Sunday, June 19, 2011

Friday, June 17, 2011

tanya sahabat

“Janji yah, kalo ada apa-apa yang nggak sreg di antara kita, langsung ngomong ke orangnya, biar gak salah paham.”
Sedih rasanya kita gak melakukan itu. Kamu lupa? Atau aku yang lupa? Entahlah, yang pasti ada diantara kita yang lupa dan jadilah apa yang kita takutkan waktu itu. Kamu sudah jadi orang asing buatku. Mungkin begitu juga aku buatmu. Tidak ada lagi aku jadi orang tempatmu bercerita tentang harimu, menumpahkan kebahagiaanmu bahkan kekesalanmu. Tidak ada juga kamu tempat aku bercerita tentang pria yang kusuka, tentang dosenku yang menyebalkan, tentang kuliahku, tentang hal-hal yang memenuhi otakku. Malah sekarang tentang kita yang juga ikut andil memenuhi otakku.

Aku tau aku punya salah sama kamu. Tapi sekarang aku bahkan hampir tidak mengenalmu. Aku butuh buku panduan bagaimana sekarang aku harus berhadapan denganmu. Dan sekarang aku harus menjadi pengecut menghindari pertemuan denganmu.

Bukan aku mau menghindar. Tapi situasi dimana ada kamu dan aku sekarang membuatku tidak nyaman. Ada yang salah dengan kita. Aku yakin kaupun sadari itu. Tapi sekali lagi, aku tak tau cara menghadapimu. Akupun tak tau bagaimana sekarang tempatku dalam otak dan hatimu dan bagaimana selayaknya aku ahrus bersiap.

Sungguh aku bingung. Dan sedih. Bagaimana dengan kamu?



DIA




Kamu tampan sekali hari ini. Kemeja itu, dasi itu. Ah tidak, tidak.. kamu memang selalu tampan. Kemarin juga kamu tampan dengan kaos hijau dan celana basketmu. Kamu memang selalu tampan. Pakai apapun. 

Parfummu tercium olehku. Hmm.. Wangi yang sangat kuhapal lebih dari apapun. Wangi yang sepertinya aku dapat menciumnya meskipun itu tidak nyata tercium oleh hidungku. Ingatanku tentangmu bahkan dapat membuat semuanya terasa nyata.

“Gimana penampilan gue?” kamu akhirnya meminta pendapatku.

“Keren. Ganteng.” Banget, malah! Lanjutku dalam hati.

“Doh, jadi malu gw,” katamu dengan gaya sok cool yang kau buat-buat. Dan kitapun tertawa bersama-sama.

“Gimana, bunganya bagus ga? Pilihan gw tuuh.. hehe”

“Bagus. Cantik,” entah kenapa hari ini aku sangat irit dalam berbicara. Aku lebih banyak tersenyum.

“Bagus deh. Semoga dia juga suka. Doain gw ya, Nat. Thanks banget udah mau jadi penasehat gw. Kalo gw diterima, lo orang pertama yang bakal gw kasih tau. Dan gw pasti traktir lo makan dimana aja lo mau. Thank you soooo much!” kamu tiba-tiba memelukku. Tanpa siap aku sudah dalam dekapanmu. Wangimu semakin tercium. Tidak. Jantungku berdetak semakin kencang. Jangan sampai kau menyadarinya. Buru-buru aku melepas pelukanmu.

“Heh. Tuh baju lo kusut ntar. Gimana siiih.. Enak aja peluk-peluk orang sembarangan. Bayar!” aku mepraktekkan gaya jutekku.

“Haha. Dasar lo tuh yee. Wanita bayaran!” kau berkata sambil mengacak rambutku. “Udah jam 7 nih, gue pergi dulu ya. DOAIN GUE! Daah Nataa!”

Aku melambai, memperhatikanmu menyalakan motor merah kesayanganmu itu sampai sosokmu mulai hilang dari pandanganku. Aku pasti mendoakanmu. Aku merasa terlalu bodoh untuk tidak menginginkanmu bahagia. Walaupun itu membuatku sakit.

Home - Michael Buble


Arrrgghh entah kenapa waktu sangat lambat rasanya. Apa waktu memang berjalan lebih lambat disini? Aku menatap jam di dinding dan aku merasakan jarum detik memang seperti bermalas-malasan bergerak. Ada yang salah dengan batrenya. Ganti! Aku berteriak dalam hati.

Aku masih belum merasa tenang. Aku berganti mendekati jendela, menatap pemandangan di luar. Jam segini, kamu disana pasti sedang tidur dengan lelapnya. Aku benci harus gelisah seperti ini. Sungguh ironis membayangkan aku dan kamu digambarkan dalam layar TV, setengahnya aku tidak berhenti menatap telepon genggam-jam dinding bergantian sedangkan setengahnya lagi kamu sedang terlelap yang entah sedang bermimpi apa. Dan aku benci harus jadi wanita yang terlalu perasa, tidak sepertimu yang santai-santai saja.

Nittt. Bunyi tanda masuknya pesan di telepon genggamku hampir membuatku jantungan. Nomermu! Cepat-cepat kubaca.

“Daritadi aku SMS kamu failed terus. Semoga yang ini sampe. Enduuut! Cepat pulang dooong.. Gak enak ga ada yang bisa dijitakin. Tanganku udah gateeel! I MISS YOU ALREADY! *peluk*”

Aku baca SMS kamu berkali-kali seperti anak kecil yang baru belajar membaca. Aku tau sekarang rasanya orang di padang gurun yang baru ketemu oasis. Pasti seperti aku sekarang.

“AKU JUGAK KANGEN, BUNCIIIIIIIIIT! Take me home nooooooooow! *pelukkenceng*”

Send, failed. Send, failed. Ah, tidak bersahabat sekali! Aku mengambil playerku dan memasang earphone. “Let me go hoooome..” Lagu Michael Buble mengalun melanjutkan lagu yang tadinya belum selesai. Wait for me, baby. I’m comin back home.

Wednesday, June 15, 2011

30 DAYS SONG CHALLENGE

Asik.. ada kerjaan iseng nih, namanya, yah seperti yang ditulis di atas lah ya. Pada bisa baca lah ya.. *mulai rese* *males nulis* :))

Yak, jadinya kita disuruh per-harinya posting tentang lagu dengan kategori yang udah disediakan. KATEEEGORINYA ADAALAAAH *ala fitrop*:

day 01 - your favorite song
day 02 - your least favorite song
day 03 - a song that makes you happy
day 04 - a song that makes you sad
day 05 - a song that reminds you of someone
day 06 - a song that reminds you of somewhere
day 07 - a song that reminds you of a certain event
day 08 - a song that you know all the words to
day 09 - a song that you can dance to
day 10 - a song that makes you fall asleep
day 11 - a song from your favorite band
day 12 - a song from a band you hate
day 13 - a song that is a guilty pleasure
day 14 - a song that no one would expect you to love
day 15 - a song that describes you
day 16 - a song that you used to love but now hate
day 17 - a song that you hear often on the radio
day 18 - a song that you wish you heard on the radio
day 19 - a song from your favorite album
day 20 - a song that you listen to when you’re angry
day 21 - a song that you listen to when you’re happy
day 22 - a song that you listen to when you’re sad
day 23 - a song that you want to play at your wedding
day 24 - a song that you want to play at your funeral
day 25 - a song that makes you laugh
day 26 - a song that you can play on an instrument
day 27 - a song that you wish you could play
day 28 - a song that makes you feel guilty
day 29 - a song from your childhood
day 30 - your favorite song at this time last year


bersediaaa, siaaaaaap, yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak!

Favorite Song Quotes

1.     She Will Be Loved – Maroon 5
“It’s not always rainbows and butterflies, it’s compromise that moves us 
along”

2.    The Riddle - Five for Fighting
“Here’s the riddle for ya, You and I”

3.    Big Yellow Taxi Counting Crows
Cause you dont know what youve got till its gone

4.    Where is the Love Black Eyed Peas
“Can you practice what you preach, would you turn the other cheek?”

5.    That’s the Way It Is – Celine Dion
“Love comes to those who believe it. That’s the way it is”

Thursday, June 9, 2011

Most Played This Week


  1. Fireworks - Katy Perry
  2. the Script - the Man Who Can't Be Moved
  3. Damaged - TLC
  4. the Riddle (you and I) - Five for Fighting
  5. Lazy Song - Bruno Mars

Monday, June 6, 2011

a simple 'happy birthday'




how a simple 'happy birthday' and a small cake can mean something for them.
this is how simple happiness is. ;)

percakapan siang itu

siang itu, jam istirahat.
Seperti biasanya aku akan keluar kelas dan duduk di bangku panjang di balkon lantai dua, kelas kita.
Kita berbeda kelas, tidak seperti 3 tahun sebelumnya.
Sekarang dengan putih abu-abu membalut tubuh kita masing-masing.

Siang itu kamu tiba-tiba duduk di sebelahku yang sedang menikmati angin lantai dua sambil memperhatikan sepasang adik kelas yang malu-malu, juga duduk berdampingan di lantai satu.

"Aku bingung, kok bisa sih orang betah pacaran ampe bertahun-tahun, padahal kerjaannya cuman duduk sebelahan dan ngga ngobrol apa-apa," aku memulai percakapan siang itu. Pertanyaan itu keluar begitu saja dan kamu langsung menangkap objek pertanyaanku dan ikut memperhatikan mereka.

"Ya kalo udah pacaran, ngobrolnya ga pake bahasa manusia lagi lah, dek. Dari hati ke hati. Hehehe," kamu menimpali setengah bercanda.

"Beneran deh. Apa aja sih yang mereka omongin kalopun ngobrol? Selera musik beda, sifatnya sama-sama pendiem, kalo jam istirahat cuman duduk-duduk sebelahan dan aku peratiin mereka cuma gitu doang ampe bel masuk," aku ngotot minta jawaban.

"Kalo udah pacaran, apa aja bisa jadi obrolan, dek. Liat semut, semut bisa jadi topik. Liat gentong, gentong juga bisa jadi topik. Bahkan ga ngomongin apa-apapun, cuma duduk sebelahan, rasanya beda lah. Deg degan gimana gitu.. hahaha," masih khas kamu, nimpalin semuanya dengan becanda.

"Ah, ga menjawab. Masih aneh. Masa pacaran cuman diem-dieman? Obrolannyapun ga penting. Gak meaning ah!" aku masih gak mau kalah.

"Yey, makanya cobain dulu dek baru ngerti.. Hahaha.." kamu berkata sambil menarik sejumput rambut panjangku.

"Ah males!" jawabku sambil balas menarik lengan kemejamu. "Pacaran masih belum terlihat penting buat aku. Bedanya apa sama jomblo? Pacaran palingan cuman pulang bareng, nonton, smsan, berantem, nangis. Gitu aja terus. Hih!"

"Makanya, coba dulu, baru ngomong, dudul!" sekarang kamu yang gemas dengan pertanyaan-pertanyaanku meletakkan telapak tanganmu menutupi seluruh wajahku. Kau selalu melakukannya kalau sedang ingin menggangguku. Kemudian aku membalas memukul lenganmu dan kita tertawa bersama.

"Gimana jadinya ya dek kalo kita pacaran? Hahaha" DEG! Kata-katamu sepersekian detik menghentikan detak jantungku. Tidak berlebihan, sepertinya terasa begitu saat itu. Untunglah otakku cepat bereaksi dan yang keluar dari mulutku tawa yang sama, sedikit dipaksakan, tapi aku harap kamu tidak sadar.

"Hahaha. Males banget! Bisa gonjang-ganjing dunia persilatan, nanti!" aku masih tertawa seolah-olah itu memang hal terlucu yang pernah kudengar.

"Iya. Masa cowok pacaran sama cowok ya? Hahaha," kamu membalas.

"Eh, sial. Saya wanita sejati, tauk!"
"Mana buktinya. Liatin buktinya dong dek!"
Jadilah kita berbalas ejekan siang itu sampai bel masuk berbunyi dan kau masuk kelas.

Aku masih belum beranjak. Menerawang, pertanyaan kamu seperti di replay berulang-ulang di kepalaku. "Gimana jadinya?"...

Thursday, June 2, 2011

22

uyeaah.. happy 2nd of June! Aku harus menerima dengan lapang dada (bukan lapang-an sepakbola) kalau sekarang aku.. aku.. sudah 22 tahun! Hiks. But it's ok, I'm still young forever with Adek as my name, aite? ;)

Hal yang aku suka dalam hal ulang tahun adalah dimana orang-orang mengucapkan dan mendoakan hal-hal yang baik untukku, menyempatkan setidaknya beberapa menit untuk menulis di wall, kirim SMS atau sekedar mention di Twitter. Menyenangkan, bukan?

Di samping itu, ulang tahun juga punya sisi menyedihkan. Makin tua, tuntutan akan kedewasaanpun ga bisa ditawar. Tanggungjawab semakin besar dan deadline buat punya pacar semakin mendekat. OH TIDAK! Aku gak akan bahas soal ini kok, walaupun tentu saja kebanyakan punya doa yang sama, aku punya pacar. Well, aku masih belum merasa membutuhkannya, teman. Jangan ajak aku berdebat ya. case closed. :)

Malam ini, udah banyak yang ngasih ucapan di wall facebookku, mention di twitter dan juga SMS. Emang dasar jaman benar-benar berubah, social media memang lebih diminati buat ngirim-ngirim ucapan gitu. Cepat, mudah dan murah. Tapi tentu tidak jadi murahan.

Dasar sentimentilnya keluar, aku cukup terharu dengan greetingsnya. Dan malam ini, kebetulan aku nginep di rumahnya @jneezholiczz dan malam ini dia menemaniku merayakan bertambahnya umur ini ditengah hatinya yang sebenarnya sedang gundah gulana (aku menghindari penggunaan kata 'galau' yang sudah terlalu pasaran).

Jam 12 lewat beberapa menit tadi, dia datang dengan donat J.conya dan lilin yang lebih besar dari donatnya sendiri itu dan bernyanyi dengan sumbang merdunya 'happy birthday to youu'.. Aww.. sweet.



Gak cuma itu, dia juga ternyata sudah mengumpulkan sumbangan untuk membeli sepeda fixie voice notes dari teman-teman yang dianugerahkan mempunyai gadget seperti Blackberry yang sungguh diidam-idamkan oleh semua kalangan, baik yang membutuhkan maupun tidak. Yah, penjelasan blekberinya tidak akan diperpanjang, saudara-saudara.
Kembali ke topik, nona janice ini mengumpulkan pesan dari beberapa teman dalam bentuk suara yang entah kenapa suaranya sedikit berbeda dengan suara mereka yang selama ini aku dengar di dunia nyata. Ya sudahlah, palingan juga suaranya baru puber yak, bisa dimaklumi. Ini aku ngomong apa yah, kok ndak nyambung seperti Jaka Sembung yang selalu membawa golok.

Cuss..

oke, selanjutnya kita akan diminta untuk sedikit serius. What does 22 mean for me? Angka kembar, dari tanggal lahirku, tapi cukup menyesakkan buat dijadikan umur. Selama ini aku masih bisa berbangga hati dengan menjawab pertanyaan "Umur kamu berapa, dek?" "21 doooong." Entah kenapa 21 dan 22 itu rasanya berbedaa lebih dai setahun. Gak usah didebat, kan sudah kubilang tadi, entah kenapa. Ga ada teori yang mendasari.

Hah. Maap, aku nyolot lagi.

Di umur 22 ini, aku merasa belum bisa bikin apa-apa. Kuliah gak beres, nyari duit sendiri belum bisa, pacar belum (mau) punya. *teteppp*. Makanya, kalau bisa memilih, aku memilih untuk gak perlu berulangtahun dan gak perlu dituntut lebih tinggi lagi. Tapi aku sadar, inilah hidup. Berlanjut terus dan berubah. Naik level. Ga statis, disitu-situ aja sedangkan dunia terus berubah. Aku gak bisa tetap menghipnotis diri sendiri bahwa aku masih sama kayak yang dulu, sementara dunia di sekitarku bertumbuh. Time cannot wait. World cannot wait. Hanya Sum41 yang Still Waiting. (apa sih ini?)

Well,di balik semua kegagalanku, kegalauanku dan keputusasaanku, aku asih menyimpan harapan semoga saat ini dan ke depannya akan lebih baik dari masa sebelumnya. Tuhan sudah memimpinku 22 tahun kemarin. Kenapa aku harus ragu untuk tahun-tahun ke depan? Tuhan, mohon toyorannya kalau aku mulai bandel ya. Tapi jangan keras-keras juga ya.. I love you, Lord.

Hi, 22!!