Tuesday, November 2, 2010

K'Meilina's Wed

Berangkat dari Bandung jam8 setelah berebutan tempat duduk, sampailah di Pondok Gede jam 11an. Sepanjang perjalanan diiringi hebohnya ibu-ibu yang sepertinya hasrat ingin eksisnya tidak tersalurkan selagi muda. Alhasil, telat deh pubernya. Heboh teriak-teriakan di bis dan ketawa yang benar-benar berlebihan untuk lelucon yang sepertinya gak luce deh. Hah.. gak apa-apa lah, mungkin baru kali ini mereka merasa mengekspresikan diri. Enjoy your day, ma'am(s)!

Wanita sepertinya emang lebih ekspresif dibanding pria. Setidaknya ini berlaku selama di bis perjalanan ke jakarta kemaren. Bapak-bapak yang eksis cuman satu. Tapi cukup bikin ibu-ibu yang tadi histeris gara-gara karokean lagu batak dengan pedenya. Ckckck..

Rombongan dari Bandung (2 bis) ini ternyata ga sempet buat ikutan kebaktian di gereja. Yaiyalah.. berangkatnya jam8 gitu! Siapa sih EOnya? Udah jauh-jauh dari Bandung kok cuman ikut makannya doang? Heuh. ESMOSI.

Hasilnya, kamipun gak sempet fotoan sama penganten. Jaahh.. Sarua jeung bohong atuh. JAdi kita cuma bisa bernarsis-narsisria di luar gedung. And as I expected, kawinan Batak ini ehem cukup membuat saya malu sebagai orang Batak. Honestly, I felt it. Bayangin aja, stand makanan udah dikerubutin padahal belum waktunya. Dan TANPA ANTRIAN! Udah kayak pembagian sembako gratis. Kalopun ada yang pake antrian, main serubut aja seenak dengkul. Ini sih PARAH menurutku. Bukannya rasis atau tidak bangga atas suku sendiri, tapi memang inilah yang sering aku temukan di acara-acara orang Batak. Pelis lahhh..

Hah.. cukup lah daripada yang baca makin elfeel aja sama Batak. Tapi, tentunya ini gak bisa digeneralisasikan ke semua orang Batak. Aku percaya masih ada banyak orang Batak di luar sana yang masih bermanner *oops sorry if this is rude*.

Ini oleh-oleh dari acara kemarin.
:)


 Apaa? fotonya muka saya dan Lian semuaa? Masa sih? Hahaha. nih masih ada 3 lagi dan kali ini berhubungan sama yang punya hajat lah. Adek-adeknya manten. :)



tampang labil yang aku pasang cukup kiyut kan, k'Ocha? HAHAHA

udah lama banget gak ketemu sama anak ini. kanjen euy..

kami lagi, kami lagi. Apa daya. Ga berhasil menemukan pemilik tulang rusuk. :))
Sekian laporan saya mengenai pernikahan kemarin. Buat kak Lina, I'm happy for you.. Suaminya Simbolon euy! Sodara berarti kitah sekarang ka. :)
Last words, Selamat menempuh bahtera rumah tangga.. Semoga bila air bah datang, kalian tetap bertahan. AMIN! AMIN! Pertanyaan klise, YANG LAIN, KAPAN NYUSUL? :)

*ditimpukLIMOSIN*

No comments: