Friday, September 24, 2010

MAHASISWA LABIL

Masalah terbesar seorang mahasiswa bukanlah bagaimana mengerti materi perkuliahan, tetapi bagaimana mengerti karakter dosen-dosen yang beganti seiring pergantian semester. UTS, jadi momen percobaan buat mahasiswa tau bentuk jawaban macam apa yang diinginkan dosen. Pas UAS, syukur-syukur udah tau pola yang dimau oleh dosen. Nah, baru aja kita tau maunya si dosen, kita harus menghadapi kenyataan semester yang baru telah tiba. It means anotyher new characters to be learned. Dan habislah masa perkuliahan ini mempelajari karakter dosen yang terhormat. T.T

Tukang Becanda

Ga enaknya jadi orang yang kebanyakan becanda adalah akan terus dianggap becanda sekalipun disaat kita benar-benar ingin serius. Terkadang aku harus benar-benarmarah untuk menunjukkan pada orang lain kalau aku SEDANG NGGAK BECANDA!

The Sweetest Thing Glenda Ever Said To Me

Glenda once said: "Dek, kalo aku udah kerja nanti dan akupunyak uang yang banyak, aku pengen deh bayarin kamu kuliah. Soalnya kamu pinterrr.. Aku pengen banget bayarin kamu sekolah yang tinggi dek. Beneran!". Ouh, Gek.. That's the sweetest thing that you ever said to me! Tapi jangan dong, kalo kamu udah kerja, aku harusnya udah lulus kuliah juga. Kita harus sama-sama lulus. :) AMIN!

Thursday, September 16, 2010

TeMA 2010 - Yogyakarta, 5-8 Agustus 2010

Seperti kesepakatan di TeMA 2008 lalu di Cicalengka, terpilihlah Yogyakarta sebagai tuan rumah TeMA 2010. And here we are, TeMA 2010 dengan tema "Loving God Loving Each Other"! IMAB bersemangat banget loh buat ikutan event ini, terlihat dari jumlah utusan yang ikut, yaitu 18 orang! Dengan kereta ekonomi, kloter 1 yang berjumlah 11 (laki-lakinya cuma Albert (!) + Billy kontingen Menado yg ikut berangkat bareng dari Bandung) pun berangkat pukul 21.00 dari Stasiun Kiara Condong. Walaupun duduk lumayan menyebar dan pengalaman yang cukup bikin deg-degan dorong-dorongan dan dipelototin preman, kamipun sampai di Jogja sekitar pukul 06.15 dan dijemput 45 menit kemudian. Sampai di lokasi acara, cukup amaze dengan panitia yang sudah siap menyambut kami di pintu masuk lengkap dengan scarf dan batiknya. "Hmm.. jadi penasaran bagaimana acaranya nanti.." pikirku.



Day 1
5 Agustus 2010

acara pembukaan…


Walaupun belum semua kontingen sampai di lokasi (perkiraan jumlah peserta dan panitia adlah 165 orang!), acarapun dibuka dengan tari-tarian dari KMAY, kata sambutan dari ... Selesai acara pembukaan, emang dasarnya narsis, tiap kontingen sibuk berfoto-fotoria, gak hanya dengan teman-teman se-kontingen, tapi juga beda kontingen. Padahal, kenalan aja belum. Ckckck.. soal narsis-narsisan, ternyata di semua kontingen sama. Banci foto! :D

Sesudah acara pembukaan, inilah saat yang mendebarkan, Kongres IMAI. Acara yang dijadwalkan dimulai pukul 14.00 ini akhirnya diundur sampai jam 15.00. IMAB yang ternyata sudah stand by di Aula, akhirnya menggunakan waktu kosong ini buat tidur. Maklum, sepanjang perjalanan 9 jam banyak yang gak bisa tidur entah karena posisi gak memungkinkan, ataupun memang merasa berkewajiban jaga malam *lirik Albert*. Hehehe..

Setengah jam sebelum kongres dimulai, IMAB sudah sibuk dengan kertas-kertasnya masing masing. Ada yang sibuk baca-baca ulang dan menggarisbawahi AD-RT IMAB, AD-RT IMAI, tata tertib kongres, ngasih catatan-catatan kecil dipinggirnya, sibuk membaca sejarah IMAB dari buku OPP IMAB, ada juga yang sibuk baca print’an milist yang udah dibagikan sebelumnya oleh ibu ketua. Senangnya melihat semua antusias untuk persiapan kongres ini! :)

Beberapa menit sebelumnya, kami juga sempat ngobrol-ngobrol sedikit dengan Bang Polaris Siregar yang waktu itu menghampiri dan heran ngeliat kami sibuk dengan kertas masing-masing.


And here we go, kongres IMAI..

Kongres dibuka oleh Bang Polaris dan kesaksian teman-teman tentang pergumulan mereka di kampus masing-masing. Yah, memang untuk itulah kita dikumpulkan. Berbagi dan saling menguatkan karena kita punya pergumulan yang hampir sama, seperti Daniel yang hidup di negeri Babel dan dikelilingi oleh orang-orang yang tidak percaya kepada Allah.

Dimulai dengan pemilihan ketua kongres, terpilihlah saudara Deo Valentino dari IMAS (Semarang) dan wakilnya Fendy Kaunang (Manado). Pembacaan tata tertib dibacakan dan pada pembacaan pasal ke-2 salah satu wakil dari IMAB berdiri dan menyampaikan kesepakatan yang sudah kami bawa dari Bandung dan sebelumnya sudah disampaikan kepada panitia, yaitu IMAB memutuskan untuk tidak turut bergabung di dalam IMAI ini bila nantinya terbentuk. Dan dengan keputusan tersebut, IMAB siap dengan konsekuensinya, yaitu keluar dan tidak mengikuti kongres. Namun ternyata masih banyak perbincangan yang timbul. Menyinggung soal sosialisasi yang dilakukan oleh KMAY ke beberapa kota, terjadilah beberapa perbincangan dari kontingen lain yang merasa tidak pernah dikunjungi dan diberi sosialisasi mengenai pembentukan IMAI ini. Perbincanganpun dipotong oleh break acara games yang cukup menyenangkan dan mengurangi ketegangan yang terjadi pada kongres tadi. Kongres dilanjtkan lagi, perbincangan demi perbincangan bergulir hingga saatnya makan malam belum juga ditemukan kesepakatan.


Day 2
Jumat, 6 Agustus 2010 ...

IMAB kloter 2 akhirnya sampai di lokasi pukul 09.00. Dengan ketegangan kemarin, kami senang dengan kedatangan mereka yang membuat kami lebih siap lagi mengikuti kongres lanjutan. Seperti dugaan, kongres hari ini lebih ‘panas’ dari kemarin. Masih banyak perbincangan baik di dalam maupun di luar kongres sampai akhirnya sampai pada kesepakatan IMAB tidak akan turut andil dalam kongres IMAI. Di luar kongres, IMAB sempat berbincang dengan Pdt. Situmorang mengenai badan hukum dan organisasi GMAHK. Selain itu kami juga sempat berbincang dengan Pdt. S Nappoe (Direktur Pemuda KJB) dan Pdt. K R Sagala (Direktur Pemuda UIKB) namun kembali tidak mencapai titik temu.


Day 3
Sabat, 7 Agustus 2010

Kebaktian…

Diskusi Sekolah Sabat dilakukan perkelompok yang sudah ditentukan oleh panitia. Kemudian dilanjutkan dengan kebaktian khotbah yang dibawakan oleh Pdt. Jobie Yabut (AMiCUS SSDA). Dilanjutkan dengan pelatihan kepemimpinan yang dibawakan oleh Pdt. J. S. Parangin-angin.

Acara malam minggu…

Saat yang paling ditunggu-tunggu setelah kongres yang menguras tenaga dan pikiran! Talent show sekaligus malam budaya yang mempertunjukkan penampilan dari berbagai kontingen. Ternyata acara-acaranya ‘cukup niat’! Ada yang kabaret (Solo), Jazz performance (Salatiga), glenn-dewi persik ala Jakarta, dll. IMAB sendiri bawain tari daerah campur modern dance. Urat malu dilepas semua, gak ada lagi yang namanya jaim-jaiman. Kalebpun jadi superstar dari Bandung malam itu. Satu doa kami setelah kegilaan yang kami lakukan malam itu adalah, semoga masih bisa dapat jodoh. Amin. Semuanya menikmati acara malam itu, kecuali teman-teman yang termasuk ke dalam komisi B yang masih harus merampungkan AD-RT IMAI hingga selesai. Dengar-dengar, mereka baru selesai rapat jam 3 pagi. Semangat ya, teman! Selamat menikmati acara malam minggu tadi melalui rekaman. :)

Day 4
Minggu, 8 Agustus 2010

Menurut jadwal sebenarnya, hari ini sudah tidak ada kongres. Namun keadaan memaksa kongres harus diadakan yang isinya adalah pemilihan Official Staff IMAI dan deklarasi IMAI. Terpilihlah nama-nama berikut ini:

Ketua Umum : Stiven Orvill Sumual
Wakil Ketua Umum : Olivia Margaretha Rumahpasal
Wakil Ketua Umum : Chrysta Bonnie Allma Nahuwaiy
Sekertaris Jenderal : Jessica Leonita
Wakil Sekertaris Jenderal : Reynold
Bendahara : Riaw Ellen Agrace
Wakil Bendahara : Abraham Oijaitou

1. Departemen Kerohanian
• Leonardo Bagus Suwarso
• Achmad Yani
2. Departemen Kesehatan
• Indra Riyadi Sianturi
• Ciho Olfriani Matanari
3. Departemen Kaderisasi – Organisasi
• Drivo Andri Jansen
• Christar Rumbay
4. Departemen Advokasi
• Dwight Steven Nayoan
• Vallery Michael Pola
5. Departemen Usaha dan Dana
• Sarah Nainggolan
• Pangihutan Siahaan
6. Departemen Humas dan Publikasi
• Ivonne Julietta Siagian
• Eben Haezer Silaen


Legaa.. semoga semuanya dapat bekerja dengan baik.

Saatnya jalan-jalan!!

Dua unit bis membawa kami ke Malioboro, pusat belanja Jogjah yang terkenal itu.

Tuesday, September 7, 2010

GOD IS NOWHERE!

pagi ini dia belom ngetwit. Apakah itu artinya harinya menyenangkan dan sesuai ama apa yang dia harapkan? Mungkin. Ok, aku lagi ngomongin seseorang yang aku follow di twitter. APa yang istimewa dari orang ini? Twitnya selaluu berisi keluhan, umpatan atau bentuk lain hasil tumpahan kekesalannya dia. Waktu pertama mau ngfollow, alesannya biasa, karena kita saling kenal an barangkali ntar bisa reply2an twit buat sekedar ngobrol. Tapi ternyata aku jadi jengah ama twit2nya.

Yang aku liat, dia orang yang bahkan punya segalanya. Dia punya keluarga yang lengkap, bahagia (at least itu yang terlihat), keadaan perekonomian yang menurutku lebih dari cukup, ibu yang baim dan ga kuno, begitu juga ayahnya. PEnampilan fisiknya, ditunjang dengan perekonomian yang baik tadi, pastinya dia bukan tipe cewek yang diabaikan oleh mata pria (okeh, clue selanjutnya, dia perempuan). TApi kok twitnya menunjukkan seolah-olah hidupnya sangat tidak menyenangkan, orang-orang di sekitarnya menyebalkan dan semua terlihat seperti tdk sesuai ama harapannya?

Well, it makes me think.

Aku bukannya ga bersyukur, tapi aku emang dilahirkan dari keluarga yang tidak berlimpah secara perekonomian. Aku gak kayak temen-temen yang lain yang (hampir ) selalu bisa mendapatkan apa dia inginkan. Pengen baju yang kayak di majalah, besok atau minggu depannya go hunting then they have it. Ada handphone keluaran baru, trus bilang nyokap hapenya yang sekarang mulai ng'hang dan lemot (which is itu cuman terjadi kadang-kadang dan sebenernya masih bisa diperbaiki), beberapa hari kemudian dia udah nenteng-nenteng handphone barunya itu. *ngiler*

Abis beli baju, trus ternyata gak ada sepatu yang matching ama baju itu, agenda selanjutnya adalah beli sepatu 'yang sesuai'.

Iri? Sejujurnya iya.
Aku sering banget ngiri sama mereka. Betapa beruntungnya mereka dan betapa sialnya aku. Betapa enaknya jadi mereka dan betapa menyedihkannya aku. But then somebody txt me this:

GOD IS NOWHERE!
how did you read it?

God is no where?
or God is now here?

Everything's good or bad, it depends on how we see it.

Okay, IT DEPENDS ON HOW WE SEE IT.

BERSAHABAT DENGAN MISTERI

Dia tiba2 datang di kehidupanku Berwujud sahabat yang menyenangkan.
Tertawa bersama,membuat kekonyolan bersama, menderita bersama, tiada bosannya bersama.
Begitulah terjadi setiap hari.
Semua terjadi begitu cepat.

Sampai aku sadar, aku tidak tau apa-apa tentangnya.
Dia begitu menutup kehidupannya.
Hanya samar-samar yang dia tunjukkan padaku.
Siapa dia, bagaimana kehidupannya sebelum bersamaku.

Kehidupannya masih misteri.

Seolah tak ingin ada yang tau, bahkan aku yang kukira aku adalah sahabatnya.

Aku merasa gak adil.
Aku membuka kehidupanku lebar-lebar.
Tak ada yang kusembunyikan.
Dia bertanya, ku jawab.
Semuanya kubagikan..
Tentang keluarga, perkuliahan, cinta, semuanya.

Tapi kenapa dia tidak?

Aku menganggapnya sahabatku, lagu bagaimana dengannya?
Masih misteri.

Bersahabat dengan misteri.
Sepertinya begitu.

Ah tak apa,

I'll try to do the best thing that a friend could do, even they didn't.

SELFISH IS MY MIDDLE NAME

Aku mau yang sempurna..
Aku tau aku ga sempurna, tapi aku mau yang sempurna.
Ini egois, aku tau tanpa kamu kasih tau.
Tapi aku menikmati keegoisan ini..
Boleh ya? Harus boleh!
Selfish is my middle name.