Thursday, June 2, 2011

22

uyeaah.. happy 2nd of June! Aku harus menerima dengan lapang dada (bukan lapang-an sepakbola) kalau sekarang aku.. aku.. sudah 22 tahun! Hiks. But it's ok, I'm still young forever with Adek as my name, aite? ;)

Hal yang aku suka dalam hal ulang tahun adalah dimana orang-orang mengucapkan dan mendoakan hal-hal yang baik untukku, menyempatkan setidaknya beberapa menit untuk menulis di wall, kirim SMS atau sekedar mention di Twitter. Menyenangkan, bukan?

Di samping itu, ulang tahun juga punya sisi menyedihkan. Makin tua, tuntutan akan kedewasaanpun ga bisa ditawar. Tanggungjawab semakin besar dan deadline buat punya pacar semakin mendekat. OH TIDAK! Aku gak akan bahas soal ini kok, walaupun tentu saja kebanyakan punya doa yang sama, aku punya pacar. Well, aku masih belum merasa membutuhkannya, teman. Jangan ajak aku berdebat ya. case closed. :)

Malam ini, udah banyak yang ngasih ucapan di wall facebookku, mention di twitter dan juga SMS. Emang dasar jaman benar-benar berubah, social media memang lebih diminati buat ngirim-ngirim ucapan gitu. Cepat, mudah dan murah. Tapi tentu tidak jadi murahan.

Dasar sentimentilnya keluar, aku cukup terharu dengan greetingsnya. Dan malam ini, kebetulan aku nginep di rumahnya @jneezholiczz dan malam ini dia menemaniku merayakan bertambahnya umur ini ditengah hatinya yang sebenarnya sedang gundah gulana (aku menghindari penggunaan kata 'galau' yang sudah terlalu pasaran).

Jam 12 lewat beberapa menit tadi, dia datang dengan donat J.conya dan lilin yang lebih besar dari donatnya sendiri itu dan bernyanyi dengan sumbang merdunya 'happy birthday to youu'.. Aww.. sweet.



Gak cuma itu, dia juga ternyata sudah mengumpulkan sumbangan untuk membeli sepeda fixie voice notes dari teman-teman yang dianugerahkan mempunyai gadget seperti Blackberry yang sungguh diidam-idamkan oleh semua kalangan, baik yang membutuhkan maupun tidak. Yah, penjelasan blekberinya tidak akan diperpanjang, saudara-saudara.
Kembali ke topik, nona janice ini mengumpulkan pesan dari beberapa teman dalam bentuk suara yang entah kenapa suaranya sedikit berbeda dengan suara mereka yang selama ini aku dengar di dunia nyata. Ya sudahlah, palingan juga suaranya baru puber yak, bisa dimaklumi. Ini aku ngomong apa yah, kok ndak nyambung seperti Jaka Sembung yang selalu membawa golok.

Cuss..

oke, selanjutnya kita akan diminta untuk sedikit serius. What does 22 mean for me? Angka kembar, dari tanggal lahirku, tapi cukup menyesakkan buat dijadikan umur. Selama ini aku masih bisa berbangga hati dengan menjawab pertanyaan "Umur kamu berapa, dek?" "21 doooong." Entah kenapa 21 dan 22 itu rasanya berbedaa lebih dai setahun. Gak usah didebat, kan sudah kubilang tadi, entah kenapa. Ga ada teori yang mendasari.

Hah. Maap, aku nyolot lagi.

Di umur 22 ini, aku merasa belum bisa bikin apa-apa. Kuliah gak beres, nyari duit sendiri belum bisa, pacar belum (mau) punya. *teteppp*. Makanya, kalau bisa memilih, aku memilih untuk gak perlu berulangtahun dan gak perlu dituntut lebih tinggi lagi. Tapi aku sadar, inilah hidup. Berlanjut terus dan berubah. Naik level. Ga statis, disitu-situ aja sedangkan dunia terus berubah. Aku gak bisa tetap menghipnotis diri sendiri bahwa aku masih sama kayak yang dulu, sementara dunia di sekitarku bertumbuh. Time cannot wait. World cannot wait. Hanya Sum41 yang Still Waiting. (apa sih ini?)

Well,di balik semua kegagalanku, kegalauanku dan keputusasaanku, aku asih menyimpan harapan semoga saat ini dan ke depannya akan lebih baik dari masa sebelumnya. Tuhan sudah memimpinku 22 tahun kemarin. Kenapa aku harus ragu untuk tahun-tahun ke depan? Tuhan, mohon toyorannya kalau aku mulai bandel ya. Tapi jangan keras-keras juga ya.. I love you, Lord.

Hi, 22!!

2 comments:

eankecil said...

si janice memang selalu memberi kejutan dengan j.co nya.. i wonder dia brand ambasadornya j.co jangan2.. ^_^ happy bday again adek..!!

Adhe Fitriana Simbolon said...

akupun mempunyai kecurigaan yang sama kak. Mari kita selidiki!
*ambil kaca pembesar