever ridden on a motorbike? - Yep
  34. Would you go bungee jumping or sky diving? - Noooooooo!
  35. Do you have a garden? - Nope
  36. Do you really know all the words to your national anthem? - Sure!
  37. What is the first thing you think of when you wake up in the morning? - Am I going to campus today?
  38. If you could eat lunch with one famous person, who would it be? - Lee Min Ho or Billie Joe, or Marshall Hall, or Joseph Gordon Levitt AAAAAAAAAAKKK..
  39. Who sent the last text message you received? - Janice
  40. Which store would you choose to max out your credit card? - Ace Hardware HAHAHA..
  41. What time is bed time? - 10.00
  42. Have you ever been in a beauty pageant? - Nope
  43. How many tattoos do you have? - None
  44. If you don't have any, have you ever thought of getting one? - Nope
  45. What did you do for your last birthday? - Count the blessings
  46. Do you carry a donor card? - Nope
  47. Who was the last person you ate dinner with? - Lola
  48. Is the glass half empty or half full? - Same
  49. What's the farthest-away place you've been? - Lake Toba
  50. When's the last time you ate a homegrown tomato? - Never
  51. Have you ever won a trophy? - Yep, for highest score in Bahasa Test  -___-
  52. Are you a good cook? - YES. Do you believe it?
  53. Do you know how to pump your own gas? - HAHAHAHAHA no.
  54. If you could meet any one person (from history or currently alive), who would it be? - Plato
  55. Have you ever had to wear a uniform to school? - Yes
  56. Do you touch-type? - ??
  57. What's under your bed? - Basket full of clothes
  58. Do you believe in love at first sight? - NO!
  59. Think fast, what do you like right now? - Eating
  60. Where were you on Valentine's day? - Janice's home
  61. What time do you get up? 6 or 6.30 or earlier sometimes.
  62. What was the name of your first pet? - Never adopt a pet
  63. Who is the second to last person to call you? - Lita
  64. Is there anything going on this weekend? - YES! A night with PANers! 
  65. How are you feeling right now? - Afraid
  66. What do you think about the most? - Future, when will I graduate, whow will be my future husband *_*
  67. What time do you get up in the morning? - 06.10
  68. If you had A Big Win in the Lottery, how long would you wait to tell people? - rightaway!
  69. Who would you tell first? - Mom and Dad
  70. What is the last movie that you saw at the cinema?  Rectoverso
  71. Do you sing in the shower? - Yes, a lot
  72. What do you do most when you are bored? - Eating, Net surfing, Sleeping
  73. What do you do for a living? - Nothing
  74. Do you love your job? - None
  75. What did you want to be when you grew up? - the Lord's servant, a missionary wife, a loving sister
  76. If you could have any job, what would you want to do/be? - Designer
  77. Which came first the chicken or the egg? - Chicken, for sure.
  78. How many keys on your key ring? - None
  79. Where would you retire to? - a village
  80. What are your best physical features? - eyebrows :))
  81. What are your best characteristics? - a helpful friend. B)
  82. If you could go anywhere in the world on vacation where would you go? - Vienna, Dubai, Japan, Ireland
  83. What kind of books do you like to read? - Novel
  84. Where did you grow up? - Bandung
  85. How far away from your birthplace do you live now? - Bukittinggi - Bandung? Far far away..
  86. What are you reading now? - This questions
  87. Are you a morning person or a night owl? - Morning
  88. Can you touch your nose with your tongue? - No
  89. Can you close your eyes and raise your eyebrows?  - (after trying) I feel so stupid
  90. Do you have pets? - NO
  91. How many rings before you answer the phone? - 2 rings
  92. What is your best childhood memory? - Digendong papa gara-gara (pura-pura) ketiduran di depan TV
  93. Any new and exciting things that you would like to share? - too much
  94. What is most important in life? - Obedient
  95. What Inspires You? - Jesus, and all things around me

Monday, March 18, 2013

Hari Tanpa Tujuan

Saat lagi mengetik ini, aku lagi ada di Yogya Express Ciwalk, sendirian, setelah berpetualang dari McD Simpang Dago, kemudian McD Bandung Indah Plaza, tanpa tujuan. Another unproductive day. Another coward day.

Di sini berseliweran orang-orang. Gak seperti aku, mereka ada kepentingannya masing-masing. Ada yang belanja sama keluarga, si anak naik ke trolley, kesenengan didorong sama ibunya. Ada sekelompok hijabers yang foto-foto pake iPad, kesusahan naro ipad pake timer, karena semuanya mau masuk foto. Ada juga sepasang pria dan wanita, mungkin pacaran, mungkin pedekate. Si cowok sibuk ngajak ngobrol si cewek, si cewek sibuk sama gadgetnya. Kasihan.

Ada juga sekelompok pemuda, yang sibuk ngobrol-ngobrol sambil ngerokok dan main kartu. Pemandangan lainnya, dua orang wanita bersama seorang pria. Yang pria pegangan tangan sama salah satu wanita, wanita yang satu ngikut di samping si wanita.

Semua ada tujuannya. Mau jalan-jalan, makan, sekedar bertemu teman, ingin tau tempat ini, dan lain-lain.

Sekarang, lagu yang sedang dimainkan: Curhat Buat Sahabat versi Acha Sepriasa. Tidak, tidak ada hubungannya lagu ini sama tulisan ini. Aku sendiri gak tau kenapa bikin tulisan ini. Namanya juga hari tanpa tujuan. Selamat Hari Tanpa Tujuan versi saya. Selamat bagi yang tidak merayakan.

Tuesday, March 5, 2013

Doa Saya Pagi Ini

Pagi ini, tiba-tiba saya kangen menulis. Baru sebulan tanpa menulis, saya merasa sudah terlalu banyak yang ingin ditumpahkan. Tolong ingatkan saya, ini bukan diary anak SMP. Saya suka kelepasan soalnya. Tapi, dalam sebulan ini tampaknya tidak ada perubahan yang terlalu signifikan di hidup saya. Tentu ini bukan prestasi, atau mungkin tanda-tanda frustasi? Benar-benar hidup tanpa ekspektasi. Halah. Maksa.

Pagi kemarin secara random otak saya mengucapkan doa aneh. Saya bilang sama Tuhan saya -entah bosan, muak, capek- berkuliah. Saya benar-benar gak menikmatinya. Ini aneh, mengingat ini adalah jurusan yang saya inginkan dan mungkin memang paling cocok dengan saya. Tapi kenapa semuanya jadi begini? Saya masih ingat, semester awal perkuliahan saya adalah orang yang paling bersemangat menyandang predikat mahasiswa. Saya superbersemangat mengerjakan tugas, tapi ternyata itu cuma sebentar. Semester berikutnya, dan berikutnya, dan berikutnya, menyedihkan. Ke mana perginya semangan kemarin pagi?

Dan pagi ini saya mau mencoba berdoa lagi. Tuhan, tolong ubahkan hati saya, saarkan saya saya sudah terlalu lama tidur. Tarik saya dari zona nyaman ini, buka mata saya lebar-lebar, hidup saya bukan hanya tentang saya, tapi juga orang tua saya, abang saya (yang bayarin uang kuliah saya), adik-adik saya (yang nantinya bagian dari tanggung jawab saya), teman-teman saya, calon suami saya, anak-anak saya nantinya, orang-orang yang berharap banyak sama saya, dan Engkau, yang saya sebut sebagai Tuhan saya.

Tuhan, tolong saya. Atau entah, kirimkan lagi orang yang bisa menyeret saya dari tidur saya, mengumpulkan lagi apa yang sudah berserakan, dan mulai berbenah lagi. Saya sudah mencoba mengandalkan diri saya sendiri, saya gak bisa. Saya harus akui, saya butuh dia. Siapapun dia. Tuhan bantu saya yang sekarat ini. Amin.

Thursday, February 7, 2013

Hari 12 - Surat Cinta untuk the Birthday Girl

Selamat ulang tahun, Ribka Setiawati Panggabean! How's it feel to be 24? 

Di umur kamu yang keduapuluempat ini aku doakan kamu selalu sehat, cepet dapet kerjaan yang tepat, makin rajin baca Alkitab, makin dewasa menghadapi masalah-masalah yang datang, semakin jadi berkat buat orang tua, adek-adek, temen-temen, semua orang di sekitar kamu. Amiiin..

Berhubung ini surat cinta, jadi isinya ga cuma ucapan selamat doang. Di surat ini aku akan menyatakan betapa akuuuuu sayaaaang samaaaa kamuuuuuu, sahabatku sejak SMP. Kalo inget-inget masa SMP, konyol-konyol banget rasanya. Masih inget ga, kita berdua musuhan sama gengnya Bella, Lita, Rachel? Udah ceweknya jumlahnya minim, pake musuhan segala. Ga ada kerjaan banget kita ya. Hahaha. Kita maen sindir-sindiran, kita provokasiin anak-anak cowok juga buat sebel sama mereka, dan berhasil! Yay! Hahaha. Untung itu cuma kebodohan masa itu ya, dan sampe SMA kita malah sahabatan.

Kamu masih inget juga ga waktu itu kita sempet diem-dieman, aku lupa gara-gara apa. Pokonya kita jdi musuhan gitu, ga saling negor selama beberapa hari. Tiba-tiba diem-dieman sama temen yang tadinya selalu deket itu rasanya ga enaaaaaaaaaaaak banget. Serius. Aku inget banget, setelah beberapa hari kita diem-dieman, suatu malam aku mutusin buat nulis surat sama kamu. Aku nulis sampe 3 halaman waktu itu, isinya betapa aku sedih jadi diem-dieman sama kamu. Nulisnya aja sampe nangis-nangis bombay gitu. Suratnya aku amplopin (waktu itu pake kertas surat unyu-unyu yang ngeheits banget itu, padahal selama itu aku ga pernah mau pake kertas surat koleksi aku), siap aku kasih ke kamu besoknya di sekolah. Sampe di sekolah, mau ngasihnya deg-degan setengah mati. Trus pas pulang sekolah, pas kita papasan, trus kita saling liat-liatan beberapa detik, kemudian tanpa aba-aba, spontan, kita langsung pelukan, saling minta maaf dan nangis.  Tanpa kata pembuka, terjadi begitu saja. Waktu itu di depan gerbang sekolah, suratnya ga jadi aku kasih. Mulai sejak saat itu, aku makin yakin, kita ga cuma sekedar temenan.

Terus, tentang khayalan kita yang aku tulis di sini, such a sweet memories. :')

Aku juga inget waktu tahun pertama aku di PAB, aku orang pertama yang menggantikan posisi kamu di ranking 1. Saat itu aku bangganya bukan main, bisa ngalahin kamu yang mentok di Ranking 1 dari kelas 1 SD. Cewek pinter, cantik dan baik hati kayak kamu, bener-bener bikin aku ngiri. Tapi entah kenapa ngirinya gak negatif. Bahkan waktu akhirnya kecengan aku sukanya sama kamu, aku sama sekali ga pengen nyalahin kamu atau nyesel temenan sama kamu. You just worth to be loved. Kalau aku jadi cowok juga aku pasti sukanya sama cewek kayak kamu. Dan lucu waktu kamu juga pernah bilang (tiap kali aku down) "Kalo aku cewek pasti aku ngefans berat sama kamu, Dek." That's just supersweet, darl. :')

Beranjak SMA, lebih banyak lagi memori kita bareng-bareng. Dan sampai kuliah bahkan sampai kamu lulus dan aku masih berstatus mahasiswa, walaupun kita jaraaaaaaaang banget ketemu langsung (palingan cuma ahri Sabat doang), tapi aku masih merasa kamu sahabatku yang dulu. Yang walaupun gak selalu ada berbentuk fisik di sebelahku, tapi kamu selalu berhasil bikin aku terharu. 

Tiap dapet SMS sesimpel apapun dari kamu, aku selalu terharu loh. Entah kenapa. Mungkin karena kamu emang bukan orang yang selalu langsung nunjukkin perasaan kali ya. Orang lain liat kamu tuh katanya orangnya selow banget, cuek, bahkan terkesan apatis. Buat aku, ngga banget. Inget SMS kamu waktu kamu baru-baru masuk kuliah? Kamu bilang, "Dhoy, ternyata susah banget ya kenalan sama orang baru. Aku selama ini terbiasa terbantu sama kamu yang rame. And now I feel it's so hard without you here." Awwwwww... Terharu lagi.

Dan SMS atau telepon kamu di hari ulang tahun aku yang selalu simpel, tapi selalu bikin aku supermelow. Kayak 2 tahun lalu, kamu SMS "So, how's ur day, birthday girl? Maaf ga bisa ngucapin langsung but I know your day was great there. I love you." Hmmmphhh.. I remember almost every text you sent. Kalo diabsen satu-satu di sini pasti kepanjangan. Kamu yang ngajarin aku banyak hal, you showed me LIFE, tanpa kamu sadari. Satu hal yang pasti, I thank God everytime I remembered you. Thank you for alwaysbe there in any forms. I love you. Yes, I do, love you.


Most are old pictures. We should take more pics next time. Just the two of us. :)
Happy birthday.
Make a wish, and blow it out.




temenmu yang dulu tomboy setengah mati,
Adhoy

Sunday, February 3, 2013

Hari 11 - Surat Cinta untuk IMAB

Hai, IMAB(ers)!

Gak kerasa udah hampir 5 tahun kita bersama. Atau lebih tepatnya aku terjebak bersama kalian. Such a blessed trap if I can say. Entah sudah berapa generasi yang aku kenal dari IMAB. Mulai dari aku masih merasa onion's daughter alias anak bawang, sampai aku sekarang udah dianggap sebagai sesepuh IMAB yang hingga detik ini, masih mejeng di berbagai kegiatan bersama kalian. Entah harus berbangga hati atau merasa tersindir. But yes sure, I feel blessed.

Di sepanjang sejarah kalian, mungkin aku satu-satunya yang pernah di-OPP sampe dua kali ya. Hebat kan? Hahaha. Dan mungkin gara-gara jiwa ngeksis aku juga yang terlalu tinggi, selama 5 tahun berturut-turut aku juga menang kategori 'tereksis'  di acara OPP IMAB. Sekali lagi aku bingung, harus berbangga atau tersindir. :/

Di surat buat kak Billy, aku udah menjelaskan kan ya bagaimana aku jatuh cinta pertama kali sama kalian. Dan aku masih cinta sama kalian. Tiap kali aku denger kisah-kisah dari alumni mengenai masa-masa mereka dulu, aku selalu tertarik. Kenapa? Karena aku juga merasakan kecintaan itu. Kecintaan di mana aku merasa ini adalah 'rumah'ku yang lain. Kecintaan yang bikin aku bahkan kadang melupakan prioritas aku. Oh how I love you. I mean it.

Bertahun-tahun di sini, aku belajar banyaaaaaaaaaak sekali hal tentang hidup. Mau senang, sedih, semuanya punya pembelajaran tersendiri. Aku belajar gimana kebaktian itu merupakan suatu kerinduan. Dari orang-orang yang bahkan mau jalan kaki jauh buat kebaktian gara-gara emang ga punya duit buat ongkos. 

Aku belajar pentingnya buat peduli sama orang lain. Aku masih selalu ingat gimana kak Vanie kesaksian sampe nangis waktu kalian bantuin dia dan masalah uang kuliahnya. Waktu itu, dia terancam cuti gara-gara gak punya uang buat bayar kuliah. Kemudian kalian memutuskan buat ngamen bareng buat ngumpulin duit buat uang kuliahnya. Kalian gak bilang ngamennya buat apa, setelah ngamen baru kalian ceritain ke dia kalo hasil ngamen itu buat nambah-nambahin bayar kuliahnya. That's just too sweet!

Aku belajar menghadapi orang-orang dengan berbagai karakter. Semua yang kenal aku tau pasti aku gampang pundung dulu. Gak nyangka kan kalian IMABers jaman sekarang? Hehehe. Di IMAB aku belajar buat lebih mengendalikan emosi. Gak boleh gampang sakit hati walaupun SMS jarkom gak pernah dibales, belajar rendah hati sama orang yang cenderung angkuh, belajar gak langsung nangis kalau merasa diperlakukan tidak adil, belajar mengerjakan segala sesuatu tanpa bergantung sepenuhnya sama orang lain, dan pembelajaran-pembelajaran lainnya.

Waktu jadi wakil ketua IMAB lebih banyak lagi pelajaran yang aku dapat. Pengalaman kerjasama sama orang yang berbeda-beda karakter, pengalaman ditinggalkan orang-orang yang dulunya sangat aku andalkan, bikin aku mengalami rasanya berserah sepenuhnya sama Tuhan. Dan pengalaman ini juga yang bikin aku gak boleh tega ninggalin 'ketua'ku nantinya di organisasi manapun. Betapa menyedihkan rasanya seolah mengerjakan semuanya sendiri. Dan sejak saat itu aku rasa Tuhan memang ngasih aku posisi bukan sebagai ketua, tapi sebagai pendamping ketua, dan memastikan dia tidak bekerja sendiri. Entah lewat kehadiranku, bantuanku, atau bahkan hanya semangat dan doa.

Kalau mau ngenang masa-masa kita duluuu, wah gak cukup nih kayaknya halamannya. Masa-masa OPP IMAB, ATBT, KKR Pangandaran, Ulang Tahun IMAB, Ulang tahun anak-anak IMAB, Temu-temu Mahasiswa, GAthering Alumni, BAksos, Valentine-an, aaaaaaaaaah masih banyak banget dan semuanya berkesan! Makasih buat kenangan-kenangan itu. Aku pengen banget ngasih kenangan-kenangan yang sama ke IMAB generasi sekarang. Pengen banget mereka merasakan berkat yang sama seperti yang aku rasakan.

Di tahunku yang ke-6 ini, banyak banget dilema yang aku hadapi. Rasa cinta sama IMAB tentu masih ada, masih sebesar dulu. Tapi, kadang apa yang aku anggap baik ga selalu baik ya. Dengan keterlibatanku di setiap event IMAB, aku rasa bukannya bikin IMAB ini makin bertumbuh. Mungkin caraku yang salah. Tapi aku masih bingung bagaimana cara yang seharusnya. Aku masih ingin melayani di organisasi ini, tapi bikin mereka juga mandiri dan merasakan berkat-berkat Tuhan di sini, lebih dari sekedar dapat teman jalan-jalan, temen ngobrol dan temen ngegosip. Aku rindu banget bikin mereka merasakan pengalaman berserah sama Tuhan sepenuhnya, dengan teman-teman yang menguatkan, jadi teman di susah dan senang, merasakan berkorban buat yang lain, merasakan bahwa ini adalah rumah mereka yang lain. Di sini adalh keluarga mereka yang lain. Di sini mereka bisa ketemu Tuhan. Aku ga tau caranya gimana. >.<

Aku juga kadang dilemahkan sama tanggapan orang "Loh, masih IMAB dek?" "Kakak kan angkatan senior" dan sebagainya. Becanda sih, tapi kok sekarang rasanya jleb ya? Aku nyesel pernah melakukan yang sama dulu sama kakak-kakak IMAB. Gini toh rasanya kuliah lama. Karma does exist. Hahaha. Ya di balik semua itu, kerinduan aku untuk ada buat organisasi ini masih kuat. Sangat kuat. Hal-hal sepele yang melemahkan itu pasti cara setan buat bikin aku menyerah. I will not give up!

Doaku buat kalian IMAB sekarang, semoga kalian merasakan indahnya persekutuan di organisasi ini. Mari sama-sama aware sama kebutuhan orang lain. Yang dunia butuhkan itu buka perhatian sama temen-temen yang temennya banyak, perhatikanlah mereka yang sering disisihkan teman-temannya. Pengalaman-pengalaman gila tuh kudu dirasain, mumpung masih muda, mumpung masih ada saatnya. Kalo kerjanya kuliah belajar doang dan dapet IP oke sih ga ada luar biasanya. Ya emang normalnya begitu. Tapi kalo kuliah oke, belajar, pelayanan jalan, kehidupan sosial oke, melewati pengalaman-pengalaman seru semasa muda, itu baru luar biasa. No, I'm not talking bout me. Aku belom mencapai itu. Aku bicara soal alumni kita, yang walaupun aktif di berbagai organisasi pelayanan, tapi tetap berprestasi. Mari tiru mereka!

Mari belajar melakukan semuanya untuk Tuhan, bukan untuk manusia. Jadilah berkat di setiap segi kehupan kita. Tetap semangat, tetap kreatif, tetap 'gila', tetap berserah sama Tuhan. I love you, IMAB. 




yang cinta padamu tiga perempat mati,
Adek

Tuesday, January 29, 2013

Hari 9 - Surat Cinta untuk Kalian Bertiga

SPG-SPG lembur

Halo, Stefani Budi Hartanti, Meillyn Rayindra Putri, dan Lusitania Virgestian! Selamat malam. Gimana kabar kalian para... ehem, alumni? Masih menyusahkan negeri kita dengan status pengangguran kalian? Hehehe.

Surat cinta hari kedelapan ini saya persembahkan buat kalian bertiga, yang aku sayang. Ciyee, ciyee.. Kenapa? Aku secara resmi kangen kalian malam ini. Kangen kedodolan kita bertiga, kangen bully-bullyan kita bertiga, kangen nginep-nginepan, kangen makan di Famos bareng, kangen kuliah bareng. Iya, aku barusan bilang aku kangen kuliah. Karena kalian. Puas?

Sedih deh gak bisa kelas bareng lagi. Kalian tau, kalian keajaiban buat aku di semester 5. Setelah penjurusan kehumasan dan berpisah sama temen-temenku di 2 tahun pertama perkuliahan, aku kira aku bakal kesepian dan gak punya temen. Kalian tau kan aku ga gitu akrab sama teman-teman sekelas kita yang ajaib itu. Udah dicoba, tetep aja gak nyambung buat akrab. Dan aku udah siap aja mojok sendiri tiap kali kelas. Tapi ternyata Tuhan kirim kalian. Entah apa kesamaan kita bertiga, tapi semua berjalan alami, dan akhirnya kita bersahabat.

Makasih ya udah nemenin aku di dua tahun terakhir kalian. Sedih rasanya gak bisa lulus sama-sama kalian. Doain aja aku kelar secepatnya. Kalian tau kan aku gak betah di kampus kita tercinta itu? Tapi makin gak betah malah makin lama. :'( Makasih selama kita bareng udah mau capek-capek ngebawelin aku soal ngerjain tugas, makasih udah jadi tempat sharing aku selama dua terakhir itu, makasih udah mau jadi temen sekelompok aku, yang notabene orang-orang udah pada males sekelompok aku gara-gara malesnya dewa banget kalo ngerjain tugas.

Maafin kalo aku ada rese-rese atau kalian jadi korban badmood aku selama dua tahun itu. Aku beruntung punya temen baik kayak kalian, yang gak rese dengan sepatu apa yang harus dipake ke kampus, yang tiap kali kelas ngingetin supaya aku ga dateng telat, dan bahkan ngertiin aku soal hari Sabat aku. Makasih! :')

Chan-chan: Makasih udah mau sharing masalah-masalah kamu ke aku. Makasih udah mau dengerin keluh-kesahku yang seringkali gak penting. Makasih udah jadi temen diskusi yang cerdas. Aku bangga padamu, nak. Tunjukkan sama papimu kamu bisa lebih sukses dari kakak-kakak kamu! Kamu pasti bisa! :)

Uchi: Kamu semangat ya tanpa kita bertiga. Hehehe. Jangan sering-sering lap keringet pake tisu. Lain kali pake lap meja aja biar sekali lap, langsung cling. Hehehe. Semoga makin pede ya, soalnya kamu juga potensi bagus! Kamu juga miss on time di antara kita bertiga. Sampul buku si EO aja bilang "Sukses bagi si rajin." SEMANGAT, UCHI!

Memei: Memei yang cantiknya seumur hidup, jangan biarkan orang lain bikin kamu down. Kamu cantik, sebagaimana kamu ada. Aku belum pernah bilang gini ya? Sekarang aku bilang, dan itu dari lubuk hati yang paling dalam. Rajin-rajin juga ya shalatnya. Selipin nama aku di doa kamu, biar aku juga sukses menyusul kalian. Makasih selama ini kosannya udah aku jadiin tempat mengadu dan menumpang. Numpang mandi, numpang tidur, numpang nonton pelem Korea. Yah walopun antena kamu minta dikunyah banget resenya. Hahaha.


Doaku buat kalian, semoga sukses ya. Kalo udah sukses, jangan lupa sama adik kelas kalian ini. Traktir-traktir gitu, atau beliin apa gitu biar aku terhibur. Hahaha. Sekian dan semoga ada kenangan bersamaku yang membuat kalian selalu tersenyum. :) Missing you all so damn much!




dari tukang listrik kalian yang tercinta,
Oma Adek


Little E Camera Bag - NTT Edition

Seberapa sayang kamu sama Kamera DSLR kamu? Pastinya gak mau dong Kamera DSLR kesayangan kamu rusak gara-gara gak dilindungin dengan baik?

Ada produk bagus nih dari Little E buat DSLR kesayangan kamu. Bahannya bagus dan motifnya Indonesia banget. Kali ini edisi kain NTT.











Detail produk:
Tinggi: 20cm
Lebar:13,5 cm
Panjang: 32 cm

3 rooms for 2 cameras and 1 lens


:

Colors and materials:


Genuine canvas: black
Motif: NTT-Indonesia (manggarai,timor)

Keren kan? harga - Rp. 250,000 doang!

order +62 82163003936
PIN - 29fca267

Ayo buruan order! Little E, Protecting with Style!

Hari 8 - Surat Cinta untuk Gracia Yosaphat Mambrasar

Hai Kak Bill. Hehehe. Surat cinta selanjutnya, ku tujukan padamu. Ciyee ciyee dapet surat cinta dari Adek. Berbanggalah. Hahaha.


Kak Bill, tahukan dirimu aku sangat mengagumimu? Yes, I do. Bahkan bisa dibilang, kaulah yang membuatku pertama kali jatuh cinta pada IMAB dengan terlebih dahulu jatuh cinta padamu. Ahiww.. Aku lupa pernah cerita padamu apa belum, tapi biar aku ingetin lagi bagaimana Dia melakukannya.

Waktu itu, secara gak sengaja (tapi pasti rencana Tuhan) aku lagi di rumah Bella, dan Bella dapat SMS undangan dateng ke PA Selasa IMAB (sekarang Tuesday Meeting). Waktu itu aku masih nganggur, nunggu SPMB tahun berikutnya. Begitu Bella bilang dia dapet SMS itu, aku bilang ayok aja dan kami berangkat. 

Begitu sampai di Setiabudi, ada beberapa orang di sana. Sebagian aku kenal. Dan waktu itu lagi waktu kesaksian. Sampai di acara inti, dirimu yang ambil bagian. Aku inget banget di situ kau bawain tentang Kepemimpinan. Aku kagum sama public speakingmu yang keren banget. Bersemangat dan menggugah. Cocok banget buat pemimpin demo. Demo masak. Haaaa..

Trus di tengah-tengah bicara waktu itu, tiba-tiba.. jreeeeeng.. lampu mati. Yang kita lakukan waktu itu? Tetep lanjutin acara. Yak, di tengah kegelapan. Awalnya aku mikir "apaan sih ini, gelap masih aja dilanjutin. Mana seru gak keliatan." Tapi ternyata salah. Dengan keadaan gelap gitu malah feelnya lebih dapet. Bahkan kalimatmu masih terngiang-ngiang di kepalaku sampai sekarang. "Semua orang bisa jadi pemimpin. Minimal jadi pemimpin untuk dirinya sendiri. Kita diciptakan di dunia ini bukan untuk jadi follower atau ekor, tapi untuk jadi leader. Jadi garam." Dengan keadaan yang gelap, ga ada distraksi. Bikin aku mikir dan merenung. 

Kemudian lampu nyala, kau lanjutin dikit, dan acara selesai. Sepulang acara itu, otakku resmi dicuci. Dan sejak acara itu aku berpikir IMAB adalah 'rumah'ku yang lain. Panggilanku di sini, sama temen-temen mahasiswa Bandung. Dan jadilah aku sekarang ini, saking cintanya sama IMAB, kuliahnya lama. Eh amit-amiiiiiiiit..

Sejak itu kak Bill, aku mengagumimu. Ditambah lagi kau yang excellent di hampir semua bidang. Dengan keterbatasan ekonomi, tetep semangat melayani. Aku ingat kau pernah cerita kau gak punya ongkos ke Setiabudi dan kau bela-belain jalan kaki tiap PA Selasa. Wow. Semangat macam apa itu kak Bill? Sementara kami anak-anak muda jaman sekarang, gerimis dikit, males pergi. Padahal kosan atau rumah deket. Lebih semangat kalau diajak makan-makan, jalan bareng, ngegosip.

Denger lagi cerita Bible Study yang salah satu pelopornya adalah dirimu, ngajakin orang bikin KPA bahkan sampe sembunyi-sembunyi di perpus ITB demi bisa belajar Alkitab. Astaga, aku rindu teman-teman seperti itu di jaman ini. Aku rindu puya semangat yang sama kayak kalian waktu itu. Aku rindu jadi orang sepertimu. Yang tetep asik diajak bicara soal apapun, kocak, tapi pelayanan tetep jalan, bisa ajak orang dekat sama Tuhan. Dengan segala keterbatasan. Dan sekarang kau membuktikannya. Kaupun sukses secara materi. 'Membalas dendam' atas keterbatasan di waktu dulu, kau tetap pakai itu untuk pekerjaan Tuhan. Puji Tuhan aku mengenalmu. Semua rencana Tuhan kan? 

Doakan aku dan teman-teman yang lain punya semangat yang sama kak. Dan doakan IMAB bisa melahirkan jiwa-jiwa yang sama sepertimu bahkan lebih loyal lagi sama Tuhan. Terima kasih udah jadi contoh yang baik. Semoga semakin hari hidup kita semakin seperti Yesus. Amin.



adik IMABmu yang mengagumimu,
Adek

(nb: Kayaknya boleh nih kali-kali acara TM pake matiin lampu. Hak hak hak. #digerebekFPI)