Wednesday, November 7, 2012

Another Miracle

Entah ada apa antara aku dan ujian. Setiap kali jadwalnya ujian, selalu aja ada yang mengganggu. Dan itu terjadi lagi kali ini, entah keberapa kalinya. Jadwalnya Public Speaking, aku dengan santainya datang ke kampus jam 1 siang, sesuai dengan jadwal kuliah. BEgitu sampai kampus, eh kenapa orang-orang pada turun? Mulai deg-degan, aku langsung meluncur ke lantai 3 dan benarlah, ujian udah selesai. Temen-temen bilang ujiannya jam 12, bukan jam 1. Matik!

Harap-harap cemas, aku datengin Pak Manap dan menjelaskan duduk perkaranya. Jadi kemarin itu aku tanya Mila Public Speaking ujian jam berapa. Mila jawab "Palingan juga jam 1 kayak biasa, De." Aku menganggap itu sebagai satu kepastian dan beginilah aku, datang di waktu yang salah.

Setelah memohon-mohon ujian susulan, akhirnya diperbolehkan. Buru-buru, aku cek jadwal ujian. Oh, ada hari Jumat sama Selasa. Oke.

Datanglah hari Jumat, aku lagi di UNAI dan repot untuk turun ke Bandung. Lagian, gak bawa baju untuk ujian. "Selasa aja ah," kataku dalam hati. JEng jeng jengg.. Selasa datang. Dengan anggunnya aku ke kampus jam 7 soalnya aku juga lupa hari Selasa itu ujiannya jam berapa. Ke Sekjur ngurus kartu (ini juga masalah lain dalam hidupku. Kartu Ujian).

Setelah dapat kartu ujian, aku cari papan pengumuman dan liat jadwal ujian hari itu. Daaaan, DHUARRRR! Bumi gonjang-ganjing! Ki Joko Bodo jadi pinterrrr! HARI ITU GA ADA UJIAN PUBLIC SPEAKING! Yang waktu itu aku lihat ternyata jadwal untuk minggu pertama, bukan minggu ini. Dan ujian Public Speaking terakhir itu, KEMARIN! Gemeteran. Ah, pengen pingsan rasanya. Aku harus bermasalah lagi sama Pak Manap. Matik! Bangkit! Matik lagi!

Bingung, ketakutan, dan berusaha mencari alasan apa yang bisa aku pakai. Salah jadwal lagi? Makhluk sebodoh apa yang sampe salah jadwal berkali-kali? Ya Tuhan, I'm begging you a miracle again. Tapi kalo ga ada keajaiban juga gak apa-apa deh. Ini memang salah aku. (._.)

Deg-degan, masuk ke ruangan Pak Manap. Tok tok tok, permisi, Pak!
"Iya, kenapa, Dek?"
"Ehm.. Anu, saya mau ikut ujian susulan Public Speaking, Pak."
Aku sudah siap dengan jawaban ketus, "Loh, kenapa kemarin kamu tidak datang? Kan ada 2 hari kesempatan? Tidak, saya gak mau kasih susulan lagi. Cukup. Silakan keluar." Percakapan di kepalaku.
"Ya usah tunggu aja," kata Pak Manap.
Hah? Hah? Gak salah denger?
"Hari ini ada ujian Public Speaking, Pak?" Aku bertanya untuk memastikan kupingku belum perlu dibawa ke THT."
"Iya, ada."
"Jam berapa, Pak?"
"Sekarang."
"Oh ya udah, permisi, Pak."
Aku keluar ruangan dosen dengan tampang ga percaya. Beneran ini teh? Ah jangan-jangan si Bapak salah jadwal. Mata kuliah lain, kali. Mana mungkin? Aku masih ga percaya. Aku memilih untuk nunggu Pak Manap dan setengah jam kemudian dia keluar. Please jangan bilang ini bukan ujian Public Speaking. Please..

Sampailah di ruangan ujian, ada yang aku kenal. Aku masih was-was, aku tanya dia "Ini ujian apa?"
"Public Speaking," katanya.
"Jadi beneran? Bukannya harusnya kemaren?"
"Iya, jadwalnya diundur soalnya kemaren ada Sertijab kampus."

Rasanya ingin sujud sembah macam di acara Minta Tolong gitu. Ini keajaiban. AJAIB! Astaga Tuhan, jawaban doanya cepet banget. TERIMA KASIH TUHAN!

Untuk kesekian kalinya aku dibantu lagi. Aku bersyukur dan ah, speechlesss.. :x

No comments: