Thursday, December 6, 2012

A Journey of Faith (part 2)

Kami menuju ke gereja, berbagi tugas. Ada yang cari penginapan, ada yang cari makan, ada yang latihan, ada yang mandi. Rencananya, kalaupun gak dapat penginapan, kami berbagi, ada yang mandi di gereja, di hotel kak Billy, di kosan Jeinzen. Sepakat, kami menyebar sesuai tugas msing-masing. Selagi latihan di gereja, Kak Billy telepon kalau harga hotel tempat dia menginap ternyata gak terlalu jauh dengan budget kami. Penginapan yang biasanya hanya boleh dihuni maksimal 4 orang, kami bisa pakai berenam bahkan bertujuh. PUJI TUHAN! Aku langsung telepon Adrian yang sedang cari penginapan dan bilang kalau kita sudah dapat penginapan. Kami semua ke penginapan (yang jaraknya gak jauh dari gereja), siap-siap dan sampai di gereja tepat waktu. Keajaiban kesekian. 

Sampai di gereja, pihak Timoho belum banyak yang datang. Kami kelabakan bersiap karena tidak ada yang mengarahkan. Video untuk pengganti berita misi tidak dapat ditayangkan. Panik lagi. Aku yang udah maju ke mimbar (jadi conductor) mulai gak tenang. Setelah akhirnya tiba giliran Billy, aku turun, mengoperasikan laptop dan PUJI TUHAN bisa. Billy mengulur waktu dengan apik, sampai video benar-benar bisa ditanyangkan. Aaaak Billyyyyyy.. Keajaiban kesekian lagi. 





Sekolah Sabat, Khotbah, berjalan lancar. Setelah makan siang kami ke penginapan untuk beristirahat. Gak terbiasa tiduran hari Sabat, kami para wanita akhirnya malah saling cerita, kesaksian, dan berbagi. What a wonderful Sabbath.



Sorenya kami kembali ke gereja, membawakan acara dan walaupun ada sedikit kesalahan waktu nyanyi, semua berjalan lancar. Setelah tutup Sabat, seksi acara masih galau (iya, galau) soal acara hari Minggu. Aku mengusulkan untuk membentuk acara sharing, dan ternyata disetujui. Selama acara sharing berlangsung, aku bersyukur sekali kami mengadakan acara ini. Banyak teman-teman dari IMAB maupun KMAY yang rindu untuk bersaksi. Ada yang ebrsaksi mengenai hari Sabat, pergaulan di kampus, pelayanan, dan sebagainya. Dan semuanya menguatkan. Kesaksian yang benar-benar luar biasa dan semoga sama menguatkannya buat teman-teman yang lain. 

Sisa malam Minggu, kami berencana untuk menyewa mobil. Samapi jam 10 malam kami belum juga menemukan tempat penyewaan mobil. Tim transportasi belum juga pulang. Kami yang tinggal di penginapan mengobrol, dan menemukan satu masalah juga yang belum juga kami temukan solusinya. 

Besoknya, teman-teman transportasi bercerita tentang perjuangan mereka mencari mobil yang akhirnya dengan keajaiban juga, Tuhan tunjukkan mobil yang dapat disewakan di daerah Bantul. Bahkan dengan harga yang lebih murah dari budget semula. 

Esoknya, kami mengadakan renungan pagi di ruangan para wanita, dan renungan pagi itu benar-benar menguatkan. Masing-masing memberikan ayat yang mereka pilih dari perikop yang diberikan, dan luar biasa, banyak pelajaran yang diambil pagi itu. 

Setelah itu kami berangkat, dan artinya, datanglah waktu untuk membayar penginapan. Kami deg-degan, sejak kemarin kami sudah diawasi dan kalau kami di-charge lebih dari harga seharusnyapun, kami tidak bisa mengelak. 

Aku dan kak Billy mendatangi kasir, dan setelah ditanya berapa totalnya, saya hamper gak percaya. Kami tidak di-charge lebih, bahkan jumlah yang dibebankan berkurang dari perkiran awal. Saya tidak tau ini keajaiban keberapa. Tuhan sudah mengatur semuanya. 

Tujuan pertama kami pagi itu adalah ke Prambanan. Budget kami untuk masuk Prambanan adalah 17,500. Kami kaget saat sampai di sana, ternyata harga tiket masuknya adalah 30,000. Hampir dua kali lipat dari budget. Kami membayar, dan kemudian masuk.



Setelah dari Prambanan, kami mengantar Arthur ke stasiun karena dia pulang ke Bandung duluan. Setelah ke stasiun, kami langsung menuju Pantai Baron, di Wonosari. Waktu tempuh diakumulasikan PP 4 jam lebih. Kami bermain-main di pantai, dan pulang kembali ke Yogya karena berencana untuk berbelanja di Malioboro. 

Kami sampai di Malioboro kira-kira pk.18.00 yang artinya ahrus mengembalikan mobil sewaan ke Bantul. Waktu Tanya ke Mas Yahya berapa lama perjalanan Yogya-Bantul, dia menjawab kira-kira 2 jam. “Tapi kalau hari Minggu gini sih, bisa sampai 2 jam.” Kami mulai was-was. Kami harus benar-benar ngebut supaya bisa mengejar kereta yaitu pk.20.30. Waktu itu hujan, kami semakin khawatir. 

Ternyata kami dapat mengembalikan mobil dalam waktu 1jam-an. Kemudian kami beserta barang diturunkan di Stasiun Lempuyangan, dan mobil setelah itu segera menjemput teman-teman di MAlioboro. “Mereka kan sedang belanja, pasti mereka terpisah-pisah,” pikirku. Jam 8 kurang, mulai deg-degan. Kami beli makanan di stasiun, begitu kembali ke loket, mobil baru saja parker di stasiun dengan selamat dan armada lengkap. Lagi-lagi keajaiban. 

Begitu turun, aku yang memegang tiket berniat membagikan tiket ke anak-anak. Aku cari di tas, ternyata tiketnya GAK ADA. Panik, panik, panik. Aku Tanya Tina dan Gerry, mereka ga tau. Aku gak ingat sama sekali di mana aku taruh tiketnya. Tiba-tiba aku menyuruh Gerry untuk periksa di belakang jok mobil yang kami tumpangi tadi. Untungnya, mas Yahya tidak langsung pulang dan ternyata tiketnya memang ada di kantong belakan jok. HAmpir saja kami semua tidak punya tiket dan aku gak bisa membayangkan apa jadinya kalau kami tidak bisa pulang malam itu. Tuhan kembali bekerja. 

Kami membagikan tiket, mengantri masuk stasiun, dan TEPAT kereta kami datang. Kami naik, cri tempat duduk, dan… keretapun bergerak jalan. Semua TEPAT pada batas waktunya. Entah keajaiban keberapa, aku ingin nangis rasanya. Tuhan benar-benar bekerja di setiap langkah kami. Kami saling bertukar cerita, rombongan yang berbelanja bercerita kalau mereka sempat terpencar, ada yang berlari-lari, ada yang naik becak, bahkan ada yang sampai naik taksi. Dan Tuhan sampaikan mereka semua tepat waktu di stasiun. Aku ga tau mau bersyukur dengan bagaimana lagi dengan semua keajaiban yang Tuhan kasih itu. Luar biasa dan tepat pada waktunya. 

Pulangnya, masih ada keajaiban yang Tuhan mau tunjukkan pada kami. Di perjalanan pulang, Tina SMS kalau dia sampai di kampusnya TANPA TERLAMBAT untuk ikut kuis, dan bahkan open book. Aku langsung merinding. Gak tau mau bilang apa selain “Terima kasih, Tuhan."





Matius 6:33 benar-benar nyata. Cari dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya maka semua itu akan ditambahkan padamu. Jangan khawatir, lakukan pekerjaan Tuhan, dan Dia akan mengatur sisanya. AMIN!