Monday, May 30, 2011

kenapa ya? kenapa sih? kenapa?

"dek, mana pacarnya kok tadi ga diajak?"
"oh, dia tadi lagi sibuk"

"nanti ada yang marah lagi, dek."
"gak papa kok, asal gak ketauan."

"dek, itu in a relationship beneran?"
"iya. hehe."
"siapa?"
"kamu gak kenal."

haha. who the hell is he who I called as my boyfriend? Entah kenapa setiap ada orang yang nanya tentang hal satu ini aku selalu menjawab seolah-olah aku memang punya. Bukan karena aku ada kelainan hidup dalam khayalan, bukan. Terus kenapa? I don't want to give anyone any chances. Ge eR banget lo dek! Mungkin kalian berpikir seperti itu. Yaa Whatever. Beneran gak beneran, aku gak mau itu beneran.

Sunday, May 29, 2011

Jogja - Kota Orang Tua

Julukan buat kota Yogyakarta apa sih? Kota Gudeg kah? Kota Pelajar kah?

Kalo aku disuruh kasih julukan buat Jogja, aku mau kasih nama julukan: Jogja kota orang tua. Orang tua disini bukan maksudnya 'parents', tapi 'old people'. Kenapa aku kasih julukan ini?

Waktu ke Jogja kemaren, ada satu keunikan kota ini, aku melihat kebanyakan penjual souvenir, gudeg, nasi kucing, penjaga museum, penjaga toko (mirota batik), tukang becak, semuanya adalah orang-orang yang sudah tua. Mbah-mbah yang kurus, bongkok, kerutan dimana-mana, mereka menghiasi setiap sudut koya Yogyakarta.




Kalo kamu ke Bandung, kamu gak akan menemukan hal kayak begini. Di Bandung, yang masih usia produktif aja (20-40) banyak jadi peminta-minta di jalanan. Sedangkan yang sudah tua, entahlah dimana mereka.

Aku jadi penasaran, apakah ini ada hubungannya sama makanan? Maksudnya, apakah di Jogja, orang-orang tuanya masih pada bugar gara-gara kebiasaan makan mereka yang berbeda sama di Bandung? Tapi gak juga sih harusnya, di Bandung malah terkenal dengan lalapannya (sayuran mentah) yang sebenarnya lebih menyehatkan dari makanan Jogja yang banyak digoreng-goreng, kan? Ada yang tau jawaban misteri ini?

Friday, May 20, 2011

Forgive and Forget



"forgive sih bisa aja, tapi kalo forget mana mungkin? Emang kita bisa amnesia dengan sengaja? Atau, kasih mantra Obliviate ke diri sendiri. Gak bisa kan?"

"Yang dimaksud dengan memaafkan dengan sepenuh hati itu kayak gimana sih? Kalo ada seseorang yang meminjam gitar kesayanganku dan suatu saat dia mengembalikan dengan cela, mungkin aku bisa memaafkan dia. Tapi, kalo lain kali dia pinjam, aku tidak mungkin lupa kesalahannya di masa lalu dan efeknya aku pinjamkan dengan berat hati, ragu-ragu, penuh amaran atau bahkan tidak dipinjamkan sama sekali. Apakah itu artinya aku belum memaafkan sepenuh hati?"

Pertanyaan-pertanyaan itu keluar dari mulutku begitu saja waktu diskusi Bible Study kemarin, yang dibawakan oleh Kak Vecky, judulnya Mengampuni.

...

*to be continued*

Wednesday, May 18, 2011

bahagia itu...


Ada yang lebih membahagiakan dari ketemu dia yang selama berminggu-minggu ini ngetem di otak? Mungkin ada yang lebih membahagiakan, tapi saat ini tidak. :)

Talking to the Moon

sebenernya aku gak terlalu suka sama lagunya, tapi video animasi ini bikin lagu ini jadi unyu. Layak diliat. Selamat menikmati..




kiyut kaan? :D

Monday, May 16, 2011

Penakluk

"Penakluk wanita adalah KELEMBUTAN. Penakluk pria adalahKEKAGUMAN"
- Mario Teguh

Wednesday, May 11, 2011

most played songs this week

1. Sheila on 7 - Mudah saja
2. Celine Dion - That's the way it is
3. Bryan McKnight - Marry Your Daughter
4. Carrie Underwood - Whenever You Remember
5. Paramore - Ignorance
6. All American Rejects - Straitjacket Feeling
7. Andien - Pulang

Jogja selalu di hati

Senangnyaa.. akhirnya jadi juga mejeng di Jogja. Super dadakan (baru mutusin buat pergi jam 5, sedangkan kereta jam 9 dan kudu ke Tuesday Meeting dulu jam6), but finally we did it! 
pagi-pagi, belom mandi, dalam pencarian sesuap nasi

pamer Prambanan Entrance Card

apa kamu cengar-cengir?

lihat candi lebih dekat

jualan, mbak?

pusing mau pose apa

nungguin nasi kucing. Udah mirip kucing belom?

ceritanya mau belanja, padahal kagak beli apa-apa.

"becaknya, mbak, 5000 ae.." "bentar mas, poto dulu!"

how I love this batik wall!
Sayangnya, 2harian di Jogja, aku belum sempet makan gudeg. >.< Dan yang menjadi pertanyaan besar kami selama di Jogja adalah, kok bisa sih ongkos muter-muter Jogja pake becak cuma seharga Rp.5.000? Ada yang bisa menjelaskan keajaiban dunia ini? Thanks before.

Anyway, aku suka nih sama kota ini. Kalo Bandung udah gak bersahabat, ini kota pertama yang ingin aku tuju. Say Jogjaaaaaaaah..

Monday, May 9, 2011

Adventurer Basic Staff Training Course 2011

Tahun ini, aku dapat kehormatan buat melayani jadi Staff Konferens Jawa Barat sekaligus jadi panitia Adventurer Basic Staff Training Course 2011! Tema yang kami angkat tahun ini adalah "Biarkan Mereka Datang Pada-Ku". Maksud dari tema ini adalah supaya kakak-kakak pembina yang mengikuti acara ini bisa menjadi pembi
na yang baik buat adik-adik Adventurer dan memepersiapkan mereka buat jadi anak-anak Tuhan yang selalu ingin datang kepada Tuhan. Mulia sekali bukan, tugas pembina itu? :D

Rasanya 'kerja' bareng staf konferens? It's great to work with all of them. Rada aneh sih pertamanya, soalnya biasanya kerja bareng anak-anak IMAB dengan cara dan atmosfir yang berbeda. Tapi puji Tuhan semuanya lancar dan aku mau pamerin desain buat buku acara, pin dan sertifikat yang dengan ciamiknya dibuat oleh seorang gadis bertalenta, Queentania Sabatini Salawaney. *semoga gak salah ketik. ;p*
buku acara

pin

spanduk
They're cute, heh? Ueen.. I heart you so much with that friendly-Jesus illustration. Bukankah sosok Yesus yang seperti itu yang seharusnya adik-adik kita dapatkan, bukan? Jesus loved the little children! Unyuu..

...

Friday, May 6, 2011

opung siahaan

Malam minggu, 20 April 2011
22.10
kamar tercinta

Hari ini aku dan anak-anak PA baru jenguk opung Siahaan yang lagi dirawat di rumah sakit. Opung Siahaan ini adalah salah seorang pianis senior di gerejaku, Naripan. Dia selalu sampe gereja tepat waktu bahkan seringnya setengah 9 udah mejeng aja di gereja. Dan setiap kali pianis yang sudah ditunjuk sabat itu belum datang (dan ini sering terjadi), dia selalu inisiatif buat ngegantiin jadi pianis. Lepas dari main pianonya yang lambat banget (sangat dimaklumi karena umurnya yang udah lanjut), opung ini semangat banget pelayanan di gereja. Entah itu jadi pianis, ikutan choir bahkan melatih choir gereja. Dan hari ini kami jenguk beliau di rumah sakit, beliau seneng banget pas kami datang.

"Entah apa sakit saya. Dokternya bilang cuma batuk, tapi masa pake diinfus ya? Tapi saya merasa sehat sekali loh. Lihat muka saya, gak kayak orang sakit kan?" itu berkali-kali dia bilang.

Well dari mukanya, emang dia terlihat sangat sehat dan aku rasa itu gara-gara dia memang selalu berpikir bahwa dia sehat. Dia berpiir bahwa dia masih bisa melakukan semuanya. Dan dia cerita bahwa barusan infusan yang di tangannya ngeluarin darah gara-gara beliau semangat banget menggerakkan tangannya ala conductor pas yang ngejenguk sebelumnya nyanyi. Opung ini cinta banget sama musik dan semua yang ngejenguk dirikues buat nyanyiin lagu buat beliau.

Kamipun begitu, pas kami jenguk, kami diminta buat nyanyi beberapa lagu sambil beliau makan.

"Bagus sekali loh, baguuuus sekali. Terima kasih ya lagunya. Enaaaaak sekali didengar" beliau ga berhenti memuji. Jadi terharu, pung. Hiik..
Dan beliau nerusin makan sampai.. habis!

"Lihat, makanan saya selalu habiskan loh. Enak sekali makanan disini. Tiap perawat datang, saya selalu bilang, makanannya enak sekali! Memang enak", beliau masih semangat cerita. Luar biasa.

Kami yang jenguk malah jadi cuman cengar-cengir karena beliau malah seperti menyemangati kami. Beliau gak perlu disemangatin lagi karena semangatnya emang udah ada di diri beliau.

Pas waktunya berdoa, beliau minta oma-oma yang di ranjang sebelahnya juga didoakan. Beliau juga sempat cerita nama oma yang di sebelah beserta sakit yang dideritanya, dan orang-orang yang jagain si oma dan kebetulan beragama Islam (sepertinya, diliat dari kerudungnya). Yap, beginilah seharusnya orang Kristen, kan? Peduli tanpa memandang bulu. Ok, it's not bulu actually.

Akhirnya kami pulang dan opung bilang dia seneng banget kita bisa sempet jenguk dan nyanyiin lagu buat beliau.

Sejujurnya tadi aku berpikir bahwa kedatangan kami gak akan begitu penting buat beliau. Toh kami cuma anak muda gereja yang pasti beliaupun lupa nama kami dan ini cuma bakalan jadi jengukan formalitas. Tapi dari jenguk hari ini, I learn many things. Semangat tidak mengenal usia, keadaan dan itu yang bisa ngontrol ya diri kita sendiri. Dengan keadaan kita, kita bisa memilih buat menganggapnya penderitaan atau melihat sisi positifnya dan tetap melakukan apa yang bisa, bukannya apa yang gak bisa.

Thank you, opung.
Semoga cepat sembuh.

Send you Xs and Os.

Tuesday, May 3, 2011

Vanilla Twilight


The stars lean down to kiss you

And I lie awake and miss you
Pour me a heavy dose of atmosphere

'Cause I'll doze off safe and soundly
But I'll miss your arms around me
I'd send a postcard to you, dear
'Cause I wish you were here

I'll watch the night turn light-blue
But it's not the same without you
Because it takes two to whisper quietly

The silence isn't so bad
'Til I look at my hands and feel sad
'Cause the spaces between my fingers
Are right where yours fit perfectly

I'll find repose in new ways
Though I haven't slept in two days
'Cause cold nostalgia
Chills me to the bone

But drenched in vanilla twilight
I'll sit on the front porch all night
Waist-deep in thought because
When I think of you I don't feel so alone

I don't feel so alone, I don't feel so alone

As many times as I blink
I'll think of you tonight
I'll think of you tonight

When violet eyes get brighter
And heavy wings grow lighter
I'll taste the sky and feel alive again

And I'll forget the world that I knew
But I swear I won't forget you
Oh, if my voice could reach
Back through the past
I'd whisper in your ear
Oh darling, I wish you were here


yang bikin lagu ini, pastilah sedang dalam keadaan jatuh cinta.
<3

Sunday, May 1, 2011

dia tidak sadar ada cinta di depannya

"Ninot!!" aah.. kau memanggilku. Sebenarnya aku sudah menduganya. Aku tau. Tapi, aku tidak tau harus bereaksi seperti apa dan disinilah aku sekarang, dengan respon linglung, tanda salah tingkah.

Ninot, itu panggilanmu untukku. Namaku, Anindya Serenity Soetami, katamu terlalu feminist untukku yang casing doang cewek.

Kita sudah kenal lama. Lamaa sekali. Cukup lama untuk tau kau benci dan bahkan takut dengan bunyi petir. Dan aku tau kau takut petir bukan karena punya pengalaman tidak mengenakkan tentang petir. Setidaknya begitu seingatmu. "Ga tau kenapa, gw takut aja", katamu waktu itu.

Aku masih disini untuk beberapa detik yang aneh hingga akhirnya memutuskan untuk berbalik ke arah suaramu memanggilku tadi dan berpura-pura kaget. Dan aku yakin kau pasti sadar aku berpura-pura. Aku memang tidak pandai berpura-pura kalau berhadapan denganmu.

"Ah sombong banget cuk gak nyapa-nyapa!", protesmu setelah akhirnya aku menghampiri tempatmu berdiri.

"Sori sori tadi gak denger. Lagian lagi riweuh ini ngurusin partisipan acara", ah aku menemukan alasan dan aku tau alasannya terlalu lemah.

"Gayaa yang seksi sibuk mah.."

"he he", entah kenapa tiba-tiba perbendaharaan kata-kata di kepalaku seolah-olah habis direset dan tak bersisa.

"Ntar gw duduk di depan ya. Kalo lo dah ga sibuk, biar kita bisa duduk bareng sambil ngobrol-ngobrol. Kan udah lama ga ketemu, cuy.." katamu sambil meninju lenganku pelan.

"Sipp.. kesana dulu ya, nyari orang dulu", tanpa menunggu responmu aku berbalik dan melesat menghilang ke bumi. Oh tidak, itu hanya khayalanku saat itu, melesat menghilang dari hadapanmu. Bukan karena aku tak mau bertemu denganmu, bukan. Malah saking besarnya kangenku padamu saat itu dan saat bertemu aku tidak tau harus bagaimana dan mungkin menghilang dari bumi bisa jadi ide terbaik saat itu. Tapi setelah dipikir-pikir lagi, sepertinya itu bukan ide yang bagus.

Aku benci jadi seperti ini. Aku benci menjadi orang yang tak siap dengan kehadiranmu yang semestapun tau itu yang paling kuingini beberapa bulan sejak kita bertemu terakhir kali. Aku benci menjadi orang yang merasa asing denganmu padahal seperti yang kubilang tadi, aku sudah mengenalmu dalam waktu yang cukup lama.

Aku sudah tidak punya alasan menghindar lagi. Semua tugasku sudah selesai dan seharusnya aku sudah bisa duduk dan menikmati acara.
 Memandang ke ratusan tempat duduk yang berbaris, aku tidak memerlukan banyak waktu untuk dapat menangkap sosokmu yang duduk di bangku kedua, asik menikmati apa yang ditampilkan di latar. Musik memang selalu menarik perhatianmu.

"Heh not! Udah ga sibuk lagi, miss.superbusy?" godamu begitu menyadari sosokku yang tiba-tiba ada di sebelahmu.

"Udah. Tadi udah ada yang handle. Fiuh.. akhirnya bisa napas juga", jawabku tanpa menoleh padamu.


"Gaya laah yang sibuk. Heh apa kabar lo? Udah lama ya gak ketemu? Makin cewek aja lo sekarang? Udah tobat? Haha", sindirmu.

"Sial. Saya anggap itu pujian ya", balasku, pura-pura protes.

"Iya lah pujian. Negatif mulu nih pikirannya!", kau menunjuk pelipisku gemas.

"Asiik. Iya lah berubah biar jodoh gak lari. Haha." aku menyenggolmu.

Berlanjut dengan pertanyaan basa-basimu tentang kuliahku, kesibukanku dan sampai ke.. pacar.

"Sama siapa sekarang?", tanyamu.

"Sama kamu lah. Dan sama ratusan orang yang lagi dengerin angklung ensamble", jawabku cuek. Oke, pura-pura cuek. "Kau tuh sama siapa sekarang? Denger-denger udah deket sama yang lain lagi nih. Ckckck.. Laku bet daaah.." aku balas bertanya. Aku senang perhatianmu mulai beralih dari performance di latar. Aku menang darimu, musik! Haha. Aku tertawa puas dalam hati.

"Hehe. Iya nih not. Gw lagi bingung. ..." dan kau mulai menceritakan beberapa wanita yang kau rasa sedang mendekatimu, beberapa wanita lagi yang menarik perhatianmu, juga tentang mantan-mantanmu yang masih 'meneror'mu.

Aku mengenalmu, seorang Ariant Pramana yang ganteng, jago main gitar, ramah dan punya segudang trik pencair suasana yang membuat orang-orang di dekatmu betah. Tentu termasuk aku. Arya yang pertama kukenal cupu, sering diremehkan karena prestasi akademikmu yang tidak secemerlang teman-teman priamu yang lain, yang tergila-gila dengan basket tapi sering dijadikan bahan ledekan teman sekelas gara-gara badanmu yang pendek dan akhirnya dipanggil Abon, Arya Boncel.

Kamu yang sekarang, berubah drastis. Tapi masih dengan sikapmu yang sama terhadapku. Itu mungkin yang membuatku akhirnya ... menyukaimu bukan sebagai seorang sahabat.

Kau masih asik menceritakan tentang wanita-wanita tadi, dan sekarang kau sedang menceritakan teman seangkatanmu yang sepertinya punya perasaan padamu. Kau memaparkan dengan detail apa saja sms-sms dari wanita itu, apa saja sikap-sikap 'aneh' yang ditunjukkannya, telingaku mendengarkan dengan dengan sangat baik, kecuali mimik mukaku. Mimik seperti apa yang kau pikir akan ditunjukkan seseorang yang jatuh cinta dengan lawan bicaranya sementara dia sedang membicarakan wanita (-wanita) lain? Mendengarkan dengan seksama sementara otak dan hatimu, cemburu.

Aku ingin menghilang saat itu juga andai aku bisa. Dan aku pikir ini memang ide terbaik, setidaknya sampai saat ini. Kau bertanya bagaimana pendapatku. Kalau saja kau punya kelebihan membaca suara hatiku waktu itu, aku sedang berteriak "GAK. DARI MEREKA SEMUA GA ADA YANG COCOK SAMA KAMU. CEWEK YANG ITU, AH GA NYAMBUNG SAMA KAMU. YANG SATU LAGI, IH AMIT-AMIT DEH KAMU SAMA DIA. YANG SATU LAGI, PLIS DEH TUA BANGETTT!". Untungnya kau tidak mendengarnya.

Acara selesai. Ah aku puas bisa menarik perhatianmu dari musik bahkan sampai tanpa kita berdua sadari acaranya selesai. Dan aku senang acaranya selesai sehingga aku bisa menyudahi tampang bodohku efek dari berpura-pura antusias  mendengar ceritamu dan cemburu sekaligus.

Orang-orang sudah mulai bubar, keluar dari ruangan itu dan kita ... kau masih melanjutkan ceritamu. Sekarang kita jadi duduk berhadap-hadapan. Aku bisa melihat wajahmu dengan jelas. Betapa sulitnya mengendalikan ekspresi wajahku untuk berpura-pura dengan wajahmu yang hanya 25cm di depan mukaku?? Ujian Algoritma mungkin lebih mudah dibanding situasi seperti ini! Dan kau membuat Algoritma jauuuh lebih mudah dengan bertanya pendapatku tentang ceritamu.

Aah.. entah seperti apa mukaku sekarang. Dari antusiasmu terus bercerita, sepertinya kau tidak menyadari keanehan ini. Benarkah kau tidak menyadarinya? Atau kau sedang pura-pura tidak menyadarinya? Aku takut pada jawaban yang kedua, tapi jawaban pertama juga menyedihkan.

Kau masih saja terus asik bercerita tentang cintamu, tanpa menyadari ada cinta di depamnu.


"Adakalanya seseorang tidak sadar ada cinta di depannya"