Tuesday, November 29, 2011

Wednesday, August 24, 2011

Berkhayal Itu Indah

Aku punya sahabat cewek. Kami kenal sejak SMP dan bersahabat sampai sekarang. Sahabat? Iya, entah apa definisi sahabat menurut kamu. Menurutku, dia sahabat. Dia ga sebegitu taunya tentang kehidupanku sekarang karena kami emang udah ga kontek2an sesering dulu. Dia memang tidak selalu ada waktu aku butuhkan. Tapi menurutku, dia sahabat.

Dia punya ayah seorang konsultan hak cipta. Sebenarnya dari dulu ampe sekarang aku gak begitu ngeh pekerjaan macam apa itu. Terutama waktu SMP, dia cerita tentang kerjaan ayahnya. Aku Cuma ngangguk, dan bilang “Oooh..” respon klise orang kalo dikasih tau sesuatu, males nanya lebih dalam karena pasti ga akan ngerti-ngerti juga. Yang pasti ada kata ‘hak cipta’nya. Aku tau sedikit tentang hak cipta. Hak yang dipunyai seseorang yang sudah menciptakan sesuatu. As simple as that, I thought. Ada pertanyaan-pertanyaan kecil yang ada di pikiranku waktu itu. Gimana orang tau kalo penemuannya belum pernah ditemukan sebelumnya? Dicatet dimana hak cipta itu? Gimana cara punya hak cipta? Gimana kalo ada yang mirip tapi itu murni kebetulan? Dan lain-lain, dan lain-lain.

Sempet aku utarakan ke dia, dan aku lupa dia jawab apa. Maklum, memori saya lemah and it’s been 10 years ago, man! (alaah, alesan doang.)

Dari situ tercetuslah satu ide dodol-sok-pinter dari aku. “K, gimana kalo kita bikin penemuan baru. Kan papa kamu konsultannya, jadi gampang kan dapat hak-nya. Abis itu, kita dapet duit deh. Hahaha.”
“Ayook.. tapi apa ya idenya?”
“Yaudah, cari-cari aja dulu, tar kalo dapet saling kasih tau aja.”
“Oke, oke”

Entah kenapa, aku terlalu serius mengenai hak cipta ini, dan besoknya aku udah punya ide penemuan macam apa yang akan kami usulkan.

“K, aku udah nemu temuannya!” kataku bersemangat pagi itu di sekolah.
“Oh ya? Apaa? Apaa?” dia terdengar sama bersemangatnya. Aku semakin bersemangat. Dia lebih bersemangat lagi, aku ga mau kalah semangat, begitulah seterusnya, the end.

Plak!

“Gini. Aku mau bikin air di dalam lilin. Belom pernah ada kan?”
“Air di dalam lilin? Gimana caranya?”
Si K ini termasuk anak paling pinter di kelasku yang isinya Cuma 15 ekor itu. Dia ranking 1 dari SD tanpa ada yang ngalahin sampe aku dateng dan menggantikan posisinya. *ketawa bangga*

Tau si K yang pinter aja ga kepikiran gimana caranya air bisa masuk ke dalem lilin, kepercayaan diriku langsung membuncah. Angin melambai-lambaikan rambutku. Halah.

“Gini, kan lilin bisa dilelehin tuh, nah pas setengah beku, kita masukin es batu ke dalemnya, trus kita tutup pake lilin lagi. Pas lilinnya udah beku, esnya pasti belum sepenuhnya jadi air. Jadi deh air di dalam lilin.”

Hening seketika. Aku udah waswas kalo ideku beneran tolol karena gak memperkirakan unsur fisika, kimia dan tetek bengeknya. Tiba-tiba..

“Ih, bagus idenya tuh! Hebat, hebat..” dia menepuk pundakku. Disitulah saat-saat hidungku melayang tertinggi. Rasanya jadi Einstein seketika. Dan.. keesokan harinya.. sampai sekarang, kami berdua ga pernah lagi ngomongin tentang penemuan-super-jenius itu. #antiklimaks. HAHAHA. Indahnya masa SMP.

Mungkin kalo sekarang dipikir-pikir, itu penemuan yang bodoh. Mungkin bikin air di dalem lilin ga sesimpel itu. Atau memang sesimpel itu dan sudah ada yang menemukan itu berates-ratus tahun sebelumnya. Who cares.

Aku dan teman-teman juga pernah berangan-angan, akan sekolah bareng di USA. Kami berempat, yang 2 orang beda satu tahu sama yang 2 orang lainnya. Kami bahkan sudah punya rencana, D dan C akan nunggu setahun sampe aku dan K lulus, baru kita sama-sama ke USA, sekolah bareng, menikah dengan pria disana, punya anak, dan kami akan saling menikahkan anak kami.

Silly? Menurutku sih tidak. Aku merasakan nikmatnya jadi anak ingusan (not literally, of course) yang berkhayal setinggi-tingginya, berangan-angan bisa merubah dunia berdua, dan menikmatinya. Ketawa bareng tentang kebodohan-kebodohan di masa lalu. Tidak ada yang lebih menyenangkan dari menertawakan diri sendiri. Lain ceritanya kalo yang menertawakan diri kita adalah orang lain. Itu sih pengen nonjok rasanya.

Andai aku punya mesin waktu, aku ingin kembali ke masa SMP, ke masa itu. Masa dimana aku dan teman-teman berkhayal dan merancang masa depan, dimana saat itu semua sama sekali tidak bodoh dan terasa sangat realistis. Indah, bukan?





Bocah itu


Aku ingin seperti bocah
Bertengkar lalu berbaikan tidak lama setelahnya
Bermain lagi seolah tidak pernah terjadi apa-apa

Aku ingin seperti bocah
Bertanya apa saja yang ingin ku tahu
Tanpa “Masa itu aja ga tau?”

Aku ingin seperti bocah
Bahagia sesederhana dapat es krim dari mama

Aku ingin seperti bocah
Mencintai dengan setulusnya
Menjalani hari apa adanya
Tak ada khawatir akan hari esok

Aku ingin seperti bocah
Tersipu kala disanjung
Tertawa lepas kala bahagia
Menangis kala terluka

Aku ingin seperti bocah
Bercerita apa saja dari bibir kecilku
Seolah seluruh dunia tertarik dengan ceritaku
Hanya mengoceh mengoceh mengoceh      

Lakukan apa saja dan dunia akan berkata
“Namanya juga anak-anak..”

Kenapa anak kelinci suka lompat-lompat?
Namanya juga anak-anak..


Tuesday, August 2, 2011

the Man Who Can't Be Moved (part 2)

If I ain't got you with me babyNothing in this whole wide world don't mean a thing
Alicia Keys – If I Ain’t Got You
Aku menoleh, dengan senyuman jahilnya yang khas dia menatapku. Setelan olah raga itu, badan bidang itu, dan bau itu kembali membuatku kembali ke beberapa tahun yang lalu. Aku merasa tidak menjejak di tanah.

“Om Ardiii…” gadis cilik itu menghambur ke pangkuan omnya.

“Heh. Malah ngelamun lagi. Masuk yok. Skalian masakin gue, laper nih.” Dia berkata dengan santai dan melewatiku masuk ke rumah. Aku masih terdiam di depan pintu dengan entah mimik seperti apa.

“Ayo aunty!!” Tabitha menarik tanganku dan tanpa perlawanan aku melangkah ke dalam. Ini salah. Tidak seharusnya aku berada disini.

Beberapa menit berdiam di ruang tamu, akhirnya Ardi muncul. Dia sudah berganti baju.

“Lah Gin, kok lo masih bengong aje. Masakin sesuatu dong buat gue. Gue kangen masakan keasinan lo. Hahaha..”

Aku tidak tertawa. Sebelum dia melanjutkan kalimatnya, aku memotong, “Di.. Ardi.. Gue gak bisa lama-lama. Gue.. gue Cuma mau nganter ini.” aku menyodorkan undangan yang sejak tadi ada di tanganku, tanpa sadar sudah sedikit terlipat. “Maaf, rada kelipet tadi ga sengaja.”






“Daritadi gue liat, lo tegang banget. Apaan sih emangnya?” dia menerima undangan itu. Dia terdiam. “Lo mau merit??”

Aku mencoba menjawabnya dengan senyum.

But I can't spell it out for you,No it's never gonna be that simpleNo I cant spell it out for you
Colbie Caillat - Realize


“Parah loooo! Setaonan kagak nongol, tau-tau udah mau merit aja. Mana ague kagak pernah dikenalin, lagi. Paraaaaah!”

“Hehe. Iya, maap. Hmm.. gue buru-buru, Ar. Gue cabut ya.. Salam buat Tabitha”, aku bersiap memutar kenop pintu.

“Gue ga akan datang.” Tiba-tiba dia berkata setengah berteriak.

“Ha?” Aku tidak benar-benar bertanya. Aku mendengarnya, jelas sekali.

“Gue gak akan datang” dia mengulangi. “Maksud gue, kayanya gue gak bisa datang.”

“Oh, Gak apa-apa. Ga usah dipaksain kalo gak bisa. Gue ngerti.” Aku membuka pintu dan keluar. Menghilang. Yang kuinginkan saat itu adalah menghilang sejauh mungkin dari tatapannya. Tempat itu dan tatapan itu terlalu menyakitkan buatku. Aku bahkan tak dapat bernapas dan berkata-kata secara normal disana. Ada sihir yang menahan lidahku.

Dia tidak akan datang. Memang lebih baik seperti itu. Dia pikir mudah untukku melihatnya di pernikahanku dengan orang lain? Itu bisa membunuhku, andai dia tau.



I thought that you'd be here by now 
Theres nothing but the rain 
No footsteps on the ground 
I'm listening but theres no sound
I’m With You – Avril Lavigne



Monday, July 18, 2011

the man who can't be moved (part 1)

Dia… alasan pertama atas setiap detak jantungku
yang berdetak diatas detak normalnya.
Dia… Bahagia pertamaku.

someday,
someone's gonna love me
The way, i want you to need me

Someday,
someone's gonna take your place
One day i'll forget about you
You'll see, i won't even miss you
Someday, someday
                                                Nina - Someday

Sudah setengah jam lebih aku duduk disini. Satu tangan diatas kemudi mobil, menahan kepalaku yang tertunduk menatap tangan satunya lagi yang sedang menggenggam sebuah surat undangan pernikahan. Disitu, namaku terukir indah dengan tinta emas dan font Mistral –sesuai permintaanku-, bersanding dengan satu nama, Satria Kusumaatmadja. Nama yang selalu membangkitkan rasa bersalahku yang paling dalam. Pria itu yang akan menambahkan nama belakangnya pada namaku dalam waktu kurang dari 30hari lagi. Satu helaan napas panjang.

Semestinya sudah sejak 30 menit lalu aku pergi dari sini, mengantarkan undangan itu kepada nama yang tertulis di kotak tujuannya, dan menyusul Satria ke tempat janjian kami. Tapi nyatanya,  aku masih terlalu ciut untuk mengantarkan sendiri undangan itu. Sekarang aku berpindah menatap gang itu. Tidak, aku tidak bisa disini terus. Aku hanya tinggal membuka mobil, keluar dan berjalan ke gang itu, menemukan rumahnya, berikan undangannya, dan pulang. Mudah. Seharusnya mudah.

Akhirnya tanganku menyentuh pintu mobil dan membukanya. Entah kenapa semuanya terasa berat. Beep. Klik. Aku melangkah dengan berat ke gang itu. Belum pernah sebelumnya melangkah demikian berat melalui jalan ini. Jalan yang sudah tidak asing lagi buatku. Sudah setahun lebih aku tidak kesini. Tidak banyak perubahan disini. Semua hampir sama seperti terakhir kali aku kesini, kecuali suasana hatiku.

Itu dia. Rumahnya. aku mendorong pagarnya dan mengetuk pintu.

“Permisi..”

Entah kenapa tiba-tiba jantungku berdegup cepat. Tenaang.. Lakukan ini dengan cepat dan semuanya akan selesai. Aku menenangkan diriku sendiri.
Aku sudah mengetuk berkali-kali tapi tidak ada tanda-tanda ada orang di rumah. Aku menunggu selama beberapa menit, nihil.
Apa aku pulang dan mengirimkan lewat pos saja? Itu akan lebih mudah sepertinya. Tapi tiba-tiba bunyi suara kunci  diputar. Jantungku berdetak lebih kencang hingga aku rasa jantungku bisa melompat sewaktu-waktu. Pintu terbuka. Sesosok anak berumur 8tahun berdiri di hadapanku.

“Eh, Aunty Ginaaa!!”
“Eh, Tabithaa! Halooo..” aku memeluk anak itu. “Apa kabar Ginaaa? Aunty kangeennn..” aku mencubit pipinya.
“Aunty kok gak pernah main kesini lagi? Kemaren aku ulang tahun loh, aunty ga dateng..” dia bicara sambil memeluk tanganku.
“Iya, maaf. Aunty sekarang di Jakarta, jadi ga bisa dateng. Selamat ulang tahun ya Tabita cantiiiik.. Sini aunty cium dulu! Muah.”

Aku teringat lagi tujuan utamaku kesana.

“Tabita, Uncle Ardinya ada?” tanyaku kemudian.

“Unclenya pergi, aunty. Perginya tadi pagi, tapi ga tau kemana,” jawabnya manja.

“Oh, trus ada siapa lagi di rumah?”

“Aku sendiri.  Oma baru pergi ke rumah Tante Dara, mau kasih titipan katanya. Oma bilang sih uncle  sebentar lagi pulang. Tunggu aja, geura,” ujarnya dengan logat sunda khas.

“Oh gitu. Ngga usah deh. Aunty lagi buru-buru soalnya, sayang. Aunty titip aja ya ini buat uncle sama Oma. Bilangin aja aunty tadi kesini, okeh? Maaf yaaa..” aku berkata sambil membelai rambutnya.

“Ah aunty ga asik. Masa langsung pergi sih? Aku punya NDS baru, aunty! Main yuk!” dia protes manja.

“Iya. Buru-buru amat sih. Sombong yee sekarang.” 
Ada yang berkata dari belakangku. Suara yang sangat kukenal. Jantungku kembali berdetak kencang.


So won't you kill me, so I die happy
My heart is yours to fill or burst
                        Dashboard Confessional – Hands Down




Sunday, June 19, 2011

Friday, June 17, 2011

tanya sahabat

“Janji yah, kalo ada apa-apa yang nggak sreg di antara kita, langsung ngomong ke orangnya, biar gak salah paham.”
Sedih rasanya kita gak melakukan itu. Kamu lupa? Atau aku yang lupa? Entahlah, yang pasti ada diantara kita yang lupa dan jadilah apa yang kita takutkan waktu itu. Kamu sudah jadi orang asing buatku. Mungkin begitu juga aku buatmu. Tidak ada lagi aku jadi orang tempatmu bercerita tentang harimu, menumpahkan kebahagiaanmu bahkan kekesalanmu. Tidak ada juga kamu tempat aku bercerita tentang pria yang kusuka, tentang dosenku yang menyebalkan, tentang kuliahku, tentang hal-hal yang memenuhi otakku. Malah sekarang tentang kita yang juga ikut andil memenuhi otakku.

Aku tau aku punya salah sama kamu. Tapi sekarang aku bahkan hampir tidak mengenalmu. Aku butuh buku panduan bagaimana sekarang aku harus berhadapan denganmu. Dan sekarang aku harus menjadi pengecut menghindari pertemuan denganmu.

Bukan aku mau menghindar. Tapi situasi dimana ada kamu dan aku sekarang membuatku tidak nyaman. Ada yang salah dengan kita. Aku yakin kaupun sadari itu. Tapi sekali lagi, aku tak tau cara menghadapimu. Akupun tak tau bagaimana sekarang tempatku dalam otak dan hatimu dan bagaimana selayaknya aku ahrus bersiap.

Sungguh aku bingung. Dan sedih. Bagaimana dengan kamu?



DIA




Kamu tampan sekali hari ini. Kemeja itu, dasi itu. Ah tidak, tidak.. kamu memang selalu tampan. Kemarin juga kamu tampan dengan kaos hijau dan celana basketmu. Kamu memang selalu tampan. Pakai apapun. 

Parfummu tercium olehku. Hmm.. Wangi yang sangat kuhapal lebih dari apapun. Wangi yang sepertinya aku dapat menciumnya meskipun itu tidak nyata tercium oleh hidungku. Ingatanku tentangmu bahkan dapat membuat semuanya terasa nyata.

“Gimana penampilan gue?” kamu akhirnya meminta pendapatku.

“Keren. Ganteng.” Banget, malah! Lanjutku dalam hati.

“Doh, jadi malu gw,” katamu dengan gaya sok cool yang kau buat-buat. Dan kitapun tertawa bersama-sama.

“Gimana, bunganya bagus ga? Pilihan gw tuuh.. hehe”

“Bagus. Cantik,” entah kenapa hari ini aku sangat irit dalam berbicara. Aku lebih banyak tersenyum.

“Bagus deh. Semoga dia juga suka. Doain gw ya, Nat. Thanks banget udah mau jadi penasehat gw. Kalo gw diterima, lo orang pertama yang bakal gw kasih tau. Dan gw pasti traktir lo makan dimana aja lo mau. Thank you soooo much!” kamu tiba-tiba memelukku. Tanpa siap aku sudah dalam dekapanmu. Wangimu semakin tercium. Tidak. Jantungku berdetak semakin kencang. Jangan sampai kau menyadarinya. Buru-buru aku melepas pelukanmu.

“Heh. Tuh baju lo kusut ntar. Gimana siiih.. Enak aja peluk-peluk orang sembarangan. Bayar!” aku mepraktekkan gaya jutekku.

“Haha. Dasar lo tuh yee. Wanita bayaran!” kau berkata sambil mengacak rambutku. “Udah jam 7 nih, gue pergi dulu ya. DOAIN GUE! Daah Nataa!”

Aku melambai, memperhatikanmu menyalakan motor merah kesayanganmu itu sampai sosokmu mulai hilang dari pandanganku. Aku pasti mendoakanmu. Aku merasa terlalu bodoh untuk tidak menginginkanmu bahagia. Walaupun itu membuatku sakit.

Home - Michael Buble


Arrrgghh entah kenapa waktu sangat lambat rasanya. Apa waktu memang berjalan lebih lambat disini? Aku menatap jam di dinding dan aku merasakan jarum detik memang seperti bermalas-malasan bergerak. Ada yang salah dengan batrenya. Ganti! Aku berteriak dalam hati.

Aku masih belum merasa tenang. Aku berganti mendekati jendela, menatap pemandangan di luar. Jam segini, kamu disana pasti sedang tidur dengan lelapnya. Aku benci harus gelisah seperti ini. Sungguh ironis membayangkan aku dan kamu digambarkan dalam layar TV, setengahnya aku tidak berhenti menatap telepon genggam-jam dinding bergantian sedangkan setengahnya lagi kamu sedang terlelap yang entah sedang bermimpi apa. Dan aku benci harus jadi wanita yang terlalu perasa, tidak sepertimu yang santai-santai saja.

Nittt. Bunyi tanda masuknya pesan di telepon genggamku hampir membuatku jantungan. Nomermu! Cepat-cepat kubaca.

“Daritadi aku SMS kamu failed terus. Semoga yang ini sampe. Enduuut! Cepat pulang dooong.. Gak enak ga ada yang bisa dijitakin. Tanganku udah gateeel! I MISS YOU ALREADY! *peluk*”

Aku baca SMS kamu berkali-kali seperti anak kecil yang baru belajar membaca. Aku tau sekarang rasanya orang di padang gurun yang baru ketemu oasis. Pasti seperti aku sekarang.

“AKU JUGAK KANGEN, BUNCIIIIIIIIIT! Take me home nooooooooow! *pelukkenceng*”

Send, failed. Send, failed. Ah, tidak bersahabat sekali! Aku mengambil playerku dan memasang earphone. “Let me go hoooome..” Lagu Michael Buble mengalun melanjutkan lagu yang tadinya belum selesai. Wait for me, baby. I’m comin back home.

Wednesday, June 15, 2011

30 DAYS SONG CHALLENGE

Asik.. ada kerjaan iseng nih, namanya, yah seperti yang ditulis di atas lah ya. Pada bisa baca lah ya.. *mulai rese* *males nulis* :))

Yak, jadinya kita disuruh per-harinya posting tentang lagu dengan kategori yang udah disediakan. KATEEEGORINYA ADAALAAAH *ala fitrop*:

day 01 - your favorite song
day 02 - your least favorite song
day 03 - a song that makes you happy
day 04 - a song that makes you sad
day 05 - a song that reminds you of someone
day 06 - a song that reminds you of somewhere
day 07 - a song that reminds you of a certain event
day 08 - a song that you know all the words to
day 09 - a song that you can dance to
day 10 - a song that makes you fall asleep
day 11 - a song from your favorite band
day 12 - a song from a band you hate
day 13 - a song that is a guilty pleasure
day 14 - a song that no one would expect you to love
day 15 - a song that describes you
day 16 - a song that you used to love but now hate
day 17 - a song that you hear often on the radio
day 18 - a song that you wish you heard on the radio
day 19 - a song from your favorite album
day 20 - a song that you listen to when you’re angry
day 21 - a song that you listen to when you’re happy
day 22 - a song that you listen to when you’re sad
day 23 - a song that you want to play at your wedding
day 24 - a song that you want to play at your funeral
day 25 - a song that makes you laugh
day 26 - a song that you can play on an instrument
day 27 - a song that you wish you could play
day 28 - a song that makes you feel guilty
day 29 - a song from your childhood
day 30 - your favorite song at this time last year


bersediaaa, siaaaaaap, yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak!

Favorite Song Quotes

1.     She Will Be Loved – Maroon 5
“It’s not always rainbows and butterflies, it’s compromise that moves us 
along”

2.    The Riddle - Five for Fighting
“Here’s the riddle for ya, You and I”

3.    Big Yellow Taxi Counting Crows
Cause you dont know what youve got till its gone

4.    Where is the Love Black Eyed Peas
“Can you practice what you preach, would you turn the other cheek?”

5.    That’s the Way It Is – Celine Dion
“Love comes to those who believe it. That’s the way it is”

Thursday, June 9, 2011

Most Played This Week


  1. Fireworks - Katy Perry
  2. the Script - the Man Who Can't Be Moved
  3. Damaged - TLC
  4. the Riddle (you and I) - Five for Fighting
  5. Lazy Song - Bruno Mars

Monday, June 6, 2011

a simple 'happy birthday'




how a simple 'happy birthday' and a small cake can mean something for them.
this is how simple happiness is. ;)

percakapan siang itu

siang itu, jam istirahat.
Seperti biasanya aku akan keluar kelas dan duduk di bangku panjang di balkon lantai dua, kelas kita.
Kita berbeda kelas, tidak seperti 3 tahun sebelumnya.
Sekarang dengan putih abu-abu membalut tubuh kita masing-masing.

Siang itu kamu tiba-tiba duduk di sebelahku yang sedang menikmati angin lantai dua sambil memperhatikan sepasang adik kelas yang malu-malu, juga duduk berdampingan di lantai satu.

"Aku bingung, kok bisa sih orang betah pacaran ampe bertahun-tahun, padahal kerjaannya cuman duduk sebelahan dan ngga ngobrol apa-apa," aku memulai percakapan siang itu. Pertanyaan itu keluar begitu saja dan kamu langsung menangkap objek pertanyaanku dan ikut memperhatikan mereka.

"Ya kalo udah pacaran, ngobrolnya ga pake bahasa manusia lagi lah, dek. Dari hati ke hati. Hehehe," kamu menimpali setengah bercanda.

"Beneran deh. Apa aja sih yang mereka omongin kalopun ngobrol? Selera musik beda, sifatnya sama-sama pendiem, kalo jam istirahat cuman duduk-duduk sebelahan dan aku peratiin mereka cuma gitu doang ampe bel masuk," aku ngotot minta jawaban.

"Kalo udah pacaran, apa aja bisa jadi obrolan, dek. Liat semut, semut bisa jadi topik. Liat gentong, gentong juga bisa jadi topik. Bahkan ga ngomongin apa-apapun, cuma duduk sebelahan, rasanya beda lah. Deg degan gimana gitu.. hahaha," masih khas kamu, nimpalin semuanya dengan becanda.

"Ah, ga menjawab. Masih aneh. Masa pacaran cuman diem-dieman? Obrolannyapun ga penting. Gak meaning ah!" aku masih gak mau kalah.

"Yey, makanya cobain dulu dek baru ngerti.. Hahaha.." kamu berkata sambil menarik sejumput rambut panjangku.

"Ah males!" jawabku sambil balas menarik lengan kemejamu. "Pacaran masih belum terlihat penting buat aku. Bedanya apa sama jomblo? Pacaran palingan cuman pulang bareng, nonton, smsan, berantem, nangis. Gitu aja terus. Hih!"

"Makanya, coba dulu, baru ngomong, dudul!" sekarang kamu yang gemas dengan pertanyaan-pertanyaanku meletakkan telapak tanganmu menutupi seluruh wajahku. Kau selalu melakukannya kalau sedang ingin menggangguku. Kemudian aku membalas memukul lenganmu dan kita tertawa bersama.

"Gimana jadinya ya dek kalo kita pacaran? Hahaha" DEG! Kata-katamu sepersekian detik menghentikan detak jantungku. Tidak berlebihan, sepertinya terasa begitu saat itu. Untunglah otakku cepat bereaksi dan yang keluar dari mulutku tawa yang sama, sedikit dipaksakan, tapi aku harap kamu tidak sadar.

"Hahaha. Males banget! Bisa gonjang-ganjing dunia persilatan, nanti!" aku masih tertawa seolah-olah itu memang hal terlucu yang pernah kudengar.

"Iya. Masa cowok pacaran sama cowok ya? Hahaha," kamu membalas.

"Eh, sial. Saya wanita sejati, tauk!"
"Mana buktinya. Liatin buktinya dong dek!"
Jadilah kita berbalas ejekan siang itu sampai bel masuk berbunyi dan kau masuk kelas.

Aku masih belum beranjak. Menerawang, pertanyaan kamu seperti di replay berulang-ulang di kepalaku. "Gimana jadinya?"...

Thursday, June 2, 2011

22

uyeaah.. happy 2nd of June! Aku harus menerima dengan lapang dada (bukan lapang-an sepakbola) kalau sekarang aku.. aku.. sudah 22 tahun! Hiks. But it's ok, I'm still young forever with Adek as my name, aite? ;)

Hal yang aku suka dalam hal ulang tahun adalah dimana orang-orang mengucapkan dan mendoakan hal-hal yang baik untukku, menyempatkan setidaknya beberapa menit untuk menulis di wall, kirim SMS atau sekedar mention di Twitter. Menyenangkan, bukan?

Di samping itu, ulang tahun juga punya sisi menyedihkan. Makin tua, tuntutan akan kedewasaanpun ga bisa ditawar. Tanggungjawab semakin besar dan deadline buat punya pacar semakin mendekat. OH TIDAK! Aku gak akan bahas soal ini kok, walaupun tentu saja kebanyakan punya doa yang sama, aku punya pacar. Well, aku masih belum merasa membutuhkannya, teman. Jangan ajak aku berdebat ya. case closed. :)

Malam ini, udah banyak yang ngasih ucapan di wall facebookku, mention di twitter dan juga SMS. Emang dasar jaman benar-benar berubah, social media memang lebih diminati buat ngirim-ngirim ucapan gitu. Cepat, mudah dan murah. Tapi tentu tidak jadi murahan.

Dasar sentimentilnya keluar, aku cukup terharu dengan greetingsnya. Dan malam ini, kebetulan aku nginep di rumahnya @jneezholiczz dan malam ini dia menemaniku merayakan bertambahnya umur ini ditengah hatinya yang sebenarnya sedang gundah gulana (aku menghindari penggunaan kata 'galau' yang sudah terlalu pasaran).

Jam 12 lewat beberapa menit tadi, dia datang dengan donat J.conya dan lilin yang lebih besar dari donatnya sendiri itu dan bernyanyi dengan sumbang merdunya 'happy birthday to youu'.. Aww.. sweet.



Gak cuma itu, dia juga ternyata sudah mengumpulkan sumbangan untuk membeli sepeda fixie voice notes dari teman-teman yang dianugerahkan mempunyai gadget seperti Blackberry yang sungguh diidam-idamkan oleh semua kalangan, baik yang membutuhkan maupun tidak. Yah, penjelasan blekberinya tidak akan diperpanjang, saudara-saudara.
Kembali ke topik, nona janice ini mengumpulkan pesan dari beberapa teman dalam bentuk suara yang entah kenapa suaranya sedikit berbeda dengan suara mereka yang selama ini aku dengar di dunia nyata. Ya sudahlah, palingan juga suaranya baru puber yak, bisa dimaklumi. Ini aku ngomong apa yah, kok ndak nyambung seperti Jaka Sembung yang selalu membawa golok.

Cuss..

oke, selanjutnya kita akan diminta untuk sedikit serius. What does 22 mean for me? Angka kembar, dari tanggal lahirku, tapi cukup menyesakkan buat dijadikan umur. Selama ini aku masih bisa berbangga hati dengan menjawab pertanyaan "Umur kamu berapa, dek?" "21 doooong." Entah kenapa 21 dan 22 itu rasanya berbedaa lebih dai setahun. Gak usah didebat, kan sudah kubilang tadi, entah kenapa. Ga ada teori yang mendasari.

Hah. Maap, aku nyolot lagi.

Di umur 22 ini, aku merasa belum bisa bikin apa-apa. Kuliah gak beres, nyari duit sendiri belum bisa, pacar belum (mau) punya. *teteppp*. Makanya, kalau bisa memilih, aku memilih untuk gak perlu berulangtahun dan gak perlu dituntut lebih tinggi lagi. Tapi aku sadar, inilah hidup. Berlanjut terus dan berubah. Naik level. Ga statis, disitu-situ aja sedangkan dunia terus berubah. Aku gak bisa tetap menghipnotis diri sendiri bahwa aku masih sama kayak yang dulu, sementara dunia di sekitarku bertumbuh. Time cannot wait. World cannot wait. Hanya Sum41 yang Still Waiting. (apa sih ini?)

Well,di balik semua kegagalanku, kegalauanku dan keputusasaanku, aku asih menyimpan harapan semoga saat ini dan ke depannya akan lebih baik dari masa sebelumnya. Tuhan sudah memimpinku 22 tahun kemarin. Kenapa aku harus ragu untuk tahun-tahun ke depan? Tuhan, mohon toyorannya kalau aku mulai bandel ya. Tapi jangan keras-keras juga ya.. I love you, Lord.

Hi, 22!!

Monday, May 30, 2011

kenapa ya? kenapa sih? kenapa?

"dek, mana pacarnya kok tadi ga diajak?"
"oh, dia tadi lagi sibuk"

"nanti ada yang marah lagi, dek."
"gak papa kok, asal gak ketauan."

"dek, itu in a relationship beneran?"
"iya. hehe."
"siapa?"
"kamu gak kenal."

haha. who the hell is he who I called as my boyfriend? Entah kenapa setiap ada orang yang nanya tentang hal satu ini aku selalu menjawab seolah-olah aku memang punya. Bukan karena aku ada kelainan hidup dalam khayalan, bukan. Terus kenapa? I don't want to give anyone any chances. Ge eR banget lo dek! Mungkin kalian berpikir seperti itu. Yaa Whatever. Beneran gak beneran, aku gak mau itu beneran.

Sunday, May 29, 2011

Jogja - Kota Orang Tua

Julukan buat kota Yogyakarta apa sih? Kota Gudeg kah? Kota Pelajar kah?

Kalo aku disuruh kasih julukan buat Jogja, aku mau kasih nama julukan: Jogja kota orang tua. Orang tua disini bukan maksudnya 'parents', tapi 'old people'. Kenapa aku kasih julukan ini?

Waktu ke Jogja kemaren, ada satu keunikan kota ini, aku melihat kebanyakan penjual souvenir, gudeg, nasi kucing, penjaga museum, penjaga toko (mirota batik), tukang becak, semuanya adalah orang-orang yang sudah tua. Mbah-mbah yang kurus, bongkok, kerutan dimana-mana, mereka menghiasi setiap sudut koya Yogyakarta.




Kalo kamu ke Bandung, kamu gak akan menemukan hal kayak begini. Di Bandung, yang masih usia produktif aja (20-40) banyak jadi peminta-minta di jalanan. Sedangkan yang sudah tua, entahlah dimana mereka.

Aku jadi penasaran, apakah ini ada hubungannya sama makanan? Maksudnya, apakah di Jogja, orang-orang tuanya masih pada bugar gara-gara kebiasaan makan mereka yang berbeda sama di Bandung? Tapi gak juga sih harusnya, di Bandung malah terkenal dengan lalapannya (sayuran mentah) yang sebenarnya lebih menyehatkan dari makanan Jogja yang banyak digoreng-goreng, kan? Ada yang tau jawaban misteri ini?

Friday, May 20, 2011

Forgive and Forget



"forgive sih bisa aja, tapi kalo forget mana mungkin? Emang kita bisa amnesia dengan sengaja? Atau, kasih mantra Obliviate ke diri sendiri. Gak bisa kan?"

"Yang dimaksud dengan memaafkan dengan sepenuh hati itu kayak gimana sih? Kalo ada seseorang yang meminjam gitar kesayanganku dan suatu saat dia mengembalikan dengan cela, mungkin aku bisa memaafkan dia. Tapi, kalo lain kali dia pinjam, aku tidak mungkin lupa kesalahannya di masa lalu dan efeknya aku pinjamkan dengan berat hati, ragu-ragu, penuh amaran atau bahkan tidak dipinjamkan sama sekali. Apakah itu artinya aku belum memaafkan sepenuh hati?"

Pertanyaan-pertanyaan itu keluar dari mulutku begitu saja waktu diskusi Bible Study kemarin, yang dibawakan oleh Kak Vecky, judulnya Mengampuni.

...

*to be continued*

Wednesday, May 18, 2011

bahagia itu...


Ada yang lebih membahagiakan dari ketemu dia yang selama berminggu-minggu ini ngetem di otak? Mungkin ada yang lebih membahagiakan, tapi saat ini tidak. :)

Talking to the Moon

sebenernya aku gak terlalu suka sama lagunya, tapi video animasi ini bikin lagu ini jadi unyu. Layak diliat. Selamat menikmati..




kiyut kaan? :D

Monday, May 16, 2011

Penakluk

"Penakluk wanita adalah KELEMBUTAN. Penakluk pria adalahKEKAGUMAN"
- Mario Teguh

Wednesday, May 11, 2011

most played songs this week

1. Sheila on 7 - Mudah saja
2. Celine Dion - That's the way it is
3. Bryan McKnight - Marry Your Daughter
4. Carrie Underwood - Whenever You Remember
5. Paramore - Ignorance
6. All American Rejects - Straitjacket Feeling
7. Andien - Pulang

Jogja selalu di hati

Senangnyaa.. akhirnya jadi juga mejeng di Jogja. Super dadakan (baru mutusin buat pergi jam 5, sedangkan kereta jam 9 dan kudu ke Tuesday Meeting dulu jam6), but finally we did it! 
pagi-pagi, belom mandi, dalam pencarian sesuap nasi

pamer Prambanan Entrance Card

apa kamu cengar-cengir?

lihat candi lebih dekat

jualan, mbak?

pusing mau pose apa

nungguin nasi kucing. Udah mirip kucing belom?

ceritanya mau belanja, padahal kagak beli apa-apa.

"becaknya, mbak, 5000 ae.." "bentar mas, poto dulu!"

how I love this batik wall!
Sayangnya, 2harian di Jogja, aku belum sempet makan gudeg. >.< Dan yang menjadi pertanyaan besar kami selama di Jogja adalah, kok bisa sih ongkos muter-muter Jogja pake becak cuma seharga Rp.5.000? Ada yang bisa menjelaskan keajaiban dunia ini? Thanks before.

Anyway, aku suka nih sama kota ini. Kalo Bandung udah gak bersahabat, ini kota pertama yang ingin aku tuju. Say Jogjaaaaaaaah..

Monday, May 9, 2011

Adventurer Basic Staff Training Course 2011

Tahun ini, aku dapat kehormatan buat melayani jadi Staff Konferens Jawa Barat sekaligus jadi panitia Adventurer Basic Staff Training Course 2011! Tema yang kami angkat tahun ini adalah "Biarkan Mereka Datang Pada-Ku". Maksud dari tema ini adalah supaya kakak-kakak pembina yang mengikuti acara ini bisa menjadi pembi
na yang baik buat adik-adik Adventurer dan memepersiapkan mereka buat jadi anak-anak Tuhan yang selalu ingin datang kepada Tuhan. Mulia sekali bukan, tugas pembina itu? :D

Rasanya 'kerja' bareng staf konferens? It's great to work with all of them. Rada aneh sih pertamanya, soalnya biasanya kerja bareng anak-anak IMAB dengan cara dan atmosfir yang berbeda. Tapi puji Tuhan semuanya lancar dan aku mau pamerin desain buat buku acara, pin dan sertifikat yang dengan ciamiknya dibuat oleh seorang gadis bertalenta, Queentania Sabatini Salawaney. *semoga gak salah ketik. ;p*
buku acara

pin

spanduk
They're cute, heh? Ueen.. I heart you so much with that friendly-Jesus illustration. Bukankah sosok Yesus yang seperti itu yang seharusnya adik-adik kita dapatkan, bukan? Jesus loved the little children! Unyuu..

...

Friday, May 6, 2011

opung siahaan

Malam minggu, 20 April 2011
22.10
kamar tercinta

Hari ini aku dan anak-anak PA baru jenguk opung Siahaan yang lagi dirawat di rumah sakit. Opung Siahaan ini adalah salah seorang pianis senior di gerejaku, Naripan. Dia selalu sampe gereja tepat waktu bahkan seringnya setengah 9 udah mejeng aja di gereja. Dan setiap kali pianis yang sudah ditunjuk sabat itu belum datang (dan ini sering terjadi), dia selalu inisiatif buat ngegantiin jadi pianis. Lepas dari main pianonya yang lambat banget (sangat dimaklumi karena umurnya yang udah lanjut), opung ini semangat banget pelayanan di gereja. Entah itu jadi pianis, ikutan choir bahkan melatih choir gereja. Dan hari ini kami jenguk beliau di rumah sakit, beliau seneng banget pas kami datang.

"Entah apa sakit saya. Dokternya bilang cuma batuk, tapi masa pake diinfus ya? Tapi saya merasa sehat sekali loh. Lihat muka saya, gak kayak orang sakit kan?" itu berkali-kali dia bilang.

Well dari mukanya, emang dia terlihat sangat sehat dan aku rasa itu gara-gara dia memang selalu berpikir bahwa dia sehat. Dia berpiir bahwa dia masih bisa melakukan semuanya. Dan dia cerita bahwa barusan infusan yang di tangannya ngeluarin darah gara-gara beliau semangat banget menggerakkan tangannya ala conductor pas yang ngejenguk sebelumnya nyanyi. Opung ini cinta banget sama musik dan semua yang ngejenguk dirikues buat nyanyiin lagu buat beliau.

Kamipun begitu, pas kami jenguk, kami diminta buat nyanyi beberapa lagu sambil beliau makan.

"Bagus sekali loh, baguuuus sekali. Terima kasih ya lagunya. Enaaaaak sekali didengar" beliau ga berhenti memuji. Jadi terharu, pung. Hiik..
Dan beliau nerusin makan sampai.. habis!

"Lihat, makanan saya selalu habiskan loh. Enak sekali makanan disini. Tiap perawat datang, saya selalu bilang, makanannya enak sekali! Memang enak", beliau masih semangat cerita. Luar biasa.

Kami yang jenguk malah jadi cuman cengar-cengir karena beliau malah seperti menyemangati kami. Beliau gak perlu disemangatin lagi karena semangatnya emang udah ada di diri beliau.

Pas waktunya berdoa, beliau minta oma-oma yang di ranjang sebelahnya juga didoakan. Beliau juga sempat cerita nama oma yang di sebelah beserta sakit yang dideritanya, dan orang-orang yang jagain si oma dan kebetulan beragama Islam (sepertinya, diliat dari kerudungnya). Yap, beginilah seharusnya orang Kristen, kan? Peduli tanpa memandang bulu. Ok, it's not bulu actually.

Akhirnya kami pulang dan opung bilang dia seneng banget kita bisa sempet jenguk dan nyanyiin lagu buat beliau.

Sejujurnya tadi aku berpikir bahwa kedatangan kami gak akan begitu penting buat beliau. Toh kami cuma anak muda gereja yang pasti beliaupun lupa nama kami dan ini cuma bakalan jadi jengukan formalitas. Tapi dari jenguk hari ini, I learn many things. Semangat tidak mengenal usia, keadaan dan itu yang bisa ngontrol ya diri kita sendiri. Dengan keadaan kita, kita bisa memilih buat menganggapnya penderitaan atau melihat sisi positifnya dan tetap melakukan apa yang bisa, bukannya apa yang gak bisa.

Thank you, opung.
Semoga cepat sembuh.

Send you Xs and Os.

Tuesday, May 3, 2011

Vanilla Twilight


The stars lean down to kiss you

And I lie awake and miss you
Pour me a heavy dose of atmosphere

'Cause I'll doze off safe and soundly
But I'll miss your arms around me
I'd send a postcard to you, dear
'Cause I wish you were here

I'll watch the night turn light-blue
But it's not the same without you
Because it takes two to whisper quietly

The silence isn't so bad
'Til I look at my hands and feel sad
'Cause the spaces between my fingers
Are right where yours fit perfectly

I'll find repose in new ways
Though I haven't slept in two days
'Cause cold nostalgia
Chills me to the bone

But drenched in vanilla twilight
I'll sit on the front porch all night
Waist-deep in thought because
When I think of you I don't feel so alone

I don't feel so alone, I don't feel so alone

As many times as I blink
I'll think of you tonight
I'll think of you tonight

When violet eyes get brighter
And heavy wings grow lighter
I'll taste the sky and feel alive again

And I'll forget the world that I knew
But I swear I won't forget you
Oh, if my voice could reach
Back through the past
I'd whisper in your ear
Oh darling, I wish you were here


yang bikin lagu ini, pastilah sedang dalam keadaan jatuh cinta.
<3

Sunday, May 1, 2011

dia tidak sadar ada cinta di depannya

"Ninot!!" aah.. kau memanggilku. Sebenarnya aku sudah menduganya. Aku tau. Tapi, aku tidak tau harus bereaksi seperti apa dan disinilah aku sekarang, dengan respon linglung, tanda salah tingkah.

Ninot, itu panggilanmu untukku. Namaku, Anindya Serenity Soetami, katamu terlalu feminist untukku yang casing doang cewek.

Kita sudah kenal lama. Lamaa sekali. Cukup lama untuk tau kau benci dan bahkan takut dengan bunyi petir. Dan aku tau kau takut petir bukan karena punya pengalaman tidak mengenakkan tentang petir. Setidaknya begitu seingatmu. "Ga tau kenapa, gw takut aja", katamu waktu itu.

Aku masih disini untuk beberapa detik yang aneh hingga akhirnya memutuskan untuk berbalik ke arah suaramu memanggilku tadi dan berpura-pura kaget. Dan aku yakin kau pasti sadar aku berpura-pura. Aku memang tidak pandai berpura-pura kalau berhadapan denganmu.

"Ah sombong banget cuk gak nyapa-nyapa!", protesmu setelah akhirnya aku menghampiri tempatmu berdiri.

"Sori sori tadi gak denger. Lagian lagi riweuh ini ngurusin partisipan acara", ah aku menemukan alasan dan aku tau alasannya terlalu lemah.

"Gayaa yang seksi sibuk mah.."

"he he", entah kenapa tiba-tiba perbendaharaan kata-kata di kepalaku seolah-olah habis direset dan tak bersisa.

"Ntar gw duduk di depan ya. Kalo lo dah ga sibuk, biar kita bisa duduk bareng sambil ngobrol-ngobrol. Kan udah lama ga ketemu, cuy.." katamu sambil meninju lenganku pelan.

"Sipp.. kesana dulu ya, nyari orang dulu", tanpa menunggu responmu aku berbalik dan melesat menghilang ke bumi. Oh tidak, itu hanya khayalanku saat itu, melesat menghilang dari hadapanmu. Bukan karena aku tak mau bertemu denganmu, bukan. Malah saking besarnya kangenku padamu saat itu dan saat bertemu aku tidak tau harus bagaimana dan mungkin menghilang dari bumi bisa jadi ide terbaik saat itu. Tapi setelah dipikir-pikir lagi, sepertinya itu bukan ide yang bagus.

Aku benci jadi seperti ini. Aku benci menjadi orang yang tak siap dengan kehadiranmu yang semestapun tau itu yang paling kuingini beberapa bulan sejak kita bertemu terakhir kali. Aku benci menjadi orang yang merasa asing denganmu padahal seperti yang kubilang tadi, aku sudah mengenalmu dalam waktu yang cukup lama.

Aku sudah tidak punya alasan menghindar lagi. Semua tugasku sudah selesai dan seharusnya aku sudah bisa duduk dan menikmati acara.
 Memandang ke ratusan tempat duduk yang berbaris, aku tidak memerlukan banyak waktu untuk dapat menangkap sosokmu yang duduk di bangku kedua, asik menikmati apa yang ditampilkan di latar. Musik memang selalu menarik perhatianmu.

"Heh not! Udah ga sibuk lagi, miss.superbusy?" godamu begitu menyadari sosokku yang tiba-tiba ada di sebelahmu.

"Udah. Tadi udah ada yang handle. Fiuh.. akhirnya bisa napas juga", jawabku tanpa menoleh padamu.


"Gaya laah yang sibuk. Heh apa kabar lo? Udah lama ya gak ketemu? Makin cewek aja lo sekarang? Udah tobat? Haha", sindirmu.

"Sial. Saya anggap itu pujian ya", balasku, pura-pura protes.

"Iya lah pujian. Negatif mulu nih pikirannya!", kau menunjuk pelipisku gemas.

"Asiik. Iya lah berubah biar jodoh gak lari. Haha." aku menyenggolmu.

Berlanjut dengan pertanyaan basa-basimu tentang kuliahku, kesibukanku dan sampai ke.. pacar.

"Sama siapa sekarang?", tanyamu.

"Sama kamu lah. Dan sama ratusan orang yang lagi dengerin angklung ensamble", jawabku cuek. Oke, pura-pura cuek. "Kau tuh sama siapa sekarang? Denger-denger udah deket sama yang lain lagi nih. Ckckck.. Laku bet daaah.." aku balas bertanya. Aku senang perhatianmu mulai beralih dari performance di latar. Aku menang darimu, musik! Haha. Aku tertawa puas dalam hati.

"Hehe. Iya nih not. Gw lagi bingung. ..." dan kau mulai menceritakan beberapa wanita yang kau rasa sedang mendekatimu, beberapa wanita lagi yang menarik perhatianmu, juga tentang mantan-mantanmu yang masih 'meneror'mu.

Aku mengenalmu, seorang Ariant Pramana yang ganteng, jago main gitar, ramah dan punya segudang trik pencair suasana yang membuat orang-orang di dekatmu betah. Tentu termasuk aku. Arya yang pertama kukenal cupu, sering diremehkan karena prestasi akademikmu yang tidak secemerlang teman-teman priamu yang lain, yang tergila-gila dengan basket tapi sering dijadikan bahan ledekan teman sekelas gara-gara badanmu yang pendek dan akhirnya dipanggil Abon, Arya Boncel.

Kamu yang sekarang, berubah drastis. Tapi masih dengan sikapmu yang sama terhadapku. Itu mungkin yang membuatku akhirnya ... menyukaimu bukan sebagai seorang sahabat.

Kau masih asik menceritakan tentang wanita-wanita tadi, dan sekarang kau sedang menceritakan teman seangkatanmu yang sepertinya punya perasaan padamu. Kau memaparkan dengan detail apa saja sms-sms dari wanita itu, apa saja sikap-sikap 'aneh' yang ditunjukkannya, telingaku mendengarkan dengan dengan sangat baik, kecuali mimik mukaku. Mimik seperti apa yang kau pikir akan ditunjukkan seseorang yang jatuh cinta dengan lawan bicaranya sementara dia sedang membicarakan wanita (-wanita) lain? Mendengarkan dengan seksama sementara otak dan hatimu, cemburu.

Aku ingin menghilang saat itu juga andai aku bisa. Dan aku pikir ini memang ide terbaik, setidaknya sampai saat ini. Kau bertanya bagaimana pendapatku. Kalau saja kau punya kelebihan membaca suara hatiku waktu itu, aku sedang berteriak "GAK. DARI MEREKA SEMUA GA ADA YANG COCOK SAMA KAMU. CEWEK YANG ITU, AH GA NYAMBUNG SAMA KAMU. YANG SATU LAGI, IH AMIT-AMIT DEH KAMU SAMA DIA. YANG SATU LAGI, PLIS DEH TUA BANGETTT!". Untungnya kau tidak mendengarnya.

Acara selesai. Ah aku puas bisa menarik perhatianmu dari musik bahkan sampai tanpa kita berdua sadari acaranya selesai. Dan aku senang acaranya selesai sehingga aku bisa menyudahi tampang bodohku efek dari berpura-pura antusias  mendengar ceritamu dan cemburu sekaligus.

Orang-orang sudah mulai bubar, keluar dari ruangan itu dan kita ... kau masih melanjutkan ceritamu. Sekarang kita jadi duduk berhadap-hadapan. Aku bisa melihat wajahmu dengan jelas. Betapa sulitnya mengendalikan ekspresi wajahku untuk berpura-pura dengan wajahmu yang hanya 25cm di depan mukaku?? Ujian Algoritma mungkin lebih mudah dibanding situasi seperti ini! Dan kau membuat Algoritma jauuuh lebih mudah dengan bertanya pendapatku tentang ceritamu.

Aah.. entah seperti apa mukaku sekarang. Dari antusiasmu terus bercerita, sepertinya kau tidak menyadari keanehan ini. Benarkah kau tidak menyadarinya? Atau kau sedang pura-pura tidak menyadarinya? Aku takut pada jawaban yang kedua, tapi jawaban pertama juga menyedihkan.

Kau masih saja terus asik bercerita tentang cintamu, tanpa menyadari ada cinta di depamnu.


"Adakalanya seseorang tidak sadar ada cinta di depannya"

Friday, April 22, 2011

tenggang rasa hanya di buku pkn?

Senin, 18 Juli 2011
22.25 di kamar

Aku baru pulang dari nonton '?'. Komentarku? KEREN! Aku suka banget sama filmnya. Bukan cuma karena ada Aa Rio, bukan. Buanyaak banget yang aku suka. Pemerannya punya akting yang menakjubkan. Mulai dari si Abi yang err~ banget sampe si Kong yang perlu diacungi 4stengah jempol kalo ada.

iseng, aku search apa yang orang omongin tentang film ini di twitter. So far komentarnya positif sih sampai aku baca tweet dari seseorang yang bilang Film ini sampah. Woe, kaget juga sih ada komentar ekstrim kayak gini. Penasaran sama alesannya, aku buka profil si orang ini.

Mungkin dia 'seseorang', at least di twitter. Soalnya followersnya 900an dan aku mencari-cari di timelinenya penjelasan tentang tweetnya yang tadi. Sepertinya ada yang nanya kenapa dia bilang film TandaTanya sampah dan dia bilang "Filmnya ga penting. Pelajaran Pkn yang didramatisir ala sinetron", katanya. Well, setiap orang berhak berpendapat dan aku juga pengen ngasih pendapat tentang statementnya tadi.

Pelajaran PPKN? Bukankah pelajaran PPKN (dan pelajaran lainnya) itu dipelajari buat dipraktekkan di kehidupan nyata? Dan kenapa kita malah merasa heran kalau seandainya ada berlaku seperti yang diajarkan di PPKN?

Dan film di '?' itu juga gambaran yang terjadi di dunia nyata yang aku lihat sehari-hari. Diskriminasi, Rasisme bahkan yang sampai ke tindak kriminalnya.

Waktu aku SD, which is SD Negeri yang isinya mayoritas agama Islam dan Suku Sunda, udah biasa banget nemuin yang namanya Rasisme. Aku yang satu-satunya Batak dan satu-satunya Kristen, jadi bahan ejekan anak-anak cowok gak penting itu. Manggil dengan sebuatan 'Batak!' bahkan diplesetin jadi 'batako' udah jadi makanan di hari-hari pertamaku masuk sekolah. Apalagi selama TK-SD aku pindah sekolah sampe 5 kali. Dan itu selalu terjadi di hari-hari pertama sekolahku. Untungnya, aku selalu masuk ke peringkat 5 besar di kelas dan bikin mereka mulai respect dan ga ngejek-ngejek secara rasis lagi. Alasan lainnya mungkin juga karena aku emang galak dan ga ada yang berani ngejek-ngejek lagi. Hehe.

Beda sama aku, beberapa temenku yang kebetulan kristen dan juga Batak yang baru pindah sekolah, selalu jadi bulan-bulanan anak-anak nakal lain. Dan yah, yang bisa dia bikin ya diam dan pasrah dikatain apa aja. Yah, namanya juga minoritas, dan yang namanya Tenggang Rasa cuma ada di buku PPKN.

Waktu SMP, akhirnya aku pindah ke sekolah swasta Kristen. Atmosfir yang berbeda, tapi masih menemukan perlakuan yang sama, walaupun korbannya sekarang bukan aku. SMPku ini yang mayoritas adalah Kristen (Advent) dan Suku Batak, gantian yang melakukan tindakan Rasis. Korbannya, temen-temen yang minoritas, entah itu Cina, Sunda, Ambon, dll. Masih aja tenggang rasa cuma ada di buku PPKN (waktu itu namanya jadi PKn).

Di masa kuliah sekarang, tindakan kayak gitu bukannya berkurang seiring umur mahasiswanya yang udah bukan anak-anak lagi. Walaupun ga secara blak-blakan ngejek kayak di SD atau SMA, tetep aja Rasis namanya, jadiin logat daerah tertentu jadi bahan buat joke, mlesetin marga sesorang dan lagi-lagi dijadiin bahan lawakan. Walopun berusaha biasa, tetep aja, dalem.

Dan sekarang melihat sebuah film mengangkat gambaran kehidupan nyata dan berusaha memberikan solusi untuk diteladani, kok malah dibilang Pelajaran PKN yang didramatisir? Trus maunya diajarin dengan cara apa lagi? Apa ras tenggang rasa antar-umatberagama itu terlalu tinggi buat direalisasikan? Trus yang masih dianggap masuk akal itu yang seperti apa?

Well, once again, itu cuma pendapat, boleh diterima boleh ngga. At least yang baca ini bisa tau lah posisi salah satu orang di muka bumi ini yang masih haus akan tenggang rasa dan berharap tenggang rasa, toleransi, tanggungjawab, gotong-royong itu gak cuma jadi judul bab pelajaran PKn yang cuma dihapalin jawabannya buat ngisi ujian tok.

Belajarlah dari anak-anak, kalo mereka diajarin sesuatu, itulah yang mereka inget. Kalo mereka diajarin jangan bohong tapi suatu saat dia menemukan prakteknya ga begitu, apa yang mau kita harapkan mereka pelajari dan praktekkan? (I wrote this for myself too.. :)*

Tuesday, April 19, 2011

dua kata

Bagaimana dua kata sederhana di pagi hari dapat mengubah mood sehari penuh.
Ah.. Selamat pagi, kamu!

Monday, April 18, 2011

Friend of Mine

Udah sering denger, tapi baru tadi malem perhatiin liriknya dan... Dang!

I've known you for so long
You are a friend of mine
But is this all we'd ever be?
I've loved you ever since
You are a friend of mine
But babe, is this all we ever could be?

You tell me things I've never known

I've shown you love you've never shown
But then again, when you cry
I'm always at your side
You tell me 'bout the love you've had
I listen very eagerly
But deep inside you'll never see
This feeling of emptiness
It makes me feel sad
But then again I'm glad
 
 
I've known you all my life
You are a friend of mine
I know this is how it's gonna be
I've loved you then and I love you still
You're a friend of mine
Now, I know friends are all we ever could be

You tell me things I've never known

I've shown you love you've never shown
But then again, when you cry
I'm always at your side
You tell me 'bout the love you've had
And I listen very eagerly
But deep inside you'll never see
This feeling of emptiness
It makes me feel sad

But then again

Then again
Then again I'm glad

MYMP - Friend of Mine


You tell me 'bout the love you've had
And I listen very eagerly
But deep inside you'll never see
This feeling of emptiness
It makes me feel sad 

words!

Sunday, April 17, 2011

Tuhan, aku penasaran!

Kyaaa.. kyaaa..
Filmnyaa.. Aaaaaaa..
*pingsan
*dibangunin pake ciuman pangeran

BYURRR.. bangun dek! Bangun!!

Oke, oke, saya bangun dan siap C.U.R.H.A.T tentang film yang baru aja bikin galau ngeksis lagi.
Ah.

"How could you love me? We don't know each other."
"You said it. I know I don't know you. But I remember know a girl who always drink a can a can of Pepsi and then everytime she sat on my motorcycle, she will fall asleep. When she was drunk also like lower lumbar. ... But I still want to see her everyday. That person ... is it you?"

Aaaaah.. beri saya napas bantuan!

Selain pemeran cowonya ganteng parah (tapi ada bagian dia terlihat so.. gayish? Ah bodo..), ceritanya yang ehm.. apa ya.. *mikir*
*ngemil*
Ah gitu deh.

Konfliknya nongol pas cewek yang ditaksir sama si cowok (bahkan udah dipropose atas saran si cewek stranger) datang. Padahal disitu posisinya si cowok udah merasa SUKA sama si cewek dan udah diungkapin. DAng banget gak sih.
Takdir memang kejaaaaaaaaaaaaam..
*duet bareng tante Desy


Aku ngebayangin posisi si pria stranger ini yang sepertinya serba salah dengan perasaan yang sebenarnya bukan maunya dia berubah-berubah gitu. Lagi galau banget sama satu cewek karena sebelumnya mereka putus gara-gara dia belum siap diajak married sama cewek ini, sampai akhirnya mantap memutuskan mau nikah sama si mantan pacar. Eh, tau-tau denger kabar si mantan pacar udah mau married sama orang lain. Dang!! Berusaha lupain si mantan pacar dan akhirnya jatuh cinta ama seorang wanita (si cewek stranger), eh si mantan pacar tiba-tiba nongol. Dang! Dang! Dang!

Cerita yang lebih tragis lagi digambarin sama film Wicker Park. Cinta segi.. *ngitung* empat yang belibet banget yang semuanya korban dari sebuah perasaan cinta yang mereka sendiri ga bisa tolak. Kenapa sih, kenapa kita harus terjebak sama yang namanya perasaan ini? Yes, kita. Aku yakin kita semua mengalami hal yang sama.

Seperti temanku berinisial B. Dia dalam sebuah hubungan sama seorang cowok yang katanya baik banget dan mendekati sempurna. (biasa lah, kalo lagi jatuh cinta mah semuanya keliatan bagus. *iri*). Mereka lagi bahagia-bahagianya (baru seminggu gituuu,,), sampai suatu saat si pria MENGAKU suka sama cewek lain.
Jegerrrrr..
 Mungkin terlalu jujur ya kalo dipikir-pikir, tapi pasti lah maksud si pria ini baik, gak mau boong sama pacarnya ini. Denger pengakuan itu si B pun mempersilakan si pria untuk mengejar cintanya (halah!). Dan taraaaaa.. hubungan yang baru 2 minggu inipun putus begitu saja. Sebenarnya si priapun mungkin gak pengen endingnya putus gini, tapi kalo gak gini ya nantinya dia akan dalam posisi cheating dong. Sedangkan teman saya si B ini ga mungkin juga bilang "Oke, kalo kamu emang sayang sama dia, aku rela. Dan kalau kamu berubah pikiran, aku rela balikan lagi". Sound stupid kan?

Terus, mungkin bisa aja si B bilang "Sekarang kamu pilih, aku atau dia". Itu artinya si cewek mau-mau aja gitu dijadiin option buat si cowok? Males ga sih? Jadi aku mendukung keputusan si B ini. Dan tau gak, gak lama setelah mereka putus (dan si cowok sama si wanita lain tadi), ternyata si cowok ga ngerasa sreg sama si wanita itu. Nah looooh.. akhirnya dia kehilangan dua-duanya. Kalo udah gini, mau salahin siapa coba? Si cowok yang begitu mudahnya berpindah-pindah hati? Menurutku sih, soal hati ga ada yang tau. PErasaan itu datang begitu saja tanpa kita punya kuasa buat nolak.

*tante Desy nongol lagi
Takdir memang kejaaaaaaaaaamm..

Gimana gak kejam, tapi Tuhan, sungguh aku ingin bertanya, kenapa kami ciptaanMu ini tidak diberi hak untuk memilih akan jatuh cinta pada siapa? Kalo berdasarkan perasaan-perasaan doang, kok sepertinya berubah-berubah terus ya Tuhan?


Tuhan, kalo jawabannya bisa dikasih sekarang, sekarang aja ya Tuhan ya? Aku penasaran.. >.<