Monday, December 10, 2012

Takut

Seorang anak diminta ibunya untuk membeli telur ke warung dekat rumah. Anak itu mengiyakan dan segera menuju ke warung. Setelah dibelinya, kembalilah ia ke rumah. Di perjalanan pulang, tanpa sengaja ia menjatuhkan belanjaannya dan telur-telur itu pecah. Melihat itu, iapun menangis. Lama ia terjongkok menangis melihat telurnya yang sudah tidak berbentuk. Tetangganya melihat dan membujuknya pulang. Setelah dibujuk berkali-kali akhirnya ia menurut, masih tetap sesenggukan. Sampai di rumah, dia masih menangis, dan si tetangga menceritakan apa yang terjadi. Ibunya berusaha menenangkan dan meyakinkan anaknya itu bahwa ia tidak akan marah meski telurnya pecah. Anak itu tetap saja menangis.

Anak itu bukan menangis karena takut dipukul atau dimarahi ibunya. Ibunya bahkan tidak pernah memukulnya satu kalipun. Ia hanya menangis karena merasa telah mengecewakan ibunya. Rasa takut mengecewakan itulah yang membuatnya menangis.

Rasa takut seperti inilah yang Alkitab maksudkan. Bukan takut karena hukuman, balasan, atau hal lain yang menakutkan dan membuat yang melakukannya merasa dipaksa. Seharusnya ini rasa takut yang saya rasakan setiap kali saya melakukan hal-hal yang tidak disenangi Tuhan. Takut dia kecewa sama saya, yang dosanya buanyaaaaaaaaak sekali tapi diampuni setiap kali saya meminta.

Yeremia 32:40 
"Aku akan mengikat perjanjian kekal dengan mereka, bahwa Aku tidak akan membelakangi mereka, melainkan akan berbuat baik kepada mereka; Aku akan menaruh takut kepada-Ku ke dalam hati mereka, supaya mereka jangan menjauh dari pada-Ku."

Amsal 1:7
"Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan."

No comments: