Tuesday, December 28, 2010

dunia orang gila


Sebuah kerajaan dipimpin oleh seorang raja yang bijaksana. Rakyatnya hidup tentram dan damai. Suatu hari ada seorang penyihir jahat yang memasukkan cairan yang  bisa bikin gila ke dalam sebuah sumur dimana rakyat negeri itu biasa minum. Seketika, gilalah seluruh rakyat negeri itu kecuali sang raja dan keluarganya yang minum dari sumur yang berbeda.

Rakyat bertindak gak waras dan negeri itupun kacau. Melihat itu, sang Raja bikin kebijakan-kebijakan untuk mengatasi situasi ini. Tapi ternyata rakyat gak mau menerima kebijakan-kebijakan sang Raja. Menurut mereka, kebijakan Raja itu aneh dan mereka mulai demo supaya sang Raja diganti.
Melihat keadaan yang semakin kacau, Raja semakin khawatir dan akhirnya minta pendapat ke istrinya. Akhirnya mereka tau sumber ketidakwarasan rakya negeri itu. Kemudian sang Istri mengusulkan supaya mereka sekeluarga juga harus ikut minum air dari sumur yang kena racun itu.
“Semua rakyat sudah meminum air dari sana dan mereka mempunyai pikiran yang sama dan berbalik menganggap kita yang tidak waras. Kita harus ikut minum air itu, supaya kita sama seperti mereka”, sang Ratu membujuk suaminya.
Akhirnya Raja setuju dan mereka semua minum dari sumur itu. Raja kemudian membuat kebijakan-kebijakan dengan ‘ketidakarasannya’ dan ternyata seluruh rakyat tidak jadi meminta raja turun. Sejak itu, kehidupan negeri itu kembali damai dan Raja tetap memerintah.

                                                                Diceritakan ulang dari ‘Veronika Decides to Die’ – Paulo Coelho



Setelah baca cerita itu aku jadi berpikir, bener gak sih orang-orang yang kita anggap ‘gak waras’ ata ‘gila’ itu sebenarnya mempunyai dunia mereka sendiri? Aku pernah bertanya-tanya, “Kenapa Tuhan membiarkan ada orang gila, toh hidup mereka gak berguna juga. Mereka gak bisa bersyukur, mereka gak bisa membedakan mana yang baik dan buruk, mereka gak bisa beribadah”.

Setelah baca ilustrasi ini, aku sedikit mendapat pencerahan atas pertanyaanku tadi. Sebenernya ‘orang gila’ itu punya dunia yangmereka mengerti sendiri. Di dunia kita, kita menganggap mereka gak waras, karena cara berpikir dan bertingkahlaku mereka kita anggap ‘berbeda’ dari yang seharusnya, mungkin di dunia mereka itu juga mereka menganggap kita yang ‘gak waras’.
Bisa saja mereka menyembah Tuhan dengan cara mereka sendiri yang tidak bisa dimengerti sama orang ‘waras’ (setidaknya menurut kita waras). Entahlah, teoriku emang belum ada landasannya. Aku cari di alkitab, sejauh ini belum dapat jawaban. Tapi satu yang pasti, tidak ada ciptaan Tuhan yang sia-sia.

Mungkin juga teori diatas salah banget dan mungkin orang-orang itu diciptakan untuk menjadi ‘saluran’ buat orang lain belajar sesuat. (Jadi ada pertanyaan lagi, sedih banget hidup mereka cuman jadi ‘media’ doang?). Yah, kalo didiskusikan bisa panjang nih.
 
Ini menurut pemikiranku, bagaimana menurutmu?

Wednesday, December 1, 2010

kebutuhan terbesar manusia adalah PERHATIAN

Setelah ngajar Pasukan Cilik (Anak-anak Jalanan Dago) hari minggu kemarin, pulangnya aku ngobrol-ngobrol sama Nanie. Pas lagi di angkot, dia nunjukkin sebuah Diary.

- Jadi, sebelumnya kami bikin 'diary' buat mereka dari kertas-kertas bekas yang masih ada bagian kosong yang bisa ditulisi. Kami satuin dan jadilah diary kecil-kecilan dimana kami minta anak-anak itu buat nulis apa saja yang mereka alami dan rasakan. -

Nah, diary yang ditunjukkin Nanie itu punya salah seorang Pasukan Cilik yang sekarang entah dimana. Dia seorang cewek umur 16 tahun, namanya Novietha. Aku belum pernah ketemu sama anak yang satu ini karena tiap aku ngajar, dia selalu lagi ga ada. Setelah aku baca, isi diary itu semuanya tentang seorang cowok bernama Dery. Kangennya dia sama Dery, keselnya dia sama Dery, puisinya buat Dery, semuanya Dery.

Trus Nanie cerita kalo dia pernah ngobrol-ngobrol sama Novietha ini. Disitu Novietha curhatin semuanya, termasuk kalau dia pernah hamil dan menggugurkan kandungannya. Nanie juga ceritain keadaan Novietha yang udah 'kacau balau', badannya yang udah 'ga jelas', keluarganya yang udah ga peduli lagi sama dia dan betapa CINTAnya si Novietha ini sama cowoknya dan tentu cowoknya itu sama ga jelasnya.
"Kebutuhan terbesar manusia adalah kebutuhan akan PERHATIAN"

Aku banyak menemukan kasus yang sejenis seperti ini dan aku menemukan benang merah dari semuanya adalah kurangnya perhatian yang seharusnya mereka terima dari sekitarnya.

Waktu SD, SMP, SMA, kuliah, kita pasti pernah punya teman yang 'invisible'. Kata 'teman' saja mungkin kurang cocok dikasih ke orang ini karena bahkan kita gak tau apa-apa tentang dia, hanya KEBETULAN ditakdirkan sekelas. Dia yang mungkin kita sebut 'ansos' kerjanya cuma mojok sendiri di kelas, kemana-mana sendiri, ga termasuk 'geng' manapun di kelas. Ada gak ada dia gak ada bedanya buat teman-temannya yang lain.

Aku pernah punya adek kelas semacam itu. Dia pendiam, gak populer di kalangan teman-temannya, hanya ada. Itu saja. Begitu dia kuliah, yang aku dengar satu semester kemudian adalah, dia kabur sama cowoknya. WHAT THE ... ! Semuanya kaget, termasuk aku. Anak pendiem gitu KABUR SAMA COWOK?

Sebenarnya kita gak usah kaget dengan hal seperti itu. Seharusnya malah kita bisa menebak kalo kemungkinan untuk 'orang-orang-kurang-perhatian' seperti ini memang ke arah sana. Saat dimana dia rasa gak ada yang mau dengar dia, dia gak punya teman yang bisa dicurhatin, dia dapati dirinya cuma jadi lelucon buat orang lain, begitu dia ketemu sama orang yang baik sama dia, dia akan dengarkan orang itu SEPENUHNYA. Ya, sepenuhnya.

Bersyukurlah dia kalau orang yang dia rasa baik sama dia itu beneran baik. Kalo ngga, kejadian seperti di ataslah yang terjadi. Dia dipermainkan, dimanfaatkan dan akhirnya rusak oleh orang yang salah disaat yang tepat.
 Kalo udah kayak gini, siapa yang mau disalahkan? Pacarnya yang BRENGSEK gak baik itu? Orangtuanya? Tuhan? Atau kita yang melihat itu tapi diam saja? Aku rasa sih jawabannya yang terakhir. Mempersalahkan hanya akan buang-buang energi tanpa solusi.

Menurutku, yang bisa kita lakukan sekarang sebagai makhluk yang gak ANSOS, punya kemampuan untuk bergaul dengan orang lain, kalau kita menemukan orang kurang-perhatian kayak gini, jangan ikut-ikutan MENGUCILKAN dia. Bersyukurlah kita tau cara berteman dengan orang lain. Kalau ketemu orang kayak gini, berikan perhatian yang bisa kamu beri. Gak dituntut harus akrab kok (karena mungkin banyak dari mereka suka gak nyambung diajak ngomong bahkan mungkin terkesan gak asik). Cukup buat dia merasa kalau dia gak sendiri. Dia bagian dari komunitas. Sekali-sekali dengarkan ceritanya dia (walau mungkin membosankan). Setidaknya itu memperkecil kemungkinan dia mengenal 'perhatian-yang-salah'. Jadilah orang yang tepat disaat yang tepat.

Aku yakin tu bagian dari rencana Tuhan kita bisa kenal sama dia. Membuka mata kita bahwa perhatian itu penting. Dimulai dari diri sendiri. Beri perhatian kita kepada orang lain 'secukupnya'. Jangan berlebihan, bisa berabe nanti. Hehehe.

Kalau kita merasa gak dapat perhatian yang cukup dari orangtua, kelak kita jadi orangtua, kita tau kan harus bagaimana? Itulah yang namanya belajar diri pengalaman. (SOK BIJAK BANGET YAK GUE?? Gpp lah mumpung lagi waras. hehehe)

Thursday, November 25, 2010

Laila Majnun

"Only man can know the pain of having something he does not need, while needing something he does not have"

*to be continued*
:)

Va Dove Ti Porta Il Coure

Judul Asli : Va Dove Ti Porta Il Coure
Pengarang : Susanna Tamaro
Penerjemah : Antonius Sudiarja, SJ

Penerbit : Gramedia, Januari 2004


Dan kelak. di saat begitu banyak jalan terbentang di hadapanmu dan kau tak tahu jalan mana yang harus kau ambil, janganlah memilih dengan asal saja, tetapi duduklah dan tunggulah sesaat. Tariklah napas dalam-dalam, dengan penuh kepercayaan, seperti saat kau bernapas di hari pertamamu di dunia ini. Jangan biarkan apa pun mengalihkan perhatiamu, tunggulah dan tunggulah lebih lama lagi. Berdiam dirilah, tetap hening, dan dengarkan hatimu. Lalu, ketika hati itu bicara, beranjaklah, dan pergilah ke masa hati membawamu...

I'm done with this book 2days ago. These are my fave quotes from this book. 

"sebelum menghakimi orang, cobalah berjalan selama 3 bulan dengan sepatunya"
"Janganlah kita bersedih karena kematiannya, melainkan berterimakasih karena pernah memilikinya"
"Seringkali orang-orang yang ditakdirkan memainkan peranan penting dalam hidup kita pada awalnya sering terkesan menjengkelkan"
"Segala sesuatu yang terjadi pada diri kita tidak pernah sia-sia. Setiap perjumpaan, setiap kejadian sederhana, memiliki makna"
then, Berjalanlah kemana hatimu membawamu. :)

Wednesday, November 24, 2010

CRY

another Tuesday Night.

I tweeted:

Setiap kali pelupuk mata saya mau menumpahkan genangan airnya,
otak saya selalu memerintahkan 'tahan'! Sejauh ini, kerja sama mereka berhasil! :)

then somebody said this to me:

Sometimes you'll break down & sometimes you'll cry. But just remember that its not a sign of weakness, its a sign that you've been strong for long.

thanks, put.

Dulu aku salah satu orang yang sangat sangat cengeng. Ngeliat orang lain nangis aja bisa bikin aku nangis *SERIOUSLY!*. Sampe aku merasa sepertinya bodoh dan gak banget nangis di depan banyak orang, menunjukkan betapa lemahnya aku.

This year's been a hard year! Banyak sekali belajar, banyak kesabaran dituntut. banyak perjuangan. Akhirnya ada lagi yang bilang, "kamu udah banyak berubah,dek. Kamu udah ga secengeng dulu, kamu lebih bisa ngendaliin emosi kamu sekarang". Apakah aku seberubah itu? Senang mendengarnya.

Tapi tadi malam dimana aku merasa sangat ingin menangis, ada suara yang bilang "nanti aja nangisnya, waktu kamu lagi sendiri dan ga ada yang liat kamu. Kalo nangis disini, kamu hanya akan mempermalukan diri sendiri.". PElupuk mataku taat.

Di jalan, rasa pengen nangis itu datang lagi, aku memutuskan untuk membiarkannya. MAu keluar, silakan. Aku ga peduli. Dan gada yang keluar. Aku liatin bayangan aku di kaca, rahangku mengeras.

Sampe di rumah, aku sama sekali gak pengen meneangis. Bukan karena perasaan-perasaan tadi hilang, tapi kayanya ada sesuatu yang sudah secara otomatis disana menahan airmataku buat jatuh. Aku jadi angkuh, bahkan pada diriku sendiri

Thursday, November 18, 2010

5 things

The rules to fill this are:
1) You own a blog where you're gonna post this to,
2) You currently feel bored,
3) You won't skip any question,
4) You're alive, and
5) You're not dead

5 things you love about life:
friends
laugh
sunshine
blowing wind
LIFE itself



5 famous people you'd love to meet:
billie joe
LEE MIN HO
Enid Blyton
Socrates, Aristotle, Plato
...




5 movies you love:
jumanji
inception
he's just not that into you
...
...



5 professions you'd love to have:
pramugari

penulis
traveller
koki
music director




5 best authors:
raditya dika
Daniel Keyes
JK Rowling
Enid Blyton
Roald Dahl




5 inspirations:
DIA :)
buku
musik
pengalaman
laut


5 favorite stuff:
handphone bututku
CLEARHOLDERS
kaos spongebob
music player
kompi


5 things you hate:
susu
binatang
hantu
bikin MAKALAH

5 favorite places:
kamarku






5 things you would take to a deserted island:
music player
makanan yg buanyaakk




5 places you wanna visit:

5 things you really want:


5 songs make you cry most:


5 impossible dreams:


5 dreams in the future:

MENGALAH bukan berarti KALAH

tadi pagi cek milis imab, ternyata renungan yang di share sama banget sama perikop yang aku bagiin kemaren.
Selamat merenung. :)

MENGALAH
 
Bacaan : Kejadian 13:1-18
Setahun: Yehezkiel 8-10; Ibrani 13
Nats: Maka berkatalah Abram kepada Lot : "Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat" (Kejadian 13:8)
 
Ada sebuah cerita tentang dua kakak beradik yang hidup rukun. Rumah mereka bersebelahan. Sampai memasuki usia lanjut, tak sekali pun mereka berselisih paham. Perbedaan pendapat di antara mereka tentu ada, tetapi tidak membuat mereka bertengkar apalagi saling membenci. Suatu hari si adik berka-ta, "Saudaraku, kita telah lama hidup berdampingan, dan tidak pernah sekali pun kita bertengkar tentang apa pun. Aku punya ide, bagaimana kalau untuk sekali ini  kita bertengkar."
 
Kakaknya berpikir sejenak, "Baiklah, " katanya. "Apa yang akan kita pertengkarkan?" ia bertanya. "Bagaimana kalau sepiring nasi yang sedang kamu makan itu?" usul sang adik. Kakaknya setuju. Si adik  lalu merebut piring nasi dari tangan kakaknya sambil berkata ketus, "Nasi ini kepunyaanku, kamu tidak boleh mengambilnya sedikit pun!" Sang kakak memandang si adik. "Baiklah, ambil saja, " katanya. Dan pertengkaran pun selesai.
 
Pertengkaran besar antarsaudara atau antarteman, kerap terjadi karena adanya sikap tidak mau mengalah. Masing-masing ngotot mempertahankan pendapat dan keinginannya. Kita bisa belajar dari sikap Abraham. Ia dan Lot tinggal di daerah yang sama. Konflik muncul karena ladang rumput untuk makan domba-domba mereka terbatas (ayat 7). Untunglah pertengkaran tersebut tidak berlanjut, karena Abraham mempersilakan Lot untuk memilih tempat yang sesuai dengan keinginannya. Mereka pun berpisah dengan baik-baik. Kita tahu, Abrahamlah yang kemudian menuai kebaikan (ayat 14-18). Pelajaran untuk kita: dalam sebuah pertengkaran, selama bisa mengalah, mengalahlah. Tuhan tidak akan salah memberi berkat-Nya --AYA
 
MENGALAH BUKAN BERARTI KALAH

source : Milist IMAB posted by bang Jimbo Irawan

Tuesday, November 16, 2010

Bible Meditation

Temang2, aku tertarik buat bagiin salah satu perikop yang dimeditasikan di acara YPBC (Youth Prayer and Bible Camp kemarin) nih. Dari Kejadian 13:1-18

13:1 Abram meninggalkan Mesir dan pergi ke arah utara, menuju ke bagian selatan Kanaan dengan istrinya serta segala miliknya, dan Lot ikut juga.

13:2 Abram kaya raya; ia memiliki domba, kambing, sapi, juga perak dan emas.

13:3 Maka pergilah ia dari satu tempat ke tempat yang lain, menuju ke Betel. Ia sampai ke daerah di antara Betel dan Ai, di tempat keramat di mana ia dahulu berkemah

13:4 dan mendirikan mezbah. Di situ ia menyembah TUHAN.

13:5 Lot juga mempunyai keluarga dan hamba-hamba serta domba, kambing dan sapi.

13:6 Karena itu tanah di situ tidak cukup padang rumputnya untuk didiami mereka berdua, sebab ternak mereka terlalu banyak.

13:7 Lalu terjadilah pertengkaran antara para gembala Abram dan para gembala Lot. (Pada masa itu orang Kanaan dan orang Feris masih mendiami tanah itu).

13:8 Abram berkata kepada Lot, "Kita ini bersaudara, tidak baik jika orang-orangmu dan orang-orangku saling bertengkar.

13:9 Sebab itu sebaiknya kita berpisah. Pilihlah bagian mana dari tanah ini yang kausukai. Jika engkau pergi ke arah ini, saya akan pergi ke arah yang lain."

13:10 Lot memandang ke sekitarnya dan dilihatnya bahwa seluruh Lembah Yordan, sampai ke kota Zoar banyak airnya, seperti Taman TUHAN atau seperti tanah Mesir. (Begitulah keadaannya sebelum TUHAN memusnahkan kota-kota Sodom dan Gomora.)

13:11 Akhirnya Lot memilih seluruh Lembah Yordan itu, lalu berangkat ke timur. Demikianlah kedua orang itu berpisah.

13:12 Abram tetap tinggal di tanah Kanaan, sedangkan Lot berkemah di kota-kota di lembah sampai dekat Sodom.

13:13 Kota Sodom itu didiami oleh orang-orang yang sangat jahat dan berdosa terhadap TUHAN.

13:14 Setelah Lot pergi, TUHAN berkata kepada Abram, "Dari tempat engkau berdiri itu, pandanglah baik-baik ke segala arah;

13:15 Aku akan memberikan kepadamu dan kepada keturunanmu seluruh tanah yang engkau lihat itu supaya menjadi milikmu selama-lamanya.

13:16 Aku akan memberikan kepadamu keturunan yang sangat banyak, sehingga tak seorang pun sanggup menghitung mereka. Sebagaimana orang tak dapat menghitung debu di tanah, demikian juga keturunanmu tidak akan dapat dihitung.

13:17 Sekarang, jelajahilah seluruh tanah ini, sebab Aku akan memberikannya kepadamu."

13:18 Setelah itu Abram memindahkan perkemahannya lalu menetap di dekat pohon-pohon keramat tempat ibadat di Mamre dekat Hebron, dan di situ ia mendirikan mezbah bagi TUHAN.




Aku ngambil aplikasi dari ayat  8 dan 9.
"Abram berkata kepada Lot, "Kita ini bersaudara, tidak baik jika orang-orangmu dan orang-orangku saling bertengkar.Sebab itu sebaiknya kita berpisah. Pilihlah bagian mana dari tanah ini yang kausukai. Jika engkau pergi ke arah ini, saya akan pergi ke arah yang lain."
Sebenarnya, yang awalnya berselisih bukanlah Abram dan Lot, melainkan gembala-gembala mereka sampai akhirnya pertengkaran itu sampai ke Abram dan Lot. Trus disitu diceritakan Abram menyarankan mereka buat berpisah dan ngasih kesempatan Lot buat memilih bagian mana dari tanah itu yang dia mau.

Yang aku bisa ambil dari sini,

1. Tidak mementingkan diri sendiri
Abram menunjukkan sikap mengalah terhadap Lot dengan ngasih dia hak buat milih sampai akhirnya Lot memilih Sodom karena dia lihat tanah itu yang lebih subur. Sedangkan Abram menerima 'sisanya', yaitu tanah Kanaan.


Kalau aku disuruh milih, tentu aku mau di posisi Lot yang bebas memilih. Misalnya kayak anak kecil yang berebutan sepotong kue, dan akhirnya kue itu dibagi 2, aku seringkali ingin jadi orang pertama yang memilih kue mana yang aku mau. Tentu dengan pertimbangan mana yang lebih besar. *haha ketauan deh rakusnya!*

Dengan umurku yang segini *ehem..21!* dan predikat anak tertua yang ada di rumah yang aku sandang, aku masih sering egois dengan diriku sendiri. Pengen remote TV aku yang pegang, milih kamar sesukaku, dan hal-hal memalukan lainnya. Dan aku suka sebel karena seringkali disalahkan atas apa aja yang salah di rumah. "kamu kan yang lebih gede, ngalah dong!" So what dengan anak yang tertua? Apa anak tertua memang harus selalu disalahkan walau itu bukan salahnya dia?

Haa.. sekarang aku malu sendiri. Ayat ini mengajarkanku supaya kayak Abram yang mengalah. Dan akhirnya walaupun Lot memilih tanah yang waktu itu dia lihat 'lebih baik', Tuhan sudah mempersiapkan yang JAUH lebih baik buat Abram. Terbukti dengan Sodom yang jahat akhirnya dimusnahkan dan Kanaan diberkati dengan keturunan yang seperti pasir di laut. *BUSEEETT*

2. Harta menyebabkan pertengkaran

Siapa yang ga mau jadi orang kaya? Munafik kalo ada yang bilang dia gak mau kaya. Betapa enaknya bisa kemana-mana *oh, aku ingin sekali keliling dunia seperti mbak Trinity!*, beli apa aja *kayak Rebecca Bloomwood di Confession of a shopaholic* dan melakukan apaaa saja karena uang bisa membeli HAMPIR semuanya.

Tapi ternyata harta itu salah satu penyebab utama pertengkaran loh.Orang gak akan pernah puas dengan apa yang dia miliki.Kalau ada yang punya 'lebih' dari yang dia punya, dia IRI. Kalau lihat yang berkekurangan, dia sombong. JAdi orang kaya dilemanya banyak juga toh.

Mulai sekarang, aku mau mengejar harta di surga, bukan harta di dunia. Kalo aku punya harta di dunia, aku mau berusaha jadi orang yang selalu berbagi. Harta itu harus jadi berkat buat orang lain juga. AMIN! AMIN! AMIN! Iyah,gomong emang gampang. Mari kita sama2 brusaha!!

Itu aplikasiku dari perikop ini. Apa aplikasimu, temang? Mulai besok Mditasi Alkitab yuk dan bagkan aplikasimu. Tuhan memberkati. :)

Thursday, November 11, 2010

Nodame Contabile - I heart you!

feel instead of see


"Sometimes you cannot believe what you see, you have to believe what you feel. And if you are ever going to have other people trust you, you must feel that you can trust them, too—even when you’re in the dark. Even when you’re falling."
tuesdays with morrie - mitch albom

Wednesday, November 3, 2010

Me and My Billie

abis ngotak ngatik foto-foto lama di twitter dan setengah shock saya menemukan foto ini.
together, forever. :))
what the.. HAHAHA. ini dibuat jaman aku masih baru-baru belajar photoshop dan dengan bangganya memamerkan foto ini ke orang-orang. Hahaha. Masa muda memang indah ya, billie. *wink*

Tuesday, November 2, 2010

Arti Waktu


Jika anda ingin mengetahui arti waktu 1 tahun,
Tanyakan kepada siswa yang tidak naik kelas.

Jika anda ingin mengetahui arti waktu 1 Bulan,
Tanyakan kepada seorang ibu yang melahirkan bayi prematur.

Jika anda ingin mengetahui arti waktu 1 minggu,
Tanyakan kepada seorang editor majalah mingguan

Jika anda ingin mengetahui arti waktu 1 hari,
Tanyakan kepada seorang pebisnis.

Jika anda ingin mengetahui arti waktu 1 jam,
 Tanyakan kepada sepasang kekasih yang terpisah.

Jika anda ingin mengetahui arti waktu 1 menit...
Tanyakan kepada orang yang tertinggal pesawat.

Jika anda ingin mengetahui arti waktu 1 detik,
Tanyakan kepada orang yang selamat dari kecelakaan.

Jika anda ingin mengetahui arti waktu 1/10 detik,
Tanyakan kepada orang yang menang lari cepat.

Kemarin adalah sejarah, Besok adalah misteri
Hari ini adalah anugrah terindah dari Tuhan
(that's why we call it present/hadiah, isn't right?)

"Manfaatkan setiap waktu yang kamu punya sebaik mungkin
karena kita tidak pernah bisa memutar waktu"

source: somewhere

K'Meilina's Wed

Berangkat dari Bandung jam8 setelah berebutan tempat duduk, sampailah di Pondok Gede jam 11an. Sepanjang perjalanan diiringi hebohnya ibu-ibu yang sepertinya hasrat ingin eksisnya tidak tersalurkan selagi muda. Alhasil, telat deh pubernya. Heboh teriak-teriakan di bis dan ketawa yang benar-benar berlebihan untuk lelucon yang sepertinya gak luce deh. Hah.. gak apa-apa lah, mungkin baru kali ini mereka merasa mengekspresikan diri. Enjoy your day, ma'am(s)!

Wanita sepertinya emang lebih ekspresif dibanding pria. Setidaknya ini berlaku selama di bis perjalanan ke jakarta kemaren. Bapak-bapak yang eksis cuman satu. Tapi cukup bikin ibu-ibu yang tadi histeris gara-gara karokean lagu batak dengan pedenya. Ckckck..

Rombongan dari Bandung (2 bis) ini ternyata ga sempet buat ikutan kebaktian di gereja. Yaiyalah.. berangkatnya jam8 gitu! Siapa sih EOnya? Udah jauh-jauh dari Bandung kok cuman ikut makannya doang? Heuh. ESMOSI.

Hasilnya, kamipun gak sempet fotoan sama penganten. Jaahh.. Sarua jeung bohong atuh. JAdi kita cuma bisa bernarsis-narsisria di luar gedung. And as I expected, kawinan Batak ini ehem cukup membuat saya malu sebagai orang Batak. Honestly, I felt it. Bayangin aja, stand makanan udah dikerubutin padahal belum waktunya. Dan TANPA ANTRIAN! Udah kayak pembagian sembako gratis. Kalopun ada yang pake antrian, main serubut aja seenak dengkul. Ini sih PARAH menurutku. Bukannya rasis atau tidak bangga atas suku sendiri, tapi memang inilah yang sering aku temukan di acara-acara orang Batak. Pelis lahhh..

Hah.. cukup lah daripada yang baca makin elfeel aja sama Batak. Tapi, tentunya ini gak bisa digeneralisasikan ke semua orang Batak. Aku percaya masih ada banyak orang Batak di luar sana yang masih bermanner *oops sorry if this is rude*.

Ini oleh-oleh dari acara kemarin.
:)


 Apaa? fotonya muka saya dan Lian semuaa? Masa sih? Hahaha. nih masih ada 3 lagi dan kali ini berhubungan sama yang punya hajat lah. Adek-adeknya manten. :)



tampang labil yang aku pasang cukup kiyut kan, k'Ocha? HAHAHA

udah lama banget gak ketemu sama anak ini. kanjen euy..

kami lagi, kami lagi. Apa daya. Ga berhasil menemukan pemilik tulang rusuk. :))
Sekian laporan saya mengenai pernikahan kemarin. Buat kak Lina, I'm happy for you.. Suaminya Simbolon euy! Sodara berarti kitah sekarang ka. :)
Last words, Selamat menempuh bahtera rumah tangga.. Semoga bila air bah datang, kalian tetap bertahan. AMIN! AMIN! Pertanyaan klise, YANG LAIN, KAPAN NYUSUL? :)

*ditimpukLIMOSIN*

Sunday, October 31, 2010

Ganti Provider

HEYY.. saya baru ganti provider.
Setelah stres dengan sinyal 'si orens' dan betapa nyedot pulsanya dia, aku berpindah hati sama si 'ijo-kuning'. Tepatnya sih mendua hati. Mumpung lagi ada handphone nganggur, yah punya 2 nomor ga ada salahnya. toh yang 'si orens' juga masa aktifnya kagak ada matinye. Jadi masih bisa nelpon ke sesama dengan pulsa ratusan ribunya itu. (GILE! punya pulsa ratusan ribu tapi gak bs ngapa-ngapain! Cuman nelpon sesama!)

Setelah make si 'ijo-kuning', beuh.. sama aja ngeselinnya. Tarif yang mejeng di kemasannya BOHONG belaka. Aku udah pastiin di list tarif itu ada tanda upil *baca:bintang*nya apa ngga, dan emang ga ada. Tapi kenapa pulsa yang disedot gak sesuai  sama yang ditulis? SIAL.

Mana internetan juga mahal. Baru buka ehemnya si mistertdknyata aja kesedot gede. Gratisannyapun terbatas. Maklum, biasanya pake si orens sms unlimited. Grr~

Intinya sih, seperti kata Bunda Dorce, tidak ada yang sempurna. Kesempurnaan hanya milik yang diatas.
*nengok ke atas*
*ga ada apa-apa*
*keseleo leher*

laahh..
Begitu juga provider. Gada yang bener-bener memuaskan! Semuanya hanya indah di luar, dalamnya belum tentu sesuai dengan bungkusnya.
*ini ngomongin provider apa apa sih?*

Yah begitulah kira-kira intinya. Tapi eniwei, si ijo kuning lumayan lah daripada lumanyun kagak ada sinyal. Beneran manyuuun deh kalo ketemu tempat ga bersahabat dengan provider. Ga bisa ngapa-ngapain, malah menimbulkan banyak kesalahpahaman gara-gara telpon suka gak masuk padahal ada nada panggilnya lah, sms gak nyampe padahal delivered lah, GAK ADA SINYAL padahal di tengah kota.

Tapi seburuk-buruknya provider, lebih buruk muke lu. Eh salaah, seburuk-buruknya provider, saya akan tetap tabah menjalaninya. Meski sakit yang kurasakan ku kan tegarr. *rossa: Aku tegaaarrr*

-endingyanganeh-

Thursday, October 28, 2010

Imagine


Imagine there's no heaven
It's easy if you try
No hell below us
Above us only sky
Imagine all the people
Living for today...

Imagine there's no countries
It isn't hard to do
Nothing to kill or die for
And no religion too
Imagine all the people
Living life in peace...

You may say I'm a dreamer
But I'm not the only one
I hope someday you'll join us
And the world will be as one

Imagine no possessions
I wonder if you can
No need for greed or hunger
A brotherhood of man
Imagine all the people
Sharing all the world...

You may say I'm a dreamer
But I'm not the only one
I hope someday you'll join us
And the world will live as one

imagine - lennon, john 

Stupid Day

Another stupid day bersama rekan Ladies Trio Junior (kenapa gak sekalian Girl's Trio yak?). Dimulai dari janjian mau survey lokasi perkemahan gereja ke Pangalengan bersama Pak Ketua, Candra Situmorang. Waktu hari sabat sih janjiannya jam10. Berhubung saya fakir pulsa, gak bisa konfirm deh ketemuannya dimana sampai akhirnya harus pake perantara dan finally ditransferin pulsa langsung dari Solo oleh Andreas Arwin Prio Utomo (namanya wajib dipajang atas jasanya memebri bala bantuan pulsa. *senyummanis*)

Setelah saya menghubungi Pak Ketua, beliau membalas: "ketemua di naripan aja, jm 11an". 11an? What do you mean with 'an' after '11'?

Kemuadian saya membalas "Di naripan, jam11 gak pake 'an'. 11 teng!"

Dibalas atau tidak, saya anggap itu persetujuan. Dan disinilah semua dimulai. Seperti biasa, aku sampai di lokasi perjanjian ya sesuai perjanjian, jam11. Dan sudah bisa ditebak, tentu belum ada yang sudah di lokasi. Haaah.. Menunggu lagi. Untung ada MP3 player milik AA Budi. :)

Setelah pukul 11 lewat 10, aku sms mereka-mereka. Haha. Yang janjian ama aku memang harus siap diteror kalo telat. Setengah12, datanglah Lian n Cody. Lumayan lah ada temen. Nunggu di mobil, tercetuslah pengen makan batagor andalah sekolah kami tercinta itu. *makna yang sebnarnya loh*. Makan batagor dan mie ayam, mereka belom nongol juga.

Jam12an, Janes datang. Perbekalan minum yang disiapkan untuk di perjalananpun sedikit demi sedikit mulai habis sebelum mobil berangkat. Habis batagor dan mie ayam, tergiur sama cilok, beli. Abis cilok, liat anak-anak SD makan telor gulung, beli. Duitpun mulai menipis sedangkan mereka belom nongol-nongol juga.

Jam stengah1, BELOM DATENG JUGA! Kesabaran hamipr melewati batas dan kemungkinan pembatalan rencana semakin besar. Jam1, BELOM DATANG JUGA. Ok, fixed yak, kita ga jadi survey hari ini, kamipun bersepakat tapi tetap menunggu.

13.20 barulah orang yang ditunggu-tunggu datang. Kami siap-siap pasang tampang bosan, ngantuk dan kalo perlu tampang superBETE. Yaaah.. dasar pria-pria konyol, susah yah marah sama mereka.

Setelah ngalor-ngidul kesana kemari, akhirnya diputuskan survey ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan. Ladies Trio Junior udah punya segudang planning nih mau kemana. haha. Karokean? DDRan? Ayook! Dan kami meluncur ke Mall Sejuta Umat, Bandung Indah Plaza. Yihaa. Tidak lupa sebelumnya kami foto2 dulu.




DDRan dan melanjutkan makan di KFC sedangkan si cody nonton Eat Pray Love sama temen-temen kampusnya.

Di KFC, aku dan Lian ngobrol ngakak-ngakak berasa KFC bukan punya kita (lah, emang bukan kan?). Then, ketemu ama Oky dan pasangan sejenisnya yang cuman berdua, tapi mesen makanan ampe 4. Ehem.. buat kita deh itu pasti. *PEDE*

abis dari KFC, masih keliling-keliling BIP dan maen DDR lagi. Trus pindah ke Timezone, liat ada yang lagi maen Dance Stage Supernova. KEREN GILA! DDRku ga ada apa-apanya dibanding orang-orang itu. Itu sih udah pada SABLENG yang mainnya. Kayanya sih komunitas DDR gitu. Sanking kerennya, ampe saya keprokin dah. FREAK! Kalo bisa dicium, gakan saya cium deh. Haha.

Abis terpana-pana liat yang maen, kami melanjutkan dengan DDR lagi. bukan DDR lah namanya, cuma, sejenis itu lah. Ada 'pump'nya, yang pasti bukan jet pump. *kriik kriik*

Rada minder mainin Dance yang levelnya jauh dari permainan mereka yang keren tadi. Untung mereka ga liat kita main. HAHA.
 Si Lian bilang "aku malu ih maennya ga baleg abis ngeliat mereka maennya edan gitu". Trus ku bilang: "Cuek aja lah, gapaap kali. Namanya juga belajar". PAdahal mah saya juga merasakan hal yang sama, saudari Lian. hehe.


Lanjut dengan 'jendela belanja' alias window shopping. Bahasa gaulnya mah 'liat-liat-tanpa-beli'. HAHA. Dasar cewek (hey, aku mengakui aku cewek!), gak kerasa udah jam stengah 7 dan di luar hujan gede.

Di jalan mau ke atas ketemu sama Erika dan ehem.. ada kejadian memalukan. AKU SALAH PELUK ORANG! Sableng! Abis nyapa Erika, aku maen peluk-peluk aja trus ngajak ngobrol tanpa ngeliat orang yang aku peluk. Kebetulan, pas aku lepas pelukan (dalam keadaan masih belum sadar salah peluk orang), aku noleh ke kanan. Loh, kok Lian cepet banget pindah ke kiri ya? Trus dari belakang tiba-tiba ada cewe jalan ke depan dengan memandang aneh padaku. (masih belum nyadar), aku cuek aja dan beberapa detik kemudian terdiam, AKHIRNYA SADAR. Li, tadi aku salah peluk ya? HWAKAKAKAK.. Bukannya malu, malah ngakak-ngakak berdua di depan Jesslyn. GEBLEK.

duh, masih ngakak deh kalo inget-inget kejadian bodoh itu. Pengen flashbac, trus ngerekan muka si cewe itu pas aku peluk. KEbayang lah lagi jalan-jalan sedirian, tiba-tiba ada orang asing meluk gitu. Mana tampang yang meluk itu anteng banget lagi. HAHAHAHAHAHA. Jangan-jangan si mbak-mbak itu di tempat lain juga lagi nulis blog, judulnya 'DIPELUK ORANG TIDAK DIKENAL'. :))

Okeh, STOP. Lanjut cerita, ketemuan lagi sama si Cody di Foodcourt BIP yang bangkunya 2-2 gitu. Emangnya yang dateng kesini berpasangan semua APAH? *nyolot*

Dan tau apa yang kami lakuakan di foodcourt sampe jam setengah9 malem? Tebak-tebakan lagu dari playlist player masing-masing. Sungguh kreatif kan kami ini. Dan cukup bikin ngakak lagi karena tiap mau nebak, kita malah heboh sendiri bilang 'tunggu. tunggu.. aku tau lagu ini! Naa.. naa.. naaa' dan sibuk nyanyi sendiri ampe panjang tapi judulnya ga ketebak-tebak. HAHAHA lagi. Emang pada ga bakat ikutan HAppy Song deh mereka-mereka ini. KEBURU TET TOT!

Setengah9, kami pulaaang (padahal besoknya si Cody masuk jam7 dan UTS b.Inggris! haha)!! Aahh.. what a day! Dengan sialnya saya dapat angkot yang ngetemnya BERLEBAIHAN. Hah esmosi sayah.

Thanks for this stupid day, LAdis Trio Junior!
Let's make another stupid day!
FYI, aku dan Lian beda datu tahun, Lian dan Cody beda 2 tahun. Tapi kami sama-sama muda. :)

Tuesday, October 26, 2010

Lapar adalah

Lapar lapar lapar! Gak kerasa udah seharian ini gak makan apa-apa. Amajing! Dan inilah saya, masih bisa ketak-ketik dan masih hidup. Haleluya! Inilah twit saya selama berjuang menahan lapar dalam perjalanan menuju rumah yang FYI, jauh ari kampyus!! :(

Lapar adalah ketika di sekitarmu banyak Ayam goreng, wanginya begitu menggoda, tapi sayangnya itu bukan punyamu. Hiks.
*yap, I'm at McD Simpang Dago, my 3rd home after RUMAH and warnet*

Lapar adalah ketika rumahmu di CIMINDI dan kampusmu di DIPATIUKUR.
*perjalanan pulangnya membutuhkan waktu 1jam'an belum termasuk pajak, eh macet. Uhh*

Lapar adalah ketika cacing-cacing di perutmu ikut ngeTweet 'kelaperan!'.
*cacing-cacing sekarang udah pada gaul,mamen!*

Lapar adalah ketika kau ingin ngebejek-bejek anak kecil yang dengan begitu menggodanya melahap tahu Brintik DISEBELAHMU! eS I A eL!
*nampungENCES*


Lapar adalah ketika Mischa ingin memisahkan Fitri dengan Farel karena ingin menguasai harta keluarga Farel. #edisiCINTAFITRI

Lapar adalah rasa sakit ketika telapak tangan seseorang mendarat di pipimu. *eh itu TAMPAR yak?* #jedukinpalaketembok

Lapar adalah ketika kepala orang botak yang di depanmu terlihat seperti baso. *PAKMAN! Save me from this hunger!*

Lapar adalah ketika rambut ini mendamba belaimu. Jiaah. #mendadakgombal #edisiJABLAY

Lapar adalah ketika kau ingin nabok supir angkot Caringin-SadangSerang karena LAMA BANGET NGETEMNYA! *naikPITAm*

Lapar adalah ketika kau tak tau lagi ngeTweet apa sanking lapernya. #alesandoang *bilangajaBLANK!*


Lapar adalah ketika kau lebih merindukan telor ceplok ketimbang @mistertdknyata. Ups. Just this time, kok baby. :")

Tidak begitu lapar adalah ketika namamu tiba-tiba muncul di handphoneku. Aiih.. *blushing*

LEGA adalah ketika ... ahh sudahlah.. Itadakiimasu!
#mendadakRAKUS

Finally sampai rumah dan bersua dengan makanan. Aah.. kami bermesraan, ku tatap dia dengan penuh gairah dan HAP! Nyam nyam nyam.. SURGA duniaa. KENYANG jugaa!

Tapi, ada yang aneh nih saudara-saudara. Beberapa minggu ini aku makannya sedikit loh. Gak jarang cuman makan sekali dalam sehari plus 4choki-choki (kalo kebetulan gak ada yang malak) setiap harinya. Aku kira dengan begini, mungkin bisa membuat sedikit (kalo bisa sih banyak) perubahan dengan barat badanku. Aku harap akan sedikit *ehem* menurun. Tapi, memprihatinkan, waktu aku ceritain kebiasaan makanku yang aneh itu ke Be sama Ney, mereka bilang itu malah bakal bikin aku gampang gemuk karena bla bla bla *maklum, mreka pake istilah biologi apalah itu*. Oh tidaaakk.. Di kala aku sudah hampir seneng gara-gara mengira berat badan ini akan sedikit *kalo bisa banyak. tetepp* turun, eh fakta biologi versi Be dan Ney menjatuhkanku berkeping-keping. Hiks. Apa daya. Tak apalah, yang penting sehat. Haha.

FYI, aku ingin turun berat badan bukan karena siapa-siapa atau apa-apa, cuma meminimalisir belanja baju yang kekecilan. Percayalah. :)

Monday, October 25, 2010

Sunday Jazz at Potluck

Rencana awalnya sih mau 'sidang' si Lita, temenku yang baru jadian. Ahiww.. Udah dapet yang baru dia. Dan pria itu belum kami (keluarga sapi) kenal. Hey, sebelumnya, mari aku perkenalkan yang kami sebut dengan Keluarga Sapi ini. Kami terdiri dari 5 orang yang masih tersisa, seharusnya sih ada 7 orang. Ribka Setiawati, Janice Marcellina, Bella Stephanie, Ulitama Napitupulu dan aku sendiri. 2 orang lagi Starry Nurita dan Maureen Tombokan. Kami satu kelas selama SMA.



Entahlah gimana sejarahnya akhirnya kami memilih menamakan 'keluarga' ini Cow's Fam. Oh ya, awalnya mungkin Ribka yang di badge nama seragamnya tulisannya 'Ribka S P' dan akhirnya sering di ejekin Ribka Sapi Perah. Then we call her Ika si sapi perah, or some people called Ayank si sapi perah.

Then Maureen yang dipanggil 'Mow' or 'Moo' yang terdengar seperti suara sapi.

Aku? Aku sendiri dipanggil Sapi Antrax gara-gara aku suka hiperaktif yang katanya seperti sapi gila. Padahal kan Sapi Gila dan Sapi Antrax itu beda kan? Eh beda gak sih? Beda kan? Jadi bingung. haha

Janice, karna paling 'cepet dewasa' dan paling nyambung ngobrol sama anak-anak cowo kelas tentang hal-hal berbau seks, diapun dijuluki Sapi Mesum. Hahaha. Paling memprihatinkan memang.

Lita, Karna mukanya merah, aku manggil dia sapi panggang. Tapi yang lain manggil dia Sapi Bule. Aku tak rela panggilannya bagus sendiri!! T.T

Starry kami angkat sebagai aunty kami karna dia terlihat paling kalem dan dewasa diantara kami semua. Hihi. Sekarang dia kuliah di AUP bareng Mow. So, susah deh ketemunya. :(


Okeh kembali ke judul (selaluuu deh nyimpang dari topik). Kemaren harusnya janjian berlima sama Lita, sayangnya Lita ga bisa dateng. Katanya sih di UNAI ujan, jadi gak bisa turun. Alhasil, kami berempatlah yang ketemuan sekalian nonton Sunday Jazz di Potluck Library and Cafe. Sebenarnya aku bukanlah pecinta music Jazz. Aku hanya menyukai beberapa lagu beraliran Jazz yang akrab di telingaku. Tapi, liat Live Performance itu emang lebih asik deh dari nonton-nonton rekaman doang. So, gak nyesel-nyesel banget lah. Mana yang nyanyinya emang bagus dan lagu-lagunya aku tau. Haha.




Selagi dengerin perform, datanglah si Nona Hani Butar-butar (penting banget nih pake marga-marga segala!). Then topikpun berubah jadi ngomongin SMASH. Aku kirain apaan, ternyata Boyband cowok yang setipe sama Super Junior (pengetahuanku tentang band korea terbatas!) mulai dari gaya rambut, gaya ngedance dan alamaaakk.. lagu yang mereka nyanyiin! Tapi berhubung lagi ada yang perform, suaranya ga begitu kedengeran.

So far sih fine-fine aja deh liat video mereka itu. Lumayan bagus malah. Tolong digarisbawahi, LUMAYAN. Ternyata, kasiaanya mereka ternyata dicaci maki sama orang-orang. Dibilang Gay lah, gak banget lah, dan sebagainya. Oh, ternyata itu disebabkan oleh kata-kata plus lagu mereka. Hahaha. Okeh deh silakan denger sendiri. Ngakak! Tapi, jujur, not too bad kok dibanding band-band gak penting Indonesia yang lainnya. :)

here is the link. http://www.youtube.com/watch?v=ZSWtfW-94iA

Setelah puas ngomongin SMASH, topik obrolanpun meluas, mulai dari ngomongin gebetan (haha. cuman saya sih), novel-novel yang udah kami bermpeat baca, sampe novel-novel yang wajib dibaca.Oke, daftar bacaanku namabh pulang dari sini:

  1. Veronika Decides to Die 
  2. 5cm (OMG! Dari dulu gak jadi-jadi baca ini!)
  3. Karya-karya Paulo Coelho
  4. THERAPHY (aku sudah baca setengahnya sepulang dari sini!)
  5. Supernova (Ah, ini dari dulu punya ebooknya ga jadi-jadi baca)
  6. Larung
  7. de el el yang aku lupa. :)
Okeh, mari membacaa.. :)

Sunday, October 24, 2010

Lagu Gelombang


Aku telah bernyanyi untukmu
Tapi kau tidak juga menari
Aku telah menangis di depanmu
Tapi kau tidak juga mengerti
Haruskah aku menangis sambil bernyanyi

Haruskah seluruh nilai terabaikan
Agar kau bisa menari dan mengerti
Atau haruskah cerita itu terulang
Agar aku bisa menangis dan bernyanyi
Haruskah tarianku lebih vulgar
Agar kau bisa memahami


Atau haruskah aku berteriak
Agar kembali menjadi manusia tak tau diri
Haruskah aku berdiam diri
Agar tarianku tersembunyikan
Ataukah harus aku berontak
Agar kau bisa melihat tarianku


Haruskah aku memaksa
Agar kau merasa terdesak
Ataukah harus aku mematung
Agar kau tak merasa tersudut


Haruskah aku menghilang
Agar kau tak merasakan beban
Ataukah harus aku pergi
Agar kau tak perlu mengilangkan diri


Haruskah aku ...
Harusnya aku menyadari
Kau tak butuh nyanyian dan tangisan
Harusnya aku pahami
Kau tak ingin diberi nyanyian dan tangis
Harusnya aku mengerti
Kau tak ingin menari atau mengerti


Harusnya aku ...
Harus aku kembalikan kesadaran
Bahwa aku tak bisa untuk tidak
Bernyanyi dan menari
Harus aku tak kembalikan kesadaran
Bahwa aku tak bisa untuk tidak
Meluapkan nyanyian dan tangisan


Harus ...
Harusnya arus ini mengalir
Namun ia tak peduli
Pusarannya terlalu kuat
Melingkar-lingkar di dalam buntu
Menjambak harga dari sebuah nilai


aku lupa baca puisi ini dimana dan setelah pencarian panjang, akhirnya ku menemukannya!
Lagu Gelombang by Kahlil Gibran

Membaca Hati

Grr~ gak suka banget deh nonton acara Minta Tolong ini. Tau kan, acara yang ceritanya mau nguji kebaikan hati seseorang dengan berpura-pura minta tolong dengan permintaan-permintaan mereka yang menurutku gak masuk akal. Bayangin aja, ceritanya ada seorang Ibu yang jualan daun pisang dan ngejual daun pisangnya yang cuma beberapa lembar itu dengan harga 25ribu dengan alasan anaknya butuh uang buku. Mana mintanya ke sesama orang gak mampu lagi! Helowww? Anybody home? Itu sih namanya malak! Sebaik-baiknya orang, pasti bakal mikir juga lah ditodong kayak gitu.

Orang normal sih pasti curiga si Ibu tadi bohong. Dengan modal seuprit, mau dapet gede. Kecurigaan itu bukannya tanpa alasan. Sekarang dimana-mana banyak penipuan. Banyak yang belagak lumpuh, ngemis-ngemis di jalan. Pas lari-lari ngejar angkot segar bugar, pas nangkring di angkot ngemis-ngemis, mendadak mukanya memelas kayak orang mau mati. Aktor-aktor macam beginian gampang banget ditemuin di pusat-pusat keramaian atau di lampu-lampu merah.

Kalopun ada yang beneran punya kekurangan fisik, malah dipake buat bikin orang iba. Padahal penelitian membuktikan hasil ngemis mereka itu bahkan lebih besar berkali-kali lipat dari gaji pegawai kantoran. Dan uang itupun gak dipake buat ngebenerin fisik ato penyakit mereka tadi. Mungkin karena kalo mereka sembuh, mereka ga punya modal lagi buat memancing iba orang. Jadilah mereka pewe dengan 'profesi' mereka itu.

Hal kayak gini udah gak aneh lagi kita temuin di Indonesia. Makanya, pas liat tayangan Minta Tolong, aku gemes banget. Yang bikin orang Indonesia bukan sih? Dengan seenaknya bikin acara begituan membuat orang yang gak ngebantu si 'korban' terlihat seolah-olah gak punya hati nurani buat ngebantu orang lain.

Di Indonesia, susah buat ngebedain mana yang 'butuh ditolong' dan yang benar-benar butuh ditolong. Hasilnya, 'pertolongan' itu jarang sampai ke sasaran. Kadang, orang yang benar-benar dalam kesulitan jadi sering dicurigai akibat ulah penipu-penipu ulung yang berpura-pura kesusahan tadi. Orang-orangpun jadinya semakin selektif bahkan jadi enggan buat berbuat baik.

Kemarin, waktu lagi nunggu ojek buat pulang ke rumah, ada becak berhenti di depanku. Si bapak nawarin becaknya berkali-kali dan aku terus nolak. Aku lebih milih naik ojek daripada becak karena ojek lebih murah (walaupun cuman seceng!) dibanding becak. Berkali-kali ditawarin gitu, aku kasihan sih sama si bapaknya. Tapi apa daya, aku kudu ngirit demi kelangsungan hidup selanjutnya.

Berkali-kali ditolak, si bapak masih gigih aja nawarin becaknya. "Sabaraha wae lah neng", katanya. Kayaknya dia ngebaca mukaku yang seolah-olah ada tulisan 'gak punya duit' sampe dia mau nerima ongkos 'seridonya'.

Aku masih nolak sampe akhirnya si bapak nawarin tumpangan becaknya GRATIS, sekalian dia pulang, katanya. Beuh, saya teh semakin ga tega atuh pak digituin mah.

Sebenernya aku juga enggan buat naik becak karena gak tega membuat orang mengayuh yang kelihatannya capek banget tuh ngayuh becak. Dengan berat badanku yang lumayan, banyaknya polisi-polisi molor dan jalan yang sedikit nanjak, bikin aku gak tega buat naik becak. *padahal kan sebenernya dgn aku naik becaknya malah bantu dia cari duit yak?*

Setelah aku bahkan nolak tumpangan gratisnya, si bapak pun menyerah dan pergi. Gak lama, lewatlah ojek dan akupun naik ojek itu. Di jalan, aku ngelewatin si mamang becak tadi dan tiba-tiba nyesel karena tadi gak naik becaknya dia.

Hah, seandainya aku di acara Minta Tolong, aku pasti udah di freeze trus dikasih backsound dramatis seolah-olah berkata TEGA SEKALI ORANG INI. Acara itu pasti gak mau tau betapa dilemanya  aku ngeliat muka si mang becak dan keadaan kantongku yang ga memungkinkan. Mereka juga gak mau tau seandainya mungkin aku pernah trauma pernah ditipu tukang becak, atau kemungkinan-kemungkinan lainnya yang bikin aku gak naik becak si bapak tadi.

Acara Minta Tolong juga gak peduli alasan si Ibu tukang warung yang gak mau beli dagangan si Ibu yang ceritanya jadi 'korban', mungkin dia udah sering didatengin sama orang-orang yang semacam si Ibu yang berpura-pura dalam kesusahan.

Hah. Memang gak ada yang bisa baca hati. Yang bisa kita lakukan adalah ga ngejudge seseorang atas apa yang dia buat.

...

not end yet. *brb*

Monday, October 18, 2010

Dealova

maaf...
karena sealu membuat kamu marah
maaf...
karena selalu membuat kamu benci sama aku
maaf...
atas semua kepedihan yang aku timbulkan
maaf...
karena selalu membuat kamu ngalah dalam segala hal
maaf...
karena aku selalu keras kepala
maaf...
karena telah membuat kamu masuk kedala kehidupan ku
maaf...
karena aku harus pergi ninggalin kamu


terimakasih...
karena kamu telah membuat hari-hariku indah
terimakasih...
karena kamu telah memperlihatkan mata yg plng indah yg pernah aku lihat
terimakasih...
karena kamu telah membuat aku memiliki semangat untuk hidup
terimakasih...
karena kamu selalu menganggap aku pintar
terimakasih...
karena kamu membuat ku sadar bahwa kita harus berjuang untuk hidup dan bahwa hidup ini harus diarungi melalui semangat,perjuangan dan kemauan keras
terimakasih...
karena kamu telah memberi kebahagiaan terbesar dalam hidupku
terimakasih...
karena kamu telah luar biasa sabar menghadapi aku,karena telah mengajarkan aku untuk mendoakan agar orang yg aku cintai bahagia,
karena telah mengubah hidupku yang kosong,karena telah menjadi satu-satunya orang yang bisa membuat ku mengalah,
karena telah memberikan sesuatu yang selama ini ga aku kasih ke kamu,karena telah menjadi wanita yang luar biasa dan ngga tertandingi yang pernah masuk dalam kehidupanku,
terimakasih...
karena kamu telah menjadi bidadariku selama ini....
aku ga akan kemana-mana !
from the novel 'dealova'

waktu baca bukunya, ehem.. aku mewek pas baca bagian ini. Dan believe it or not, aku pernah kirim sms sejenis ini ke seseorang waktu dia mau pergi (OF COURSE ISINYA GAK SEEKSTRIM INI!). Sekarang, kalo diinget-inget, geli sendiri deh betapa gak bangetnya diriku saat itu.

Tapi aku gak menyesal, setidaknya itu bikin aku tersenyum setiap kali mengingatnya. :)

easy way to say goodbye

"Cara termudah untuk mengucapkan selamat tinggal pada seseorang yang kamu sayangi adalah dengan membuatnya membencimu. Tidak akan ada air mata. setidaknya buat dia."

If Only

If you just realize what I just realized,
Then we'd be perfect for each other
And will never find another
Just realize what I just realized
We'd never have to wonder if
We missed out on each other now.

If only.
But you didn't realize.

Tuesday, October 12, 2010

Ce I eN Te A

Aku baru sadar CINTA itu indah
mencintai itu indah
Bukan soal kau menyukai seseorang  dan begitu juga sebaliknya
Dia menyukaimu
Tidak, bukan itu yang kumaksud
Mencintai itu indah
Bahkan jika hanya sepihak saja yang merasakan
Hanya aku saja
Tapi aku sudah melihat keindahan dalam yang mereka sebut CINTA

Aku menikmati CINTA itu saat aku juga rasakan RINDU
Aku menikmati CINTA meskipun aku tau disana ada Hawa lain di hatimu
Aku menikmati CINTA meski kau tak menyadari keberadaanku
Aku menikmati CINTA tanpa alasan yang tak dapat kujabarkan
Aku juga menikmati CINTA saat ku tau kau merindu seseorang yang bukan aku disana
Aku masih bisa tersenyum mendengarnya
Kalau tidak salah itu CINTA kan namanya?

Aku tabu berbicara CINTA
Aku benci membahas CINTA
Tapi aku juga merasa munafik bila tak mengakuinya
CINTA. Ya, CINTA. Ce I eN Te A.
:)

Lepas MPK

di suatu sore, 2 minggu sebelum tulisan ini di publikasikan.

Selamat sore, mister tidak nyata.
Ah, kau tau tidak. Aku sedang pusing.
Sepertinya kuliahku tidak akan selesai tepat waktu. Banyak yang harus aku ulang. Iya, iya, ini salahku, kau tak perlu memberi tahu lagi. Tadi aku masuk kuliah Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif. Kata Bu Eka, yang boleh ambil mata kuliah ini hanya yang sudah lulus Mata Kuliah Teori Komunikasi saja. Kau tau, aku tidak lulus mata kuliah itu! Kau mau tau  bagaimana ceritanya? Ah aku malu menceritakannya.

Emm.. Waktu semester 3 mata kuliah ini bertepatan dengan hari sabat, jadi aku harus pindah kelas. Kalau seumpama game, sebenarnya Tuhan sudah memberikan banyak sekali hint buatku. Saat dapat jadwal hari sabat, aku diberi pilihan lain kelas ini yang tidak berkuliah di hari sabat. Dosennya berbeda, tapi Tuhan memberi hintku yang kedua dengan memudahkan perijinan dan aku boleh ambil perkuliahan ini di hari lain. Hint selanjutnya, bahkan dosennya lebih menyenangkan dan baik dibanding dosen yang seharusnya aku dapat. Tapi, hint-hint itu aku buang percuma dan aku tidak  lolos ke level berikutnya ahnya karena aku tidak mengerjakan tugas UASnya yang sebenarnya sangat MUDAH tapi tak kukerjakan karena alasan bodoh, yaitu malas dan kebiasaan buruk menunda-nunda pekerjaan. Tuh kan, ekspresimu begitu. Memang benar, seharusnya aku tidak usah bercerita saja tadi. :(.

Tadi waktu Ibu Eka bertanya siapa yang belum lulus Teori Komunikasi, aku tidak berani angkat tangan. Aku tau adegan apa yang selanjutnya akan terjadi kalau aku mengangkat tangan dan mengatakan aku belum lulus mata kuliah itu. Bu Eka akan bertanya alasan aku tidak lulus, dan aku akan bingung harus menjawab apa. Kalau aku menjawab karena aku tidak ikut UAS, dia akan bertanya lagi kenapa aku tidak lulus UAS. Kemudian aku harus menjawab apa? Malas? :(( Iyaa.. ini salahku. Jadi tadi aku diam saja dan mengikuti perkuliahan itu sampai habis. Aku berniat untuk konsultasi setelah perkuliahan ini berkahir saja. Tapi ternyata Bu Eka sedang terburu-buru, jadi tentu saja aku tidak sempat  lagi berbincang-bincang dengannya.

Langkah selanjutnya yang mungkin bisa aku ambil adalah, mengecek jadwal Teori Komunikasi, berdoa tidak lagi berbenturan dengan hari sabat. Puji Tuhan, ada Teori Komunikasi hari ini, dan mulai sebentar lagi. Tanpa pikir panjang aku tunggu saja kelasnya. Setelah kelas Terkom sebelumnya bubar, aku mendatangi dosennya hendak minta ijin dan ternyata diperbolehkan. Sayangnya, hari itu tidak ada kelas Terkom lagi. Kelasnya dipindah ke hari sabat. Mau tidak mau, aku baru bisa bergabung minggu depan. Tak apalah. Aku harus baca-baca sendiri. Iya, aku berjanji padamu. Semester ini aku akan memberikanmu hadiah nilaiku yang terbaik. Bagaimana, kau senang? Iya, aku akan berusaha menepati janjiku. Sini, kaitkan kelingkingmu dan kelingkingku, tanda aku benar-benar berjanji. Baik, apa sekarang kau mau tersenyum untukku? Terima kasih. Doakan aku ya, mister tidak nyata. Kamu juga semangat ya, kuliahnya! SEMANGAT!!

Thursday, October 7, 2010

Pensieve - flashback memories



Morning, sunshine!

Pagi yang lain datang lagi. Seperti hari kemarin, kemarinnya lagi, kemarinnya lagi dan kemarin kemarin kemarinnya lagi. Setiap hari kita dibangunkan oleh pagi. Pernahkah kamu bosan dengan pagi? Kalau aku nggak. Kenapa? Karena di setiap pagi yang sama aku punya satu harapan bahwa hari ini akan berbeda dengan hari kemarin. Mungkin polanya sama, bangun jam6 pagi, mandi, siap-siap keluar rumah, bla blab bla, pulang lagi, tidur, dan bangun lagi pagi harinya. Tapi setiap hari-hari yang aku lewatkan gak pernah sama.

Segala sesuatu yang terjadi di dalam kehidupanku gak ada yang kebetulan. Aku percaya semua rencana Tuhan. Bahkan pertemuan yang gak lebih dari 5 menitpun pasti ada pengaruhnya sama kehidupanku setelah 5 menit itu. Takdir? Bukan takdir yang kumaksud. Banyak definisi takdir yang aku dengar, kalau maksudmu takdir itu skenario yang dibuat Tuhan untuk kehidupan manusia tanpa manusia punya kesempatan memilih, bukan itu yang kumaksud. Tuhan tidak diktator pada umatNya. Setidaknya itu yang kusimpulkan dari Bible Meditation beberapa waktu lalu dan aku imani itu.

Sekali lagi, tidak ada sesuatu yang terjadi dengan sia-sia. Ini juga yang membuatku  membuat catatan ini. Judulnya, Pensieve. Buat yang udah baca Harpot yang terakhir pasti gak asing dengan istilah ini. Pensieve itu baskom berisi cairan keperakan tempat dimana Dumbledore menyimpan memorinya. Sekarang mari kita bermain dengan Pensieveku. Walau gak seakurat punya Dumbledore, aku akan membawamu ke masa laluku, mengenang semua yang masih menempel di kepalaku, mencoba kembali berempati kepada Adhe Fitriana pada saat itu, walau sebenarnya istilah empati kurang pas karena Aku yang dulu dan aku yang sekarang adalah sama, yang membedakan cuma ruang dan waktu. *GAYA!*


Sebagai permulaan, Aku mau bawa kalian ke masa aku berumur 5tahun. Tunggu, aku sedot dullu memoriku untuk dipindahin ke Pensieve.

Sekarang ayo kita masuk!
Kayaknya cukup banyak yang aku bisa ingat. Aku sedang berada di.. umm… ada plang bertuliskan TK ASAS. Oh iya, ini sekolahku. Kita lagi ada di kota kelahiranku, Bukittinggi, Sumatera Barat. Lihat, itu aku! Umurku masih 5 tahun. Aku bisa membaca dengan lancar. Iya, aku ingat, diantara teman-teman kelasku waktu itu, aku salah satu dari 2 orang yang udah bisa baca. BANGGA.

Eits, lonceng tanda waktunya istirahat.

Aku suka main kejar-kejaran. Aku semangat banget keuar kelas.
Eh, tunggu.. Siapa sih yang lagi aku intip? Haha. Ternyata Rendi. Aku ingat sekarang, ini pertama kalinya aku suka sama cowok. Biasalah, cinta monyet. Cinta bayi monyet sepertinya lebih cocok karena umurku waktu itu masih bau kencing eh kencur. Not literally of course melihat umurku waktu itu dan rasa suka macam apa yang aku rasakan. Rendi itu teman sekelasku. Aku lupa kenapa aku suka dia.

Aduh, kepalaku kena batu. Ternyata yang lempar si Randy. Aku nangis. Guru dan teman-teman ngerubutin aku. Kata Bu Guru, Rendi tadi kaget dan gak sengaja ngelempar batu.
Ah, besoknya dia gak pernah lagi ngomong sama aku. Sepertinya dia merasa bersalah.

LUCU

Aku juga ingat dulu TKku ini punya 2 jam istirahat. Jam pertama dikasih nasi goreng dan kami makan bareng sekelas. Jam kedua kami dikasih roti.

Setahun sebelum aku masuk TK ini abangku juga sekolah di sini. Mungkin dia salah satu siswa berprestasi di sekolahnya, soalnya seingatku ada foto abangku sama seorang anak perempuan guruku dan di foto itu mereka pakai kostum nikahan gitu. Abangku pakai jas hitam, anak perempuan itu pakai gaun putih plus penutup kepala yang biasa dipakai mempelai wanita. Melihat itu, selama bertahun-tahun aku percaya abangku udah menikah sejak kecil.

BODOH sekaligus LUCU

Aku yang kecowok-cowok’an ternyata terbentuk dari kecil. Aku ingat aku alergi sama seorang teman kelas yang pake payung renda-renda, samapi-sampai aku lebih memilih keujanan daripada pakai payungnya.

ANEH

Ah tiba-tiba berpindah ke.. Dimana nih?

Ada perempuan tinggi, kayaknya aku kenal dia. Tapi aku lupa. Dia ngasih sesuatu ke aku. Hah? ROKOK? Aku ingat. Ini pengalaman paling ekstrim yang aku alami di umur 5 tahun adalah pernah mencoba MEROKOK. Yap, anda tidak salah baca, saudara-saudara. MEROKOK. eM E eR O Ka O Ka. Haha.

Perempuan itu nawarin rokok ke aku dan teman-temanku. Merek rokoknya garpit, a.k.a Gudang Garam Filter. Waktu dikasih, aku coba jilat ujung rokok yang warnanya coklat itu dan ternyata rasanya manis. Setelah itu aku coba menghisapnya dan (puji Tuhan) aku langsung batuk-batuk. Sejak saat itu, aku janji gak akan pernah mau merokok lagi.

KAPOK

Ah. Dimana kita sekarang? Aku ingat jalan ini. Kalau gak salah… yap, ternyata bener. Ini sekolahku waktu kelas 1 SD, namanya SDN 08 Pagi Campago Ipuh. Sedikit yang aku ingat. Aku dapat peringkat 2 di kelas yang isinya 18 murid.

Aku juga sempat mudik bareng keluarga besar ke tempat Opung di Samosir selama hampir 1 bulan padahal seharusnya aku udah masuk sekolah. Alhasil, begitu masuk sekolah si Guru bilang: “Ibu kira kamu udah berhenti sekolah. Kok 1 bulan gak ada kabarnya?”. Haha. Memangnya si Mamah ga kasih surat toh. Ckckck.

ADA-ADA AJA

Aku juga inget tiap pagi berangkat sekolah sama Abang. Wah, liat! Aku lagi ngambek. Gara-gara apa ya? Aku lupa. Aku ngelempar sesuatu ke semak-semak! Ternyata uang logam Rp.25. Besoknya, aku nyesel dan berangkat lebih pagi Cuma untuk nyari uang itu. Rp.25 waktu itu cukup berharga soalnya. :)

LUCU

Dimana kita sekarang? Yak, aku inget banget tempat ini. Ini pasti Bandung. Aku Cuma 1 caturwulan sekolah di SD Bukittinggi.

Keluargaku memutuskan untuk pindah ke BANDUNG. Mari kita cari tau bagaimana tahun-tahunku di Bandung.

Aku sekarang kelas 2 SD. Bandung beda banget sama Bukittinggi. Orang-orangnya sombong.

Kelasku lebih banyak penghuninya dibanding kelasku di Bukittinggi dulu. Ketua kelasnya cakep. Hihii. Oh ya, aku suka jajan krip krip. Uang jajanku waktu itu Cuma Rp.100, si abang uang jajannya Rp.200. Licik.

Huaah.. capek juga jalan-jalan di Pensieve. Mari kita keluar! Besok aku janji kita akan jalan-jalan di Pensieve lagi. Dadah! :)