Tuesday, December 28, 2010

dunia orang gila


Sebuah kerajaan dipimpin oleh seorang raja yang bijaksana. Rakyatnya hidup tentram dan damai. Suatu hari ada seorang penyihir jahat yang memasukkan cairan yang  bisa bikin gila ke dalam sebuah sumur dimana rakyat negeri itu biasa minum. Seketika, gilalah seluruh rakyat negeri itu kecuali sang raja dan keluarganya yang minum dari sumur yang berbeda.

Rakyat bertindak gak waras dan negeri itupun kacau. Melihat itu, sang Raja bikin kebijakan-kebijakan untuk mengatasi situasi ini. Tapi ternyata rakyat gak mau menerima kebijakan-kebijakan sang Raja. Menurut mereka, kebijakan Raja itu aneh dan mereka mulai demo supaya sang Raja diganti.
Melihat keadaan yang semakin kacau, Raja semakin khawatir dan akhirnya minta pendapat ke istrinya. Akhirnya mereka tau sumber ketidakwarasan rakya negeri itu. Kemudian sang Istri mengusulkan supaya mereka sekeluarga juga harus ikut minum air dari sumur yang kena racun itu.
“Semua rakyat sudah meminum air dari sana dan mereka mempunyai pikiran yang sama dan berbalik menganggap kita yang tidak waras. Kita harus ikut minum air itu, supaya kita sama seperti mereka”, sang Ratu membujuk suaminya.
Akhirnya Raja setuju dan mereka semua minum dari sumur itu. Raja kemudian membuat kebijakan-kebijakan dengan ‘ketidakarasannya’ dan ternyata seluruh rakyat tidak jadi meminta raja turun. Sejak itu, kehidupan negeri itu kembali damai dan Raja tetap memerintah.

                                                                Diceritakan ulang dari ‘Veronika Decides to Die’ – Paulo Coelho



Setelah baca cerita itu aku jadi berpikir, bener gak sih orang-orang yang kita anggap ‘gak waras’ ata ‘gila’ itu sebenarnya mempunyai dunia mereka sendiri? Aku pernah bertanya-tanya, “Kenapa Tuhan membiarkan ada orang gila, toh hidup mereka gak berguna juga. Mereka gak bisa bersyukur, mereka gak bisa membedakan mana yang baik dan buruk, mereka gak bisa beribadah”.

Setelah baca ilustrasi ini, aku sedikit mendapat pencerahan atas pertanyaanku tadi. Sebenernya ‘orang gila’ itu punya dunia yangmereka mengerti sendiri. Di dunia kita, kita menganggap mereka gak waras, karena cara berpikir dan bertingkahlaku mereka kita anggap ‘berbeda’ dari yang seharusnya, mungkin di dunia mereka itu juga mereka menganggap kita yang ‘gak waras’.
Bisa saja mereka menyembah Tuhan dengan cara mereka sendiri yang tidak bisa dimengerti sama orang ‘waras’ (setidaknya menurut kita waras). Entahlah, teoriku emang belum ada landasannya. Aku cari di alkitab, sejauh ini belum dapat jawaban. Tapi satu yang pasti, tidak ada ciptaan Tuhan yang sia-sia.

Mungkin juga teori diatas salah banget dan mungkin orang-orang itu diciptakan untuk menjadi ‘saluran’ buat orang lain belajar sesuat. (Jadi ada pertanyaan lagi, sedih banget hidup mereka cuman jadi ‘media’ doang?). Yah, kalo didiskusikan bisa panjang nih.
 
Ini menurut pemikiranku, bagaimana menurutmu?

Wednesday, December 1, 2010

kebutuhan terbesar manusia adalah PERHATIAN

Setelah ngajar Pasukan Cilik (Anak-anak Jalanan Dago) hari minggu kemarin, pulangnya aku ngobrol-ngobrol sama Nanie. Pas lagi di angkot, dia nunjukkin sebuah Diary.

- Jadi, sebelumnya kami bikin 'diary' buat mereka dari kertas-kertas bekas yang masih ada bagian kosong yang bisa ditulisi. Kami satuin dan jadilah diary kecil-kecilan dimana kami minta anak-anak itu buat nulis apa saja yang mereka alami dan rasakan. -

Nah, diary yang ditunjukkin Nanie itu punya salah seorang Pasukan Cilik yang sekarang entah dimana. Dia seorang cewek umur 16 tahun, namanya Novietha. Aku belum pernah ketemu sama anak yang satu ini karena tiap aku ngajar, dia selalu lagi ga ada. Setelah aku baca, isi diary itu semuanya tentang seorang cowok bernama Dery. Kangennya dia sama Dery, keselnya dia sama Dery, puisinya buat Dery, semuanya Dery.

Trus Nanie cerita kalo dia pernah ngobrol-ngobrol sama Novietha ini. Disitu Novietha curhatin semuanya, termasuk kalau dia pernah hamil dan menggugurkan kandungannya. Nanie juga ceritain keadaan Novietha yang udah 'kacau balau', badannya yang udah 'ga jelas', keluarganya yang udah ga peduli lagi sama dia dan betapa CINTAnya si Novietha ini sama cowoknya dan tentu cowoknya itu sama ga jelasnya.
"Kebutuhan terbesar manusia adalah kebutuhan akan PERHATIAN"

Aku banyak menemukan kasus yang sejenis seperti ini dan aku menemukan benang merah dari semuanya adalah kurangnya perhatian yang seharusnya mereka terima dari sekitarnya.

Waktu SD, SMP, SMA, kuliah, kita pasti pernah punya teman yang 'invisible'. Kata 'teman' saja mungkin kurang cocok dikasih ke orang ini karena bahkan kita gak tau apa-apa tentang dia, hanya KEBETULAN ditakdirkan sekelas. Dia yang mungkin kita sebut 'ansos' kerjanya cuma mojok sendiri di kelas, kemana-mana sendiri, ga termasuk 'geng' manapun di kelas. Ada gak ada dia gak ada bedanya buat teman-temannya yang lain.

Aku pernah punya adek kelas semacam itu. Dia pendiam, gak populer di kalangan teman-temannya, hanya ada. Itu saja. Begitu dia kuliah, yang aku dengar satu semester kemudian adalah, dia kabur sama cowoknya. WHAT THE ... ! Semuanya kaget, termasuk aku. Anak pendiem gitu KABUR SAMA COWOK?

Sebenarnya kita gak usah kaget dengan hal seperti itu. Seharusnya malah kita bisa menebak kalo kemungkinan untuk 'orang-orang-kurang-perhatian' seperti ini memang ke arah sana. Saat dimana dia rasa gak ada yang mau dengar dia, dia gak punya teman yang bisa dicurhatin, dia dapati dirinya cuma jadi lelucon buat orang lain, begitu dia ketemu sama orang yang baik sama dia, dia akan dengarkan orang itu SEPENUHNYA. Ya, sepenuhnya.

Bersyukurlah dia kalau orang yang dia rasa baik sama dia itu beneran baik. Kalo ngga, kejadian seperti di ataslah yang terjadi. Dia dipermainkan, dimanfaatkan dan akhirnya rusak oleh orang yang salah disaat yang tepat.
 Kalo udah kayak gini, siapa yang mau disalahkan? Pacarnya yang BRENGSEK gak baik itu? Orangtuanya? Tuhan? Atau kita yang melihat itu tapi diam saja? Aku rasa sih jawabannya yang terakhir. Mempersalahkan hanya akan buang-buang energi tanpa solusi.

Menurutku, yang bisa kita lakukan sekarang sebagai makhluk yang gak ANSOS, punya kemampuan untuk bergaul dengan orang lain, kalau kita menemukan orang kurang-perhatian kayak gini, jangan ikut-ikutan MENGUCILKAN dia. Bersyukurlah kita tau cara berteman dengan orang lain. Kalau ketemu orang kayak gini, berikan perhatian yang bisa kamu beri. Gak dituntut harus akrab kok (karena mungkin banyak dari mereka suka gak nyambung diajak ngomong bahkan mungkin terkesan gak asik). Cukup buat dia merasa kalau dia gak sendiri. Dia bagian dari komunitas. Sekali-sekali dengarkan ceritanya dia (walau mungkin membosankan). Setidaknya itu memperkecil kemungkinan dia mengenal 'perhatian-yang-salah'. Jadilah orang yang tepat disaat yang tepat.

Aku yakin tu bagian dari rencana Tuhan kita bisa kenal sama dia. Membuka mata kita bahwa perhatian itu penting. Dimulai dari diri sendiri. Beri perhatian kita kepada orang lain 'secukupnya'. Jangan berlebihan, bisa berabe nanti. Hehehe.

Kalau kita merasa gak dapat perhatian yang cukup dari orangtua, kelak kita jadi orangtua, kita tau kan harus bagaimana? Itulah yang namanya belajar diri pengalaman. (SOK BIJAK BANGET YAK GUE?? Gpp lah mumpung lagi waras. hehehe)