Friday, April 22, 2011

tenggang rasa hanya di buku pkn?

Senin, 18 Juli 2011
22.25 di kamar

Aku baru pulang dari nonton '?'. Komentarku? KEREN! Aku suka banget sama filmnya. Bukan cuma karena ada Aa Rio, bukan. Buanyaak banget yang aku suka. Pemerannya punya akting yang menakjubkan. Mulai dari si Abi yang err~ banget sampe si Kong yang perlu diacungi 4stengah jempol kalo ada.

iseng, aku search apa yang orang omongin tentang film ini di twitter. So far komentarnya positif sih sampai aku baca tweet dari seseorang yang bilang Film ini sampah. Woe, kaget juga sih ada komentar ekstrim kayak gini. Penasaran sama alesannya, aku buka profil si orang ini.

Mungkin dia 'seseorang', at least di twitter. Soalnya followersnya 900an dan aku mencari-cari di timelinenya penjelasan tentang tweetnya yang tadi. Sepertinya ada yang nanya kenapa dia bilang film TandaTanya sampah dan dia bilang "Filmnya ga penting. Pelajaran Pkn yang didramatisir ala sinetron", katanya. Well, setiap orang berhak berpendapat dan aku juga pengen ngasih pendapat tentang statementnya tadi.

Pelajaran PPKN? Bukankah pelajaran PPKN (dan pelajaran lainnya) itu dipelajari buat dipraktekkan di kehidupan nyata? Dan kenapa kita malah merasa heran kalau seandainya ada berlaku seperti yang diajarkan di PPKN?

Dan film di '?' itu juga gambaran yang terjadi di dunia nyata yang aku lihat sehari-hari. Diskriminasi, Rasisme bahkan yang sampai ke tindak kriminalnya.

Waktu aku SD, which is SD Negeri yang isinya mayoritas agama Islam dan Suku Sunda, udah biasa banget nemuin yang namanya Rasisme. Aku yang satu-satunya Batak dan satu-satunya Kristen, jadi bahan ejekan anak-anak cowok gak penting itu. Manggil dengan sebuatan 'Batak!' bahkan diplesetin jadi 'batako' udah jadi makanan di hari-hari pertamaku masuk sekolah. Apalagi selama TK-SD aku pindah sekolah sampe 5 kali. Dan itu selalu terjadi di hari-hari pertama sekolahku. Untungnya, aku selalu masuk ke peringkat 5 besar di kelas dan bikin mereka mulai respect dan ga ngejek-ngejek secara rasis lagi. Alasan lainnya mungkin juga karena aku emang galak dan ga ada yang berani ngejek-ngejek lagi. Hehe.

Beda sama aku, beberapa temenku yang kebetulan kristen dan juga Batak yang baru pindah sekolah, selalu jadi bulan-bulanan anak-anak nakal lain. Dan yah, yang bisa dia bikin ya diam dan pasrah dikatain apa aja. Yah, namanya juga minoritas, dan yang namanya Tenggang Rasa cuma ada di buku PPKN.

Waktu SMP, akhirnya aku pindah ke sekolah swasta Kristen. Atmosfir yang berbeda, tapi masih menemukan perlakuan yang sama, walaupun korbannya sekarang bukan aku. SMPku ini yang mayoritas adalah Kristen (Advent) dan Suku Batak, gantian yang melakukan tindakan Rasis. Korbannya, temen-temen yang minoritas, entah itu Cina, Sunda, Ambon, dll. Masih aja tenggang rasa cuma ada di buku PPKN (waktu itu namanya jadi PKn).

Di masa kuliah sekarang, tindakan kayak gitu bukannya berkurang seiring umur mahasiswanya yang udah bukan anak-anak lagi. Walaupun ga secara blak-blakan ngejek kayak di SD atau SMA, tetep aja Rasis namanya, jadiin logat daerah tertentu jadi bahan buat joke, mlesetin marga sesorang dan lagi-lagi dijadiin bahan lawakan. Walopun berusaha biasa, tetep aja, dalem.

Dan sekarang melihat sebuah film mengangkat gambaran kehidupan nyata dan berusaha memberikan solusi untuk diteladani, kok malah dibilang Pelajaran PKN yang didramatisir? Trus maunya diajarin dengan cara apa lagi? Apa ras tenggang rasa antar-umatberagama itu terlalu tinggi buat direalisasikan? Trus yang masih dianggap masuk akal itu yang seperti apa?

Well, once again, itu cuma pendapat, boleh diterima boleh ngga. At least yang baca ini bisa tau lah posisi salah satu orang di muka bumi ini yang masih haus akan tenggang rasa dan berharap tenggang rasa, toleransi, tanggungjawab, gotong-royong itu gak cuma jadi judul bab pelajaran PKn yang cuma dihapalin jawabannya buat ngisi ujian tok.

Belajarlah dari anak-anak, kalo mereka diajarin sesuatu, itulah yang mereka inget. Kalo mereka diajarin jangan bohong tapi suatu saat dia menemukan prakteknya ga begitu, apa yang mau kita harapkan mereka pelajari dan praktekkan? (I wrote this for myself too.. :)*

Tuesday, April 19, 2011

dua kata

Bagaimana dua kata sederhana di pagi hari dapat mengubah mood sehari penuh.
Ah.. Selamat pagi, kamu!

Monday, April 18, 2011

Friend of Mine

Udah sering denger, tapi baru tadi malem perhatiin liriknya dan... Dang!

I've known you for so long
You are a friend of mine
But is this all we'd ever be?
I've loved you ever since
You are a friend of mine
But babe, is this all we ever could be?

You tell me things I've never known

I've shown you love you've never shown
But then again, when you cry
I'm always at your side
You tell me 'bout the love you've had
I listen very eagerly
But deep inside you'll never see
This feeling of emptiness
It makes me feel sad
But then again I'm glad
 
 
I've known you all my life
You are a friend of mine
I know this is how it's gonna be
I've loved you then and I love you still
You're a friend of mine
Now, I know friends are all we ever could be

You tell me things I've never known

I've shown you love you've never shown
But then again, when you cry
I'm always at your side
You tell me 'bout the love you've had
And I listen very eagerly
But deep inside you'll never see
This feeling of emptiness
It makes me feel sad

But then again

Then again
Then again I'm glad

MYMP - Friend of Mine


You tell me 'bout the love you've had
And I listen very eagerly
But deep inside you'll never see
This feeling of emptiness
It makes me feel sad 

words!

Sunday, April 17, 2011

Tuhan, aku penasaran!

Kyaaa.. kyaaa..
Filmnyaa.. Aaaaaaa..
*pingsan
*dibangunin pake ciuman pangeran

BYURRR.. bangun dek! Bangun!!

Oke, oke, saya bangun dan siap C.U.R.H.A.T tentang film yang baru aja bikin galau ngeksis lagi.
Ah.

"How could you love me? We don't know each other."
"You said it. I know I don't know you. But I remember know a girl who always drink a can a can of Pepsi and then everytime she sat on my motorcycle, she will fall asleep. When she was drunk also like lower lumbar. ... But I still want to see her everyday. That person ... is it you?"

Aaaaah.. beri saya napas bantuan!

Selain pemeran cowonya ganteng parah (tapi ada bagian dia terlihat so.. gayish? Ah bodo..), ceritanya yang ehm.. apa ya.. *mikir*
*ngemil*
Ah gitu deh.

Konfliknya nongol pas cewek yang ditaksir sama si cowok (bahkan udah dipropose atas saran si cewek stranger) datang. Padahal disitu posisinya si cowok udah merasa SUKA sama si cewek dan udah diungkapin. DAng banget gak sih.
Takdir memang kejaaaaaaaaaaaaam..
*duet bareng tante Desy


Aku ngebayangin posisi si pria stranger ini yang sepertinya serba salah dengan perasaan yang sebenarnya bukan maunya dia berubah-berubah gitu. Lagi galau banget sama satu cewek karena sebelumnya mereka putus gara-gara dia belum siap diajak married sama cewek ini, sampai akhirnya mantap memutuskan mau nikah sama si mantan pacar. Eh, tau-tau denger kabar si mantan pacar udah mau married sama orang lain. Dang!! Berusaha lupain si mantan pacar dan akhirnya jatuh cinta ama seorang wanita (si cewek stranger), eh si mantan pacar tiba-tiba nongol. Dang! Dang! Dang!

Cerita yang lebih tragis lagi digambarin sama film Wicker Park. Cinta segi.. *ngitung* empat yang belibet banget yang semuanya korban dari sebuah perasaan cinta yang mereka sendiri ga bisa tolak. Kenapa sih, kenapa kita harus terjebak sama yang namanya perasaan ini? Yes, kita. Aku yakin kita semua mengalami hal yang sama.

Seperti temanku berinisial B. Dia dalam sebuah hubungan sama seorang cowok yang katanya baik banget dan mendekati sempurna. (biasa lah, kalo lagi jatuh cinta mah semuanya keliatan bagus. *iri*). Mereka lagi bahagia-bahagianya (baru seminggu gituuu,,), sampai suatu saat si pria MENGAKU suka sama cewek lain.
Jegerrrrr..
 Mungkin terlalu jujur ya kalo dipikir-pikir, tapi pasti lah maksud si pria ini baik, gak mau boong sama pacarnya ini. Denger pengakuan itu si B pun mempersilakan si pria untuk mengejar cintanya (halah!). Dan taraaaaa.. hubungan yang baru 2 minggu inipun putus begitu saja. Sebenarnya si priapun mungkin gak pengen endingnya putus gini, tapi kalo gak gini ya nantinya dia akan dalam posisi cheating dong. Sedangkan teman saya si B ini ga mungkin juga bilang "Oke, kalo kamu emang sayang sama dia, aku rela. Dan kalau kamu berubah pikiran, aku rela balikan lagi". Sound stupid kan?

Terus, mungkin bisa aja si B bilang "Sekarang kamu pilih, aku atau dia". Itu artinya si cewek mau-mau aja gitu dijadiin option buat si cowok? Males ga sih? Jadi aku mendukung keputusan si B ini. Dan tau gak, gak lama setelah mereka putus (dan si cowok sama si wanita lain tadi), ternyata si cowok ga ngerasa sreg sama si wanita itu. Nah looooh.. akhirnya dia kehilangan dua-duanya. Kalo udah gini, mau salahin siapa coba? Si cowok yang begitu mudahnya berpindah-pindah hati? Menurutku sih, soal hati ga ada yang tau. PErasaan itu datang begitu saja tanpa kita punya kuasa buat nolak.

*tante Desy nongol lagi
Takdir memang kejaaaaaaaaaamm..

Gimana gak kejam, tapi Tuhan, sungguh aku ingin bertanya, kenapa kami ciptaanMu ini tidak diberi hak untuk memilih akan jatuh cinta pada siapa? Kalo berdasarkan perasaan-perasaan doang, kok sepertinya berubah-berubah terus ya Tuhan?


Tuhan, kalo jawabannya bisa dikasih sekarang, sekarang aja ya Tuhan ya? Aku penasaran.. >.<