Sunday, December 9, 2012

Sad News of Yesterday


Merinding. Dua minggu terakhir ini saya sering banget merinding. Ada yang gara-gara cuaca yang dingin akhir-akhir ini (astaga hujannya..), gara-gara kejadian luar biasa yang Tuhan bikin (minggu ini datang bertubi-tubi), dan bahkan gara-gara hal yang menyeramkan. Dan sayangnya kali ini gara-gara hal yang ketiga.

Kemaren tiba-tiba mama ngasih tau anaknya tante sebelah rumah mati dibunuh. Zinggggg.. Selama ini cerita pembunuhan cuma aku denger dari berita kriminal ecek-ecek di TV, atau dari sinetron gak penting itu. Dan sekarang aku mendengarnya sendiri dari orang yang aku kenal.

"Siapa yang bunuh? Pencuri?"
"Suaminya." Zingggg.. Astagfirullah..

Aku ikut si mama ke rumah si tante itu, si tante lagi terbaring sambil meraung-raung. Sedih banget. Kebayang, udah ngegedein anaknya, sampe anaknya berkeluarga dan punya 4 anak, tapi kemudian mendengar anaknya mati, dibunuh pula, sama mantunya pula. 

Ternyata si anaknya ini dibunuh gara-gara suaminya menduga dia selingkuh, gara-gara udah enam bulanan gitu dia ga pulang. Kata sodaranya sih dia ga pulang karena gak kuat disiksa terus sama suaminya. Mereka emang udah sering berantem dan pernah hampir cerai.

Pertanyaan yang selanjutnya terlontar dari mulutku adalah "Ma, mereka Advent?"
"Iya. Jemaat x."

Duh, perih dengernya. Kok bisa? Mukul aja harusnya hal-hal tidak seharusnya dilakukan oleh seorang yang mengikut Tuhan, dan sekarang MEMBUNUH?

Satu hal yang bisa aku lihat, Advent atau ngga itu bukan jadi patokan orang itu baik atau ngga. Mahatma Gandhi once said: "If Christians would really live according to the teachings of Christ, as found in the Bible, all of India would be Christian today."

Yap, kalau semua orang memang melakukan apa yang dia tau benar, dunia ini udah damai. Tapi nubuat mengatakan sebalikya, di jaman-jaman akhir itu orang-orang bukannya bakal semakin baik, malah semakin jahat.

Dan aku kepikiran satu hal lagi, sekali lagi, carilah pasangan yang SEIMAN. Seiman itu bukan soal agama (saja), tapi juga benar-benar punya iman dan terwujud di perbuatannya setiap hari. Bukan hanya pasangan yang 'baik' di gereja atau di masa-masa PDKT, tapi pasangan yang takut akan Tuhan, salah satunya lewat kesaksian orang lain tentang dia. Aaah, makin susah aja nih nemuin jodoh. (._.)

Akhir kata, semoga keluarga yang berduka diberikan hiburan (bukan dari manusia saja), dihapuskan dari rasa dendam sebagaimana diajarkan Alkitab, dan tetap jadi berkat. Buat yang membunuh, semoga ini bagian dari perjalanan imannya, jatuh untuk bangkit lebih tinggi. Kasihan itu 4 anaknya gimana mamanya meninggal, papanya di penjara. :( May God bless them.


tambahan: Aku baru dapet informasi tambahan, sang Ayah membunuh isterinya di depan ketiga anak-anaknya. Jadi si Ayah ternyata sudah merencanakan pembunuhan ini dari jauh-jauh hari. Sang isteri udah 6 bulan kabur ke Jakarta, dan si Ayah nelpon bilang kalo anak-anaknya kangen. Dia diminta pulang dan masak buat anak-anak. Isterinya gak curiga, dan pulang. Dia masak, dan waktu lagi makan bareng, si Ayah datang dan langsung menikam isterinya di depan anak-anak yang lagi makan. Gila. :(((((( Semoga anak-anaknya gak trauma. God, heal them. :(((


No comments: